WWF dorong pengelolaan informasi geospasial terpadu



Posted on 09 August 2012  | 

Oleh Sri Jimmy Kustini


Sendawar (09/08)-Sebagai upaya mendorong tata kelola informasi geospasial antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kutai Barat, WWF bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Barat menyelenggarakan lokakarya, Kamis (09/08) di Kantor Bappeda. Sebanyak 25 peserta dari Bappeda, Distamben, Dishut, DPU, Disbuntanakan, BP2T, BLH, BPS, Bagian Pemerintahan Setkab dan WWF hadir dalam lokakarya yang menghadirkan narasumber Antonius Wijanarto dari Badan Informasi Geospasial Nasional.


Dalam sambutannya saat membuka lokarya tersebut, Kepala Bappeda Kutai Barat Finsen Allotodang menyampaikan bahwa pengelolaan informasi geospasial yang masih belum terkoordinasi, terstruktur dan terintegrasi dengan baik antar SKPD di Kutai Barat merupakan salah satu kendala dalam penyelenggaraan perencanaan wilayah terpadu di tingkat kabupaten.


“Kami berharap bahwa lokakarya ini akan menjadi langkah awal dalam peningkatan kapasitas dan pengelolaan informasi geospasial yang lebih baik dan terpadu di Kutai Barat,” imbuhnya.


Sementara itu, Arif Data, Project Leader WWF Indonesia Progam Kutai Barat menyatakan bahwa WWF memfasilitasi pelaksanaan lokakarya untuk membangun kesepahaman dan kesepakatan bersama antar pihak terhadap pentingnya pengelolaan informasi geospasial yang terstruktur, transparan dan terintegrasi antar SKPD maupun pihak lainnya di Kabupaten Kutai Barat.


”Ini merupakan kerjasama yang baik sekaligus langkah awal dalam komitmen pemerintah kabupaten untuk peningkatan kapasitas dan pengelolaan informasi geospasial yang lebih baik dan terpadu di Kutai Barat,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyatakan, WWF akan membangun kemitraan dengan Bappeda dan SKPD-SKPD lain untuk pencapaian tujuan bersama bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan mekanisme pengelolaan informasi geospasial kabupaten yang terpadu. Informasi tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam proses perencanaan dan pengembangan wilayah di kabupaten Kutai Barat.

© WWF-Indonesia/Muhammad Saipul Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus