Pesan Perubahan Iklim dari Cagar Budaya Dunia | WWF Indonesia

Pesan Perubahan Iklim dari Cagar Budaya Dunia



Posted on 15 March 2016   |  
Candi Prambanan, Yogyakarta sesaat sebelum Earth Hour 2011
© WWF-Indonesia/Hermanto Wardi
Prambanan, 15 Maret 2016 – Gerakan global untuk perubahan iklim, Earth Hour kembali mengingatkan pentingnya mengubah gaya hidup demi kelestarian bumi. Earth Hour 2016 yang jatuh pada Sabtu, 19 Maret, pukul 20.30-21.30 waktu setempat, di Indonesia akan ditandai dengan partisipasi dua ikon Indonesia yang dikenal dunia, Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Dari dua situs warisan budaya dunia ini, Earth Hour Indonesia menyuarakan tema global Earth Hour tahun ini ‘Shine A Light on Climate Action’. Tema ini mengajak warga dunia untuk menjadikan Earth Hour sebagai perayaan untuk melakukan aksi dalam menghadapi perubahan iklim. Lewat simbolisasi mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan selama 1 jam, kita semua diharapkan mempunyai komitmen nyata dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Masih segar dalam ingatan kita tentang Paris Agreement yang dicapai dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris (COP 21 –red) akhir tahun 2015. Earth Hour menjadi pengingat akan upaya yang diperlukan oleh individu, pemerintah dan korporasi sebagai kontribusi dalam menahan laju perubahan iklim,” ujar Dr. Efransjah, CEO WWF Indonesia. Perubahan iklim merupakan ancaman nyata bagi kelestarian kekayaan alam, keanekaragaman hayati dan kelangsungan hidup kita. “Partisipasi dua ikon warisan budaya dunia, Candi Borobudur dan Candi Prambanan, adalah simbol agar kita sadar bahwa kita bukan hanya diwarisi alam yang begitu kaya dan indah tetapi juga harus mampu untuk mewarisi planet bumi yang lestari ke anak cucu kita,” imbuh Dr. Efransjah.

Selain kedua ikon yang mendunia tersebut, setidaknya 70  ikon yang didukung 37 komunitas Earth Hour Indonesia di berbagai kota  juga akan menjadi tanda partisipasi Indonesia dalam Earth Hour tahun ini. Pada Minggu, 13 Maret 2016, komunitas Earth Hour Indonesia di 19 kota telah melakukan aksi serentak di  kawasan Car Free Day (CFD) kota masing-masing untuk menyuarakan kepedulian terhadap perubahan iklim. Partisipasi Candi Borobudur dan Candi Prambanan pada Earth Hour 2016 didukung penuh oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur dan Prambanan, serta UNESCO. Perayaan Earth Hour di Candi Borobudur pada tanggal 19 Maret mendatang  akan dipusatkan di Lapangan Aksobya sejak pukul 19.30 WIB.

“Kami mendukung gerakan Earth Hour dengan semangat melestarikan warisan budaya dunia dari dampak perubahan iklim. Partisipasi Candi Borobudur dan Candi Prambanan  merupakan simbol penting akan suara dan komitmen Indonesia sebagai bagian dari masyarakat global,” ujar Edy Setijono, Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero).

Earth Hour Indonesia pada tahun ini juga mendapat dukungan dari Twitter Indonesia. Pada saat malam Earth Hour, pengguna Twitter bisa mengikuti prosesi switch-off di Candi Borobudur lewat tayangan Periscope.
Komunitas Earth Hour Indonesia juga membuka kesempatan partisipasi masyarakat untuk mendukung 4 kegiatan konservasi hijaukan hutan dengan berdonasi melalui program crowdfunding komunitas Earth Hour Indonesia di kanal http://earthhour.kitabisa.com.
 
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
 
Nenden N. Fathiastuti, Public Relations Manager  WWF Indonesia
Email : nfathiastuti@wwf.id,  Hp: 0811-190-9148
 
Pujo Suwarno, Corporate Secretary, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero)
Email : pujosuwarno@borobudurpark.co.id,  Hp: 08121570566
Candi Prambanan, Yogyakarta sesaat sebelum Earth Hour 2011
© WWF-Indonesia/Hermanto Wardi Enlarge
Konferensi pers Earth Hour 2016 bertempat di Prambanan
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus