Daur Ulang Ponsel dan Aksesori Bekas



Posted on 02 September 2009  | 
UPAYA daur ulang tak hanya bisa dilakukan melalui sampah plastik. Ponsel bekas Anda pun ternyata bisa didaur ulang menjadi barang berfungsi guna. Anda tidak mengetahui hal itu?

Wajar kok, karena survei yang dihelat Nokia menunjukkan bahwa 70 persen pengguna ponsel ternyata tidak mengetahui bahwa handset mereka berikut aksesorinya dapat di-receycle atau didaur ulang.

Dan sedihnya, 3-4 persen orang yang sudah mengetahui hal tersebut tidak pernah berpikir untuk me-recycle ponsel mereka. Sekitar 88 persen di antaranya adalah orang Indonesia. Berpegang dari fakta di atas, pemimpin pasar ponsel di Indonesia, Nokia meluncurkan program Nokia Give Grow dengan label "Beri Handphone,Tumbuh Pohon" di Nusantara Room, Hotel Dharmawangsa Jakarta, Rabu (19/8).

Menurut Country Manager Nokia Indonesia Bob McDougall, program Nokia Give Grow bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa semua orang dapat turut serta menyelamatkan lingkungan dengan memberikan ponsel atau aksesori bekas untuk didaur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Bob mengatakan, sekitar 80 persen komponen semua ponsel Nokia dapat didaur ulang menjadi berbagai produk. Peralatan rumah tangga, misalnya. Sementara 20 persen sisanya dapat digunakan dalam proses daur ulang energi sehingga seluruh komponen tersebut tidak ada yang terbuang.

Tapi apakah cara ini akan memberi dampak signifikan? Jika satu miliar konsumen Nokia di seluruh dunia melakukannya, tentu saja dampaknya bakal signifikan. "Jika setiap pengguna ponsel Nokia di seluruh dunia bersedia memberikan ponsel dan aksesori bekas mereka untuk didaur ulang, maka sama saja mengurangi potensi polusi gas rumah kaca atau setara 4 juta kendaraan bermotor," ujar Bob.

Program ini sebenarnya tidak dicetuskan mendadak. Melainkan sudah berjalan selama satu dekade, tepatnya sejak 1997 silam. "Saat ini kami memiliki skema daur ulang ponsel dan aksesori bekas terbesar di dunia dengan 5,000 drop box yang tersebar di 85 negara," ujar Francis Cheong, Regional Manager Environmental Affairs Markets, SEAP Nokia.

Di Indonesia, booth drop box diletakkan di sejumlah pusat perbelanjaan serta gedung perkantoran di Jakarta. Bentuknya berupa displai interaktif. Jika kita menjatuhkan ponsel bekas ke dropbox, maka ia akan menyala. Atau, bisa juga pengguna mendatangi Nokia Care Center. Ada 91 drop box di Nokia Care Center di seluruh Indonesia.

Toh, meski kesadaran masyarakat Indonesia untuk mendaur ulang ponselnya masih rendah,Bob memiliki harapan tinggi agar masyarakat dapat berpartisipasi di program Nokia Give Grow.

Program Nokia Give Grow Indonesia ini bekerja sama dengan Tes AMM Indonesia. Semua ponsel dan aksesori bekas akan didaur ulang oleh Tes AMM Indonesia menjadi bahan baku yang kemudian akan dikirim ke Tes AMM Singapura untuk diproses menjadi produk jadi.

"Jumlah ponsel semakin banyak, tapi jika tidak ditangani dengan baik bisa berbahaya. Ini juga jadi bentuk pertanggung jawaban kita kepada anak cucu nanti," ujar Riadi Sugitani, Head of Marketing Nokia Indonesia. "Tanpa kampanye, mustahil bisa terjadi dengan baik," tambahnya sembari menyebut bahwa kampanye Nokia lndonesia dan Tes AMM juga akan memberikan sejumlah dana kepada WWF-Indonesia untuk melakukan program penghijauan berupa penanaman pohon di DAS Ciliwung.

Selain memberikan ponsel bekasnya, aktor/DJ Winky Wiryawan dan Sarah Sechan yang ikut menyempatkan hadir juga memberikan testimoninya soal kepeduliannya terhadap lingkungan. Winky banyak bercerita bagaimana masa kecilnya ia gemar menanam pohon. Sementara Sarah berusaha untuk mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, serta menggunakan kembali barang-barang bekas yang masih dipakai.(danang arradian)

Comments

blog comments powered by Disqus