Ribuan buku donasi WWF untuk kecerdasan anak bangsa



Posted on 06 July 2012  | 
Oleh Lia Syafitri

PUTUSSIBAU (28/6) – Sebanyak 1.644 buku pelajaran hasil donasi yang dikumpulkan oleh WWF-Indonesia diberikan kepada 10 Sekolah Dasar di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Melalui kerjasama dengan Yayasan Indonesia Mengajar, Project Leader Kapuas Hulu WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat, Albertus Tjiu, menyerahkan buku-buku tersebut kepada Koordinator Indonesia Mengajar Angkatan IV di Kantor Putussibau, Kamis (28/06).

Donasi buku tersebut dikumpulkan dari acara Borneo Festival 2012 tema “Taking the Heart of Borneo Message to the City”, yang diselenggarakan April lalu, di Jakarta. Pada kesempatan itu pun WWF-Indonesia berhasil meraih rekor MURI melalui donasi buku terbanyak untuk daerah konservasi sejumlah 3.953 buku. Selanjutnya buku yang terkumpul akan disumbangkan ke sejumlah sekolah di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, khususnya sekolah yang berada di sekitar kawasan konservasi.

Kesepuluh SD di Kabupaten Kapuas Hulu yang menerima donasi buku antara lain SDN 20 Sungai Putat, SDN 04 Kepala Gurung, SDN 06 Teluk Aur, SDN 27 Gudang Suai, SDN 17 Nanga Bungan, SDN 12 Semalah, SDN 08 Nanga Lauk, SDN 09 Nanga Lungu, SDN 05 PB Penai, dan SDN 05 Landau Badai. Proses pendistribusian buku bagi para siswa akan dilakukan oleh para pengajar muda dari Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar Angkatan IV yang bertugas di Kapuas Hulu.

Para Pengajar Muda ini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada warga masyarakat yang telah berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Bumi Kalimantan. Hal ini membuat kami percaya bahwa optimisme kita semua terhadap bangsa Indonesia masih ada. Kegiatan pengumpulan dan pendonasian buku oleh warga ibukota yang diinisiasi oleh WWF ini bukan tidak mungkin akan menginspirasi warga masyarakat di kota-kota lainnya. Kami berharap semangat dan optimisme warga masyarakat terhadap bangsa Indonesia tidak hanya menular, tapi tetap terjaga,” ungkap Koordinator Indonesia Mengajar IV, Cantika.

‘Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi’ itulah semboyan para guru Indonesia Mengajar. Indonesia Mengajar memfasilitasi para Pengajar Muda untuk tinggal, hidup dan belajar dari masyarakat setempat selama satu tahun.

“Kami berjanji akan memanfaatkan buku-buku donasi tersebut semaksimal mungkin dalam rangka menyukseskan pengabdian kami untuk dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu ini. Adanya bantuan ini akan sangat membantu kegiatan belajar mengajar setahun ke depan yang kami jalankan,” ujar Cantika.

Dikatakan oleh Project Leader Kapuas Hulu, WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat, Albertus Tjiu, upaya penggalangan donasi buku melalui Borneo Festival merupakan salah satu cara yang dilakukan WWF-Indonesia untuk menggugah simpati publik terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak pedalaman di Jantung Borneo.

“Tidak mudah untuk mendapatkan buku paket belajar dan buku bacaan lainnya dengan kondisi yang serba terbatas. Dan, Program Indonesia Mengajar melalui para Pengajar Muda-nya merupakan salah satu jembatan yang tepat untuk mendistribusikan buku donasi ini dengan anak-anak sekolah yang membutuhkannya. Kami berharap bahwa program donasi ini dapat dipertahankan dan jumlah buku donasi akan meningkat tentunya, agar semakin banyak anak murid yang mendapat kesempatan menerima buku pelajaran ini,” pungkas Albert.
Project Leader Kapuas Hulu, Albertus Tjiu, menyerahkan secara simbolis buku pelajaran kepada perwakilan Indonesia Mengajar di Kapuas Hulu
© WWF-Indonesia Enlarge
Foto bersama para pengajar muda Indonesia Mengajar Angkatan IV
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus