Kopi Laut #1 Marine Buddies Denpasar Ajak Publik ‘Melek’ Isu Bycatch di Indonesia (2) | WWF Indonesia

Kopi Laut #1 Marine Buddies Denpasar Ajak Publik ‘Melek’ Isu Bycatch di Indonesia (2)



Posted on 16 March 2017   |  
Wahyu Teguh Prawira memperlihatkan circle hook yang digunakan La Ode Sidik dan nelayan dampingan WWF-Indonesia untuk menangkap tuna dengan mengurangi angka bycatch
© Nisa Syahidah / WWF-Indonesia
Oleh:
  1. Eta Yuspita (Komunitas Marine Buddies Denpasar); dan
  2. Nisa Syahidah (Sunda Banda Seascape Communication & Campaign Assistant, WWF-Indonesia)

Baca Sebelumnya: Kopi Laut #1 Marine Buddies Denpasar Ajak Publik ‘Melek’ Isu Bycatch di Indonesia (1)

Pada Kopi Laut #1 ini, tampak informasi-informasi mengenai bycatch yang disampaikan oleh para narasumber ini mendapat tanggapan yang sangat baik dari peserta yang hadir. Bahkan, di akhir acara, para peserta sontak mengerumun dengan antusias melihat La Ode Sidik – seorang nelayan dampingan WWF-Indonesia di Pelabuhan Benoa yang hadir di acara ini – dan Wahyu Teguh Prawira mempraktikkan cara terbaik untuk menangani bycatch penyu dan hiu yang tersangkut kail (dengan alat de hooker) di atas kapal.
 
Selain membahas isu bycatch serta mitigasi dan penanganannya langsung di lapangan, dalam acara ini para peserta juga mendapatkan informasi mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan secara tidak langsung untuk membantu menekan ancaman ini.

“Menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih dan aktif mencari tahu asal usul produk hidangan laut yang akan dikonsumsi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan publik untuk membantu menekan ancaman bycatch,” kata Noverica Wijdojo, Sunda Banda Seascape Communication and Campaign Coordinator, WWF-Indonesia.
 
“WWF-Indonesia telah menyediakan aplikasi Seafood Advisor yang dapat diunduh secara gratis di Google Play Store. Aplikasi ini berisi panduan mengenai produk perikanan apa saja yang sebaiknya dihindari; dipertimbangkan; dan diperbolehkan untuk dikonsumsi, demi mendukung perikanan berkelanjutan di Indonesia, “ lanjutnya.
 
Selain Seafood Advisor, dalam kesempatan ini, WWF-Indonesia juga memperkenalkan beberapa tools lain yang dapat diakses dan digunakan oleh publik untuk menekan ancaman bycatch pada khususnya, dan mendukung perlindungan laut di Indonesia pada umumnya.

Tools pertama adalah laman Program Bycatch and Shark Conservation WWF-Indonesia (www.wwf.or.id/programbycatch dan www.wwf.or.id/programhiu), yang dapat membantu publik dalam memahami lebih jauh upaya mitigasi dan penanganan bycatch di lapangan serta upaya perlindungan hiu yang dilakukan oleh WWF-Indonesia bersama mitra-mitranya hingga saat ini.

Kedua, aplikasi Marine Buddies yang mengajak publik untuk mengenal dan terlibat langsung dalam pengawasan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam di kawasan-kawasan konservasi perairan Indonesia. Aplikasi yang baru diluncurkan pada tanggal 2 Maret 2017 lalu, ini dapat diunduh secara gratis di Google Play Store.
 
“Selain untuk mengenal lebih jauh dan mengawasi langsung kawasan konservasi perairan di Indonesia yang sedang dikunjungi, aplikasi Marine Buddies ini juga dapat menjadi wadah edukasi bagi publik untuk melakukan aktivitas wisata yang bertanggung jawab,” tambah Noverica Widjojo.
 
Informasi selengkapnya mengenai aplikasi Marine Buddies dapat dilihat di www.marinebuddies.org. Sementara itu, informasi lebih lanjut mengenai Komunitas Marine Buddies Denpasar, silakan ikuti akun media sosial Instagram @marbud.dps.

Wahyu Teguh Prawira memperlihatkan circle hook yang digunakan La Ode Sidik dan nelayan dampingan WWF-Indonesia untuk menangkap tuna dengan mengurangi angka bycatch
© Nisa Syahidah / WWF-Indonesia Enlarge
Simulasi melepaskan penyu dengan alat de hooker
© Nisa Syahidah / WWF-Indonesia Enlarge
Sesi tanya jawab dalam Kopi Laut #1
© Nisa Syahidah / WWF-Indonesia Enlarge
Noverica Widjojo (WWF-Indonesia) mengenalkan aplikasi Marine Buddies
© Nisa Syahidah / WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus