Buku ekowisata Kalimantan Tengah diluncurkan



Posted on 10 October 2011  | 
© WWF-Indonesia/Diyah Wara Enlarge
Peluncuran Buku “Mutu Manikam di Jantung Kalimantan”
(Membuka Jendela Potensi Ekowisata di Kalimantan Tengah)


Palangka Raya-(10/10)–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah bersama WWF-Indonesia, pada tanggal 10 Oktober 2011 menyelenggarakan Seminar Ekowisata dan peluncuran buku berjudul “Mutu Manikam di Jantung Kalimantan – Potensi Ekowisata Kalimantan Tengah”.


Seminar ini diadakan untuk memperkuat konsep dan jaringan kemitraan diantara para pihak serta memperluas jaringan kerja untuk pengembangan ekowisata di Kalimantan Tengah termasuk Taman Nasional Sebangau.


Bersamaan dengan seminar ini, diluncurkan juga buku bergambar setebal 160 halaman yang memuat informasi peta potensi ekowisata di Kalimantan Tengah berjudul “Mutu Manikam di Jantung Kalimantan” ditampilkan dalam dua bahasa -Inggris dan Bahasa Indonesia- ini diharapkan dapat membantu membuka peluang pengembangan daerah-daerah tujuan wisata alam di Kalteng yang selama ini masih belum dikenal.


Buku ini akan menjadi “jendela” informasi untuk mendapatkan informasi dan memahami ekowisata serta obyek-obyek destinasi ekowisata di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Katingan. Melalui foto dan paparannya, media komunikasi ini mencoba merangkum dan menggambarkan eksotisme kekayaan alam dan kekayaan budaya di Jantung Kalimantan.


“Saya berharap peluncuran buku ini dapat menarik konsumen dan mendorong berkembangnya bisnis dan industri pariwisata di Kalimantan Tengah yang dibangun di atas pilar ekonomi, sosial dan lingkungan hidup,” kata Drs. Kardinal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutnya, ketika tekanan terhadap lingkungan dan sumber daya alam yang terus-menerus terjadi, isi buku ini memuat pesan penyadartahuan akan arti penting menjaga kelestarian lingkungan.


Koordinator WWF-Indonesia Kalimantan Tengah, Rosenda Ch. Kasih, menganggap bahwa tantangan yang cukup besar saat ini sedang dihadapi oleh pengembangan ekowisata, yaitu dalam usaha menjaga tujuan utamanya sebagai perlindungan terhadap alam, edukasi bagi pengunjung dan masyarakat lokal serta menjadikan masyarakat lokal sebagai pihak penerima keuntungan pertama. Hal ini menjadikan ekowisata tidak hanya selalu soal melayani permintaan pasar dan memperluas jaringan pasar.


“Ekowisata bisa dikatakan merupakan ide yang masih baru. Dalam perkembangannya, masih banyak yang belum memahami arti dan implikasinya. Banyak yang menganggap bahwa ekowisata hanyalah “wisata alam” yang berarti mengunjungi alam. Adanya konsep untuk membatasi jumlah pengunjung untuk meminimalisir dampak bagi lingkungan juga belum dipahami sepenuhnya”, tuturnya.


Seminar dan peluncuran buku ini diharapkan menjadi sebuah titik cerah bagi pemahaman prinsip ekowisata yang menyatukan kegiatan konservasi danpemberdayaan masyarakat.


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Rosenda Ch. Kasih, Site Coordinator, WWF Indonesia Central Kalimantan, email: rkasih@wwf.or.id
Kontak Media:

  1. Nina Nuraisyiah, Senior Communication Officer, WWF Indonesia Central Kalimantan, email nnuraisyiah@wwf.or.id
  2. Tira Maya Maisesa, Communication Officer, WWF-Indonesia Central Kalimantan, email tmmihing@wwf.or.id
Catatan untuk Redaksi:
Tentang WWF Indonesia
WWF adalah organisasi konservasi global yang mandiri dan didirikan pada tahun 1961 di Swiss, dengan hampir 5 juta suporter dan memiliki jaringan yang aktif di lebih dari 100 negara. Di Indonesia bergiat sebagai organisasi nasional berbentuk yayasan dan bekerja di lebih dari 25wilayah kerja lapangan di17 provinsi. Misi WWF-Indonesia adalahmenyelamatkankeanekaragaman hayati dan mengurangi dampak ekologis aktivitas manusia melalui: mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; memfasilitasi upaya multipihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan prosesproses ekologis pada skala ekoregion; melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakan hokum yang mendukung konservasi; dan menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang WWF-Indonesia dapat mengunjungi website http://www.wwf.or.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://supporterwwf.org/


Tentang Sebangau

Taman Nasional Sebangau (568.700 hektar) yang berada di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan merupakan bagian dari Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya. Di sinilah hutan rawa gambut yang masih tersisa di Kalimantan Tengah setelah gagalnya proyek pertanian di area lahan gambut yang berbatasan dengan Sebangau, “Mega Rice Project” atau “Lahan Sejuta Hektar” pada tahun 1995. Sebangau juga berperan sebagai penyedia air bersih bagi 61,684 penduduk yang tinggal di 46 desa sekitarnya.


Menteri Kehutanan menunjuk Sebangau sebagai Taman Nasional ke-50 pada 19 Oktober 2004 melalui Nr. 423/Menhut-II/2004. Sebelum terbentuknya taman nasional, Sebangau berstatus sebagai hutan pokok penghasil kayu sehingga pembalakan liar merajalela. Ratusan kanal yang dibangun menyebabkan wilayah ini rentan terhadap kebakaran. Kawasan Sebangau menjadi kawasan yang dilindungi karena memiliki spesies orangutan dan spesies lainnya seperti bekantan, beruang madu, owa-owa, burung enggang, macan dahan dan lainnya. Disinilah rumah bagi populasi orang-utan terbesar di dunia dengan total 6000- 9000 individu.


Tentang Heart of Borneo

Heart of Borneo adalah sebuah inisiatif yang dirancang sebagai program pemanfaatan berkelanjutan dan konservasi yang bertujuan mempertahankan keberlanjutan manfaat salah satu hutan terbaik yang masih tersisa di Borneo bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang. Cakupan kerja Heart of Borneo membentang pada rangkaian dataran tinggi Borneo yang terhubung secara langsung dengan dataran rendah di bawahnya. Wilayah kerja ini melintasi Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, kawasan Heart of Borneo mencakup 3 provinsi yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Katingan, dan Barito Utara termasuk di dalam kawasan Heart of Borneo. Silakan kunjungi situsnya di www.wwf.or.id/hob.

Comments

blog comments powered by Disqus