Pertemuan Tahunan Lintas Batas Masyarakat FORMADAT di Bario menanamkan sebuah masa depan untuk Tanah Air yang Berkelanjutan di Heart of Borneo



Posted on 19 September 2012  | 
FORMADAT Tree Planting
FORMADAT Tree Planting
© WWF-IndonesiaEnlarge
Pada tanggal 25 July 2012 yang lalu di Bario, Miri, YBhg Pemanca Philip Lakai, Kelabit Paramount Chief, meresmikan Pertemuan Tahunan Lintas Batas Masyarakat FORMADAT ke-7. FORMADAT adalah Aliansi Masyarakat Etnis di Dataran Tinggi Borneo. Aliansi ini bersifat lintas batas, inisiatif berakar yang dicetuskan oleh masyarakat etnis di Dataran Tinggi Heart of Borneo (HoB), yang berasal dari Lun Dayeh/ Lun Bawang, Sa’ban dan Kelabit.Tahun ini, pertemuan tersebut diadakan bersamaan dengan Slow Food Festival tahunan di Bario, dimana FORMADAT merayakan visi dan budaya tanah air bersama dengan masyarakat lokalnya.

Bapak Lewi Gala Paru, Kepala FORMADAT Indonesia mengarisbawahi visi untuk sebuah masa depan yang berkelanjutan di Borneo. “Kami, para Masyarakat Etnis Dataran Tinggi HoB, yang mempunyai persamaan budaya dan tanah air dengan masyarakat  Lun Dayeh, Kelabit, Lun Bawang dan Sa’ban, berkumpul bersama dengan FORMADAT untuk: meningkatkan kesadaran dan pengertian mengenai komunitas dataran tinggi, membangun kapasitas local dan menguatkan pembangunan yang berkelanjutan di HoB”.

Dataran tinggi Borneo meliputi beberapa sub-kabupaten di Malaysia dan Indonesia, yaitu Sarawak (Bario, Ba’kelalan dan Long Semadoh) dan Sabah (Long Pasia), serta Kalimantan Timur (Krayan dan Krayan Selatan). Area ini berkonstitusi satu lahan geografis, lingkungan dan kultur di Borneo, yang mana merupakan salah satu dari sedikit kawasan yang masih mempunyai hutan hujan tropis terbentang luas di Asia Tenggara.

Penghulu George Sigar, Kepala FORMADAT Malaysia, mengatakan: “Kami meresmikan FORMADAT di bulan Oktober 2004 yang lalu sebagai sebuah organisasi etnis untuk memfasilitasi dan berbagi informasi, serta mendiskusikan persamaan isu dan strategi untuk kepentingan masa depan dataran tinggi. Misi kami adalah untuk menciptakan kesadaran dan pemahaman mengenai masyarakat dataran tinggi, menjaga kultur tradisional kami, mengembangkan kapasitas lokal dan menguatkan pembangunan berkelanjutan di Dataran Tinggi HoB, dengan cara melindungi sumber daya alam dan pengetahuan tradisional kami. Organisasi kami telah terdaftar di Sabah dan Sarawak (Malaysia) dan Kalimantan (Indonesia). WWF-Malaysia dan WWF-Indonesia telah menjadi mitra dan membantu kami dalam hal konservasi, mata pencaharian dan peningkatan kapasitas. Kami berharap menyambut lebih banyak kemitraan dengan Pemerintah Malaysia dan Indonesia, dan organisasi lainnya dalam mendukung inisiatif kami untuk mencapai tujuan konservasi berkelanjutan kami di HoB”.

Bersama dengan WWF-Malaysia dan WWF-Indonesia di Bario, FORMADAT melaksanakan acara tanam pohon sebagai bagian dari kegiatan konservasi. Program penanaman pohon tahun ini dipimpin oleh Y.B Dato Henry Sum Agong (Lawas Parliamentarian) dan YBhg Datu Ose Murang (Deputi Sekretariat Negara untuk Sarawak).

Diresmikan tahun lalu oleh YB Senator Dato Sri Idris Jala, program penanaman pohon telah berhasil menanam lebih dari 3,000 spesies pohon lokal seperti Meranti, Agatis dan lain sebagainya.

Cr. John Tarawem, Koordinator FORMADAT di dataran tinggi Kelabit, menyatakan: “Kami, FORMADAT, secara aktif mempromosikan kesadaran akan konservasi dan pemanasan global. Dengan cara kami sendiri, kami mempromosikan penanaman pohon dan kami berharap dunia juga melakukan hal yang sama. Dan jika semua orang melakukan hal yang sama, kami percaya kita semua akan mempunyai sebuah planet yang lebih bersahanat. Kami berharap untuk mempromosikan ‘satu pendatang, satu pohon’ untuk semua area di kawasan HoB. Kami cinta tanah air kami dan ingin menjaganya”.

Dr Henry Chan, Kepala Konservasi WWF-Malaysia untuk Program Sarawak, mengatakan: Kegiatan penanaman pohon menyimbolkan sebuah keberlanjutan hidup. Sebagaimana menanam benih dan berbuah hasil, saya berharap FORMADAT juga dapat membantu para anggotanya untuk mencapai sebuah masa depan yang berkelanjutan”.
FORMADAT Tree Planting
FORMADAT Tree Planting
© WWF-Indonesia Enlarge
FORMADAT 7th Annual Meeting
FORMADAT 7th Annual Meeting
© WWF-Indonesia Enlarge