Napak Tilas Perjalanan 50 Tahun Konservasi WWF Bersama Masyarakat di Indonesia



Posted on 02 February 2013  | 
Masyarakat dan Konservasi: 50 Kisah yang Menginspirasi dari WWF untuk Indonesia
Masyarakat dan Konservasi: 50 Kisah yang Menginspirasi dari WWF untuk Indonesia
© WWF-Indonesia Enlarge
Jakarta, 2 Februari 2013. Pada September 2012, WWF-Indonesia genap berusia 50 tahun. Dalam memperingati ulang tahun emasnya, WWF-Indonesia meluncurkan buku berjudul “Masyarakat dan Konservasi: 50 Kisah yang Menginspirasi dari WWF untuk Indonesia”. Buku ini unik; selain ditulis langsung oleh lebih dari 40 staf  yang bekerja di program dan kantor lapangan WWF di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, buku ini juga menampilkan cuplikan pengalaman dan sejarah perjalanan 50 tahun kiprah WWF bekerja bersama masyarakat.

“Buku ini menggarisbawahi salah satu faktor penting mengapa WWF-Indonesia dapat terus eksis dan kerja konservasinya tetap relevan hingga kini, yaitu dengan  bermitra dan mengedepankan kepercayaan serta hubungan baik dengan masyarakat," ujar Hermayani Putera, anggota tim editor buku, yang juga Manajer WWF-Indonesia untuk Program Kalimantan Barat.

Bagaimana masyarakat di Aceh bangkit dari tsunami, kerasnya upaya masyarakat mengembangkan ekowisata di Jantung Borneo, serta sepak terjang pegiat konservasi memberantas illegal logging di Riau, merupakan sedikit contoh dari kisah-kisah inspiratif di buku ini.

Buku setebal 140 halaman ini merupakan pintu masuk ke cerita-cerita yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat dan kearifan lokal di berbagai tempat di Indonesia. “Buku ini mencoba membangun benang merah bahwa strategi konservasi harus sejalan dengan strategi sosial, budaya, dan pembangunan ekonomi. Konservasi juga membutuhkan komitmen politik yang memadai. Jika strategi ini terintegrasi, masyarakat tidak akan ragu mencurahkan seluruh potensi sosial yang dimiliki dan mendukung inisiatif konservasi di wilayah mereka," lanjut Hermayani.

Pada mulanya WWF hadir di Indonesia dengan fokus pada perlindungan spesies, yang digawangi oleh pelestarian badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon pada 1962. Namun, dalam perkembangannya WWF mulai melakukan pendekatan kepada masyarakat di sekitar kawasan konservasi, karena tanpa dukungan mereka upaya pelestarian spesies langka tidak akan berjalan optimal.

Selama setengah abad bekerja di Indonesia, WWF tidak hanya tertantang oleh kondisi geografis di wilayah kerjanya dari Sumatera hingga Papua, tetapi juga berhadapan dengan masyarakat yang memiliki keragaman budaya dan latar belakang, serta  kebutuhan yang berbeda. Kondisi ini menunjukkan kompleksitas dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia dan tantangan yang dihadapi.

“Sebagian pelaku pembangunan masih mengabaikan filosofi dasar kearifan lokal, bahwa masyarakat selalu berakar dan tergantung hidupnya dari SDA yang lestari”, tambah Hermayani.

WWF-Indonesia berharap kehadiran buku ini dapat menambah semangat dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan aktivis di jaringan masyarakat sipil yang bekerja bersama masyarakat dalam berbagai isu dan agenda.


Versi online buku ini dapat diunduh melalui link: http://www.wwf.or.id/berita_fakta/publications/?27200/50-kisah-inspirasi-wwf-untuk-indonesia

Foto cover buku ini dapat diunduh melalui link: https://www.dropbox.com/s/eyhkqm50je7yh2c/Cover_50%20Kisah%20Konservasi%20WWF-ID.jpg?m



Untuk informasi lebih lanjut, silakan kontak:

Hermayani Putera, West Kalimantan Program Manager, WWF-Indonesia (Tim Editor)
Email: hputera@wwf.or.id  Hp: +62811578287

Noverica Widjojo, Communication & Media Relation Officer, WWF-Indonesia
Email: nwidjojo@wwf.or.id  Hp: +6281219581985

Masyarakat dan Konservasi: 50 Kisah yang Menginspirasi dari WWF untuk Indonesia
Masyarakat dan Konservasi: 50 Kisah yang Menginspirasi dari WWF untuk Indonesia
© WWF-Indonesia Enlarge
© WWF-Indonesia/Dinda Trisnadi Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus