Pelatihan pemberantasan perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar digelar di Riau



Posted on 15 December 2010  | 
Young Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae) wandering around with its mother (not shown on the picture) in Rimbang Baling-Bukit Tigapuluh Corridor, Riau, Indonesia. The picture was taken on 24th July 2009.
© WWF-Indonesia/WWF_PHKA Enlarge
Pekanbaru, 15 Desember 2010 -.Perburuan, pemilikan dan perdagangan ilegal hidupan liar (tumbuhan dan satwa), terutama perdagangan satwa dilindungi dan satwa langka masih berlangsung hingga saat ini. Hal ini tentu saja merupakan ancaman kepunahan yang sangat serius terhadap berbagai spesies langka di Indonesia. Perdagangan ilegal hidupan liar bersifat sangat kompleks dan melibatkan banyak pihak mulai dari pemburu hingga eksportir.

Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan WWF-Indonesia akan mengadakan lokalatih tentang pemberantasan perburuan liar Pemberantasan Perburuan – Perdagangan Ilegal Satwa Liar di Pekanbaru, Provinsi Riau pada tanggal 15-17 Desember 2010 ini. Provinsi Riau tercatat sebagai salah satu Propinsi yang memiliki kekayaan tertinggi terhadap keberagaman satwa liar. Namun ironisnya praktek perburuan dan perdagangan satwa liar menempatkan Propinsi ini sebagai daerah yang rawan dan rentan terjadinya tindak kejahatan aktivitas ilegal tersebut.Letak yang strategis, meningkatnya daerah pertumbuhan dan pelaku ekonomi, akses dan sarana transportasi yang banyak dan beragam serta belum optimalnya pengawasan menambah maraknya tindak kejahatan ilegal tersebut.

“Lokalatih ini menargetkan peserta dari aparat penegak hukum dan juga lembaga swadaya masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran serta persamaan persepsi aparat penegak hukum dan lembaga hukum terhadap seriusnya masalah perdagangan ilegal hidupan liar di Propinsi Riau, dan perlunya upaya penegakan hukum yang serius untuk mengatasinya,” kata Ir. Rafles B. Panjaitan, Direktur Penyidikan dan Perlindungan Hutan-Direktorat Jenderal PHKA, Kementerian Kehutanan.

Raffles juga menambahkan bahwa melalui lokalatih ini diharapkan tercipta keinginan bersama dari aparat penegak hukum dan istansi terkait lainnya untuk menghentikan kejahatan di bidang kehutanan ini di propinsi Riau, termasuk mengusut tuntas kematian 5 ekor gajah akibat diracun pada 26 November 2010 lalu. Kematian harimau semakin diperparah karena tingginya tingkat konflik manusia-harimau di Riau, tercatat 15 harimau sumatera mati karena konflik antara tahun 2005-2010. Sementara itu 10 orang meninggal dunia.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kementrian Kehutanan bersama dengan WWF Indonesia Program Riau dalam kurun waktu tahun 2005 – 2010, tercatat sedikitnya 7 kasus aktivitas perburuan harimau sumatera setiap tahunnya, yang mengakibatkan hilangnya populasi harimau di alam liar. Tidak saja harimau sumatera , berbagai satwa lain seperti gajah sumatera, beruang, berbagai jenis reptile, primata dan burung juga turut sering diburu dan diperdagangkan.

Ir. Anwar Purwoto MSc, Direktur Bidang Kehutanan WWF-Indonesia menambahkan,”Kami berharap setelah pelatihan ini ada komitmen bersama dari instansi penegak hukum dan insransi terkait lainnya untuk menghentikan kejahatan terhadap hidupan liar. Selain itu juga diharapkan terbentuk mekanisme koordinasi antar aparat penegak hukum dalam mengatasi kejahatan hidupan liar di Propinsi Riau, guna melindungi satwa langka tersebut dari ancaman kepunahan”.

Disamping itu bahwa Kementrian Kehutanan bersama dengan instansi penegak hukum di pusat yaitu dengan Bareskrim Polri, Jampidum, Jampidsus, KPK, Satgas Pencegah Anti Mafia Hukum, KLH, bersama-sama menindaklanjuti penggunaan kawasan hutan yang tidak procedural. Dua provinsi yang sudah dilaksanakan yaitu Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur serta provinsi lain akan menyusul.

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Ir. Raffles B. Panjaitan MSc, 08126048482
  • Chairul Saleh, Biodiversity Conservation Specialist, WWF-Indonesia, csaleh@wwf.or.id, 0811102902
  • Syamsidar, Manajer Komunikasi WWF-Indonesia/Riau, 08126896095, syamsidar@wwf.or.id
Young Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae) wandering around with its mother (not shown on the picture) in Rimbang Baling-Bukit Tigapuluh Corridor, Riau, Indonesia. The picture was taken on 24th July 2009.
© WWF-Indonesia/WWF_PHKA Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus