Sekali klik dan satu pesan untuk menyelamatkan Heart of Borneo



Posted on 19 September 2012  | 
© WWF-Indonesia, Heart of Borneo Programme/Anye ApuiEnlarge

WWF Heart of Borneo Global Initiative meluncurkan kampanye melalui aplikasi Facebook bertema “Off-limits to Unsustainable Development” (Tertutup bagi Pembangunan Tidak Lestari).

Tujuan dari kampanye adalah mengelilingi Jantung Borneo dengan pesan-pesan dukungan untuk melestarikan kekayaan alam yang berharga ini.

Pengguna Facebook dapat mengetikkan pesan dukungan mereka pada aplikasi tersebut, yang akan diperhitungkan sebagai 1km untuk setiap pesan yang diberikan yang akan memperpanjang pita virtual sedikit lebih jauh hingga akhirnya mengitari keseluruhan Heart of Borneo yang membentang kurang lebih 12.000 km sepanjang lingkar batas kawasan tersebut.

Aplikasi sosial media dirancang dalam tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Melayu dan Bahasa Inggris) yang menampilkan serangkaian slide yang berisi pesan-pesan untuk menjaga kawasan Jantung Borneo sebagai kawasan yang terbatas bagi pembangunan yang tidak lestari.

Pesan dukungan dari publik tersebut akan diberikan kepada ketiga pemerintah Heart of Borneo (HoB): Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia pada sebuah konferensi internasional mendatang di tahun 2012. Kampanye ini digulirkan melalui jaringan sosial media untuk meraih audiens yang lebih luas.

Menurut Chris Greenwood, Manajer Komunikasi HoB Global Initiative, sekaranglah saat yang tepat untuk bertindak dan memberikan dukungan. “Saat ini adalah giliran publik untuk memberikan dukungan untuk kawasan HoB melalui kampanye ini dan menunjukkan kepada pemerintah bahwa publik peduli dan mereka ingin pemerintah terus bertindak untuk melindungi kekayaan keanekaragaman hayati yang berharga ini.”

“Kita dapat menyelamatkan Jantung Borneo dari ancaman pembangunan yang tidak lestari, dan mari kita semua bertindak dan mendukung kampanye ini,” lanjut Greenwood.

Berikan dukungan dan masukkan pesan Anda melalui link https://apps.facebook.com/savehob/

© WWF-Indonesia, Heart of Borneo Programme/Anye Apui Enlarge
© WWF-Indonesia, Heart of Borneo Programme/Nadya Enlarge
© WWF-Indonesia Enlarge