Harrison Ford Kunjungi Camp Gajah Flying Squad WWF | WWF Indonesia

Harrison Ford Kunjungi Camp Gajah Flying Squad WWF



Posted on 11 September 2013   |  
Harrison Ford, aktor Hollywood yang terkenal lewat serial film Indiana Jones saat mengunjungi Taman Nasional Tesso Nilo.
© WWF-Indonesia/ Des Syafrizal
Oleh: Desmarita Murni
 
Camp gajah Flying Squad di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, kedatangan tamu istimewa. Harrison Ford, bintang Hollywood yang dikenal lewat film Indiana Jones. Selama 24 jam, aktor yang lebih dari 15 tahun aktif mempromosikan isu-isu lingkungan ini, mengunjungi sejumlah lokasi di Taman Nasional Tesso Nilo dalam rangkaian pembuatan film dokumenter tentang perubahan iklim berjudul “Years of Living Dangerously”, besutan produser James Cameron dan Arnold Schwarzenegger.
 
Tiba di camp Flying Squad dengan helikopter pada tanggal 7 September sekitar pukul 17.00 WIB, aktor kharismatik berusia 71 tahun itu disambut dengan pengalungan bunga oleh Tesso dan Nela, dua anak gajah anggota patroli gajah “Flying Squad” yang dibina oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan WWF. 
 
Sambil menundukkan kepala dan merapatkan tangan ke dada, seperti memberi hormat, Harrison Ford, yang juga duta untuk United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), mengatakan “Thank you, thank you for this”, saat menerima pengalungan bunga dari gajah. Kunjungan Harrison Ford ke Camp Flying Squad ini juga disambut oleh Kuppin Simbolon (Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo), Nazir Foead (Direktur Konservasi WWF-Indonesia) dan sejumlah masyarakat setempat.
 
Tesso Nilo adalah salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Harrison Ford dalam kunjungannya ke Indonesia. Selain bertemu dengan WWF dan Balai Taman Nasional, selama kunjungannya di Tesso Nilo, aktor yang memainkan karakter Han Solo dalam film trilogi Star Wars ini, juga bertemu dengan banyak pihak, termasuk dengan Radaimon, Ketua Forum Masyarakat Tesso Nilo; Koalisi LSM Lingkungan Eyes on the Forest gabungan antara WWF, Jikalahari dan Walhi Riau; serta Kuntoro Mangkusubroto Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
 
Selama kunjungan di Tesso Nilo, Harrison Ford tampak begitu menikmati keberadaannya di alam. Meskipun sempat trauma karena pernah cidera akibat naik gajah saat pembuatan film Indiana Jones: Temple of Doom beberapa waktu silam, Harrison Ford memberanikan diri naik gajah Flying Squad saat syuting pengambilan gambar film dokumenter yang diperankannya.
 
Meskipun harus “blusukan” masuk keluar hutan, termasuk bangun subuh sebelum matahari terbit demi mengejar waktu pemuatan film, tak satu keluhan pun keluar dari bibir aktor senior ini. Tak juga ia meminta perlakuan khusus. Makanan khas buatan anggota masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga pun dinikmatinya, termasuk menyeruput minuman madu sialang yang disiapkan oleh kelompok ekowisata Kempas. Dia pun tak keberatan tidur di kamar tamu dengan fasilitas sederhana tanpa AC.
 
Perambahan di  TN Tesso Nilo
 
Sebelum mendarat di Taman Nasional, Harrison Ford dan timnya, termasuk ilmuan senior Russel Mittermeir yang mendampingi selama perjalanan, terbang di atas kawasan yang telah rusak di dalam taman nasional. Ford menyaksikan secara langsung kondisi taman nasional yang rusak parah dari udara. 
 
Kerusakan hutan akibat perambahan di TN Tesso Nilo sudah melebihi 43 ribu hektar (menurut Citra Satelit April 2013), yang sebagian besar dikonversi menjadi kebun sawit ilegal. Sisa hutan yang relatif baik seluas 24 ribu hektar, dan 15 ribu berupa semak belukar.
 
Harrison Ford cukup kaget menyaksikan kondisi kerusakan ini. Selama kunjungannya di Tesso Nilo, aktor ini tak henti-hentinya berdiskusi dengan banyak pihak untuk mendapatkan informasi yang berimbang. Bersama dengan Kepala Balai Taman Nasional dan Ketua UKP4, Harrison menyempatkan berkunjung ke sebuah kampung yang masyarakatnya menanam sawit di dalam taman nasional. 
 
“Harrison memang terlihat gemas menyaksikan kerusakan di kawasan konservasi yang dikonversi menjadi kebun sawit untuk mensuplai kebutuhan bahan baku sejumlah perusahaan besar,” kata Direktur Konservasi WWF-Indonesia, Nazir Foead. 
 
Perambahan untuk kebun sawit telah mempersempit daerah jelajah gajah dan menyebabkan konflik antara manusia dan gajah semakin meningkat. Sedikitnya 12 gajah mati di kawasan Tesso Nilo dan sekitarnya selama tahun 2012. Belum terhitung kerugian materi dan non materi yang dialami masyarakat. 
 
“Penegakan hukum adalah salah satu upaya penting bagi Tesso Nilo, terutama demi mencegah bertambahnya perambahan dan untuk mempertahankan sisa hutan yang ada. Penyelesaian persuasif juga perlu dilakukan terutama bagi masyarakat asli, hak adat mereka perlu dihormati. WWF siap membantu task force yang diinisiasi oleh Pemkab dan DPRD Pelalawan untuk menginventaris status kebun-kebun di dalam taman nasional, sebagai langkah awal mencari solusi perambahan,” kata Nazir.
 
WWF bekerja membantu Kementerian Kehutanan RI dalam konservasi gajah dan habitatnya di Tesso Nilo sejak tahun 2000.
 
Film dokumenter "Years of Living Dangerously" direncanakan akan tayang di Program Showtime milik TV kabel Amerika CBS, pada bulan April 2014.

 
 
Harrison Ford, aktor Hollywood yang terkenal lewat serial film Indiana Jones saat mengunjungi Taman Nasional Tesso Nilo.
© WWF-Indonesia/ Des Syafrizal Enlarge
Harrison Ford menerima kalungan bunga dari Nela, gajah Flying Squad WWF saat tiba di Taman Nasional Tesso Nilo
© WWF-Indonesia/ Des Syafrizal Enlarge
Harrison Ford (kanan) berdiskusi dengan kru film “Years of Living Dangerously” dan WWF-Indonesia, saat tinggal di camp WWF di Tesso Nilo
© WWF-Indonesia/ Des Syafrizal Enlarge
Harrison Ford (bertopi biru) dan Tim gajah Flying Squad WWF berpatroli di Taman Nasional Tesso Nilo.
© WWF-Indonesia/ Des Syafrizal Enlarge
Harrison Ford bersama dengan Kuntoro Mangkusubroto (Ketua UKP4) sedang meninjau lokasi perambahan di Taman Nasional Tesso Nilo
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus