WWF latih masyarakat daerah penyangga TNBBBR okulasi karet



Posted on 12 July 2012  | 
© WWF Indonesia/Deder Enlarge

Oleh Deder

Sintang (8/7) - Dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat desa Rantau Malam Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, WWF Indonesia menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Sebagai puncaknya, 25 orang wakil kelompok tani mendapat pelatihan okulasi karet selama tiga hari (3-5 Juli 2012).


Pelatihan diprioritaskan pada praktek okulasi (25 % teori dan 75 % praktek). "Sebaiknya praktek okulasi ini dilakukan lebih banyak, karena kita perlu menciptakan tenaga-tenaga terampil dan professional" ujar Nandang, SP, instruktur pelatihan ini.


Pelatihan okulasi yang telah dilakukan merupakan rangkaian kegiatan yang diawali dari Perencanaan Konservasi Partisipatif (Participatory Conservation Planning/PCP) bersama masyarakat desa Rantau Malam. Pada forum itu, konsensus tentang rencana strategis untuk konservasi partisipatif berhasil disepakati. Langkah prioritas yang dilakukan adalah membangun perkebunan karet rakyat yang diawali dengan pelatihan membuat pembibitan karet unggul.


Di bulan berikutnya, sebagai wujud komitmen dari hasil kesepakatan itu, WWF mulai melakukan pendampingan terhadap lima kelompok tani di dusun Remukoi. Kegiatan tersebut mencakup pembukaan areal pembibitan masing-masing kelompok tani seluas 15x 25 M, pembuatan bedeng entres, batang bawah dan pendederan, penanaman entres, pemupukan, hingga pembangunan pondok kerja dalam rentang waktu 1,5 tahun.


"Belum ada yang sesetia ini untuk kami masyarakat paling ujung sungai Serawai, apalagi sampai memberi pengetahuan tentang okulasi karet unggul seperti ini" ungkap Pak Nenen selaku Kepala Dusun Remukoi dan anggota Kelompok Tani Korong Balaban.


Remukoi sendiri merupakan dusun terujung dari sungai Serawai yang berperan sebagai daerah penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).  Sulitnya akses menuju dusun tersebut menyebabkan Remukoi belum "terjamah" oleh program pembangunan, baik itu dari pemerintah maupun Lembaga Swadaya Masyarakat.  Harapannya, dengan keberadaan WWF melalui upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat, Remukoi dan masyarakatnya akan semakin berdaya. 

© WWF Indonesia/Deder Enlarge
Suasana pelatihan okulasi karet unggul di Remukoi
© WWF Indonesia/deder Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus