Pengukuhan Tim Tesso Nilo



Posted on 25 June 2007  | 
Pemangku kepentingan terkait di kawasan hutan Tesso Nilo yang tergabung dalam Tim Pencegahan dan Penanggulangan Perambahan, Illegal Logging, dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kawasan Tesso Nilo dikukuhkan oleh pemerintah provinsi Riau pada Kamis, 21 Juni 2007 di Pekanbaru oleh Gubernur Riau yang diwakili oleh Herlian Saleh selaku Asisten II pemerintah provinsi Riau. Pengukuhan ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan keberadaan tim ini dan memberikan dukungan bagi tim dalam melaksanakan tugasnya untuk melakukan upaya pengamanan kawasan hutan Tesso Nilo. Pada kesempatan ini dilakukan juga pelepasan tim yang akan melaksanakan patroli ke kawasan hutan Tesso Nilo.

Sepuluh lembaga terkait yang terdiri dari Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, WWF Indonesia-Program Konservasi Riau, Forum Masyarakat Tesso Nilo, PT. RAPP, PT. Nanjak Makmur, PT. Siak Raya Timber, dan PT. Hutani Sola Lestari pada tanggal 1 Maret 2007 telah menandatangani Kesepakatan Bersama untuk melakukan upaya membantu pencegahan dan penanggulangan perambahan, illegal logging dan kebakaran hutan dan lahan di Tesso Nilo. Tim yang kemudian disebut Tim Tesso Nilo ini, dalam pelaksanaan patroli dilapangan dibantu oleh personil dari pihak kepolisian resort Pelalawan.

Pelepasan Tim Tesso Nilo yang akan melakukan patroli penagamanan hutan Tesso Nilo.
© WWF-Indonesia, 2007

Sejak ditandatanganinya kesepakatan tersebut tim telah melakukan patroli sebanyak tiga kali. Namun pada pelaksanaan patroli yang dilaksanakan pada minggu pertama bulan Mei lalu, tim mendapatkan pengeroyokan, pemukulan, perampasan dan penyanderaan yang dilakukan oleh perambah. Insiden tersebut tepatnya terjadi pada 3 Mei 2007 di Desa Bukit Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras-Kabupaten Pelalawan. Sekitar seratus lima puluh perambah yang diprovokosi oleh seorang oknum dinas Kehutanan Pelalawan melakukan pemukulan terhadap anggota tim tersebut. Salah satu anggota tim yang menjadi korban dalam pemukulan tersebut adalah Samsul Komar dari WWF Indonesia-Program Konservasi Riau.

Dalam acara pengukuhan ini lewat pidato yang dibacakan oleh Asisten II menyatakan bahwa pengamanan hutan Tesso Nilo dari perambahan liar sudah menjadi komitmen pemerintah provinsi Riau hal ini didukung dengan telah dibentuknya Timn Penanggulangan Perambahan Hutan dan Lahan Serta Perluasan Pada Taman Nasional Tesso Nilo lewat keputusan Gubernur Riau pada Juni 2007 ini. Kedepannya Tim Tesso Nilo diharapkan untuk dapat saling bekerjasama dengan tim yang telah dibentuk oleh pemerintah provinsi Riau sehingga menjadi suatu kekuatan yang besar dalam penyelamatan hutan Tesso Nilo dari perambahan dan upaya percepatan perluasan Taman Nasional tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan Edi Suriandi selaku penasehat Tim Tesso Nilo menyatakan bahwa pihaknya dan atas nama Tim Tesso Nilo terus berkoordinasi dengan kepolisian yang tengah mengupayakan penegakan hukum terhadap kasus pengeroyokan, pemukulan dan penyanderaan yang dilakukan oleh perambah terhadap Tim Tesso Nilo dilapangan pada 3 Mei lalu. Sementara itu Kanit Reskrim Pelalawan Imam Seno yang juga hadir pada acara pengukuhan tersebut menyatakan ”Kepolisian resort Pelalawan telah berhasil menangkap dua orang tersangka pemukulan yang terlibat pada kasus pengeroyokan tersebut”. Keduanya kini tengah diamankan oleh Polres Pelalawan untuk penyelidikan lebih lanjut. Selain itu pihak kepolisian terus mengembangkan kasus ini untuk menangkap pelaku utama kasus pengeroyokan tersebut.

Comments

blog comments powered by Disqus