Mewujudkan Pariwisata Bahari yang Bertanggung Jawab Melalui “Signing Blue” | WWF Indonesia

Mewujudkan Pariwisata Bahari yang Bertanggung Jawab Melalui “Signing Blue”



Posted on 28 September 2015   |  
Pemandangan salah satu pantai di Wakatobi
© WWF-Indonesia / Maskur Tamanyira
Oleh: Natalia Trita Agnika
One Billion Tourists, One Billion Opportunities" adalah tema yang diangkat pada World Tourism Day (Hari Pariwisata Sedunia) yang jatuh pada Minggu (27/09) kemarin. Bidang pariwisata memiliki potensi dan peranan penting, baik dari segi sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan. Menurut catatan UNWTO, kedatangan wisatawan internasional bertumbuh hingga 4,3% di 2014 dan mencapai 1,133 milyar wisatawan. Hal ini tentu saja berdampak bagi pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan perkembangan pembangunan daerah yang menjadi destinasi wisata.

Perkembangan sektor pariwisata di Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang positif. Pada 2014, pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia mencapai 9,39% lebih tinggi dari tahun sebelumnya (data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Bahkan angka tersebut di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,7%. Kekuatan industri pariwisata Indonesia yang utama terletak pada sumber daya alam dan kekayaan ragam budaya. Yang kini semakin menggeliat dan diminati adalah wisata baharinya.

Wisata bahari di Indonesia berkembang sangat pesat, terbukti dengan makin maraknya perjalanan wisata ke pulau-pulau di Indonesia. Namun, tanpa kita sadari, setiap kegiatan pariwisata berpeluang untuk menimbulkan dampak negatif. Contohnya, kenaikan volume sampah di pulau dan pinggir pantai, kerusakan terumbu karang, polusi, stres pada spesies laut, serta konflik kepemilikan lahan.

Karena itulah, kita perlu mengembangkan pariwisata bahari yang bertanggung jawab. Konsep ini mendorong setiap wisatawan dan penyedia jasa pariwisata untuk berkomitmen mengambil langkah nyata mengurangi dampak negatif yang timbul akibat aktivitas pariwisata bahari. Pariwisata bahari yang bertanggung jawab bertujuan untuk mendukung gerakan konservasi di Indonesia.

WWF-Indonesia sebagai lembaga konservasi tertua di Indonesia telah menginisiasi sebuah program bernama "Signing Blue". Program yang diluncurkan pada Rabu (16/9) silam ini merupakan inovasi dan wadah bagi wisatawan dan penyedia jasa pariwisata (operator, pengelola akomodasi, pengelola transportasi, jasa kuliner, jasa pemandu, hingga penyedia suvenir lokal) untuk berperan nyata melindungi sumber daya alam. Program ini mendorong pemerintah, pelaku bisnis, serta masyarakat untuk memanfaatkan sekaligus mengamankan aset bahari sehingga terwujud sistem kepariwisataan yang bertanggung jawab.

Kita sebagai pelaku wisata—baik sebagai wisatawan maupun penyedia jasa wisata—wajib mendukung program ini dengan bergabung menjadi anggota “Signing Blue” di http://www.signingblue.com/. Kita juga dapat mempraktikkan pariwisata bahari yang bertanggung jawab dengan kaidah Signing Blue yang tercantum dalam situs tersebut. Komitmen seluruh pihak untuk mewujudkan pariwisata bahari yang bertanggung jawab akan mendorong terciptanya bisnis pariwisata yang berkelanjutan untuk generasi sekarang dan yang akan datang.
 
Pemandangan salah satu pantai di Wakatobi
© WWF-Indonesia / Maskur Tamanyira Enlarge
Salah satu potensi wisata bawah laut Kabupaten Berau
© WWF-Indonesia / Cipto A GUNAWAN Enlarge
Penandatanganan nota kesepahaman tiga pelaku industri kepariwisataan bahari untuk bergabung dalam "Signing Blue" pada (16/9).
© WWF-Indonesia/Berry P. PRAYOGI Enlarge
Diving @ Wakatobi
© Jurgen Freund / WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus