Earth Hour 2017: From Moment to Movement, Saatnya Nyalakan Aksi Nyata Ubah Gaya Hidup | WWF Indonesia

Earth Hour 2017: From Moment to Movement, Saatnya Nyalakan Aksi Nyata Ubah Gaya Hidup



Posted on 17 March 2017   |  
Dukung Gerakan #SejutaAksi Earth Hour 2017.
Dukung Gerakan #SejutaAksi Earth Hour 2017.
© WWF-Indonesia/ Sani FIRMANSYAH
Oleh: Natalia Trita Agnika
Earth Hour kembali akan dirayakan secara global pada Sabtu (25/03) mendatang. Gerakan Earth Hour 2017 memasuki tahun ke-10 perayaannya di dunia dan tahun ke-9 di Indonesia. Mengusung tema “Shine A Light on Climate Action – from Moment to Movement”, semua pihak diajak untuk menyalakan aksi nyata mengubah gaya hidup mengurangi jejak ekologis demi kelestarian bumi.

“Penekanannya di action karena setelah 10 tahun, Earth Hour yang tadinya cuma moment selama satu jam, menjadi movement (gerakan). Sekarang ini yang kita dorong adalah publik (individu, kelompok, korporasi) bisa melakukan apa saja untuk menyelamatkan bumi ini,” jelas Dewi Satriani, Campaign & Mobilization Manager WWF-Indonesia dalam konferensi pers Earth Hour yang berlangsung pada Kamis (16/03) di Shangri-La Hotel Jakarta.

[Baca juga: [SIARAN PERS] #SejutaAksi Earth Hour Indonesia 2017]

Gerakan Earth Hour pertama kali diinisiasi oleh WWF yang mengajak banyak pihak untuk terlibat. Kemudian berbagai pihak tersebut mandiri dan melakukannya sendiri karena memang Earth Hour itu milik siapa saja. Tahun ini, Earth Hour melibatkan 178 negara, 7.000 kota, dan lebih dari 1 miliar orang di dunia.

“Kami ingin mengajak lebih banyak pihak lagi untuk mematikan lampu pada Sabtu (25/03) pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat sebagai simbol kepedulian kita pada lingkungan dan perubahan iklim. Mengajak seluruh masyarakat termasuk pihak bisnis dan pihak pemerintah untuk melakukan hal yang sama pada tanggal tersebut. Ada banyak cara untuk mendukung gerakan Earth Hour, diantaranya dengan menyebarkan pesan #SejutaAksi melalui kanal media sosial masing-masing,” ujar Benja Mambai, PLT CEO WWF-Indonesia.

Gerakan #SejutaAksi merupakan sebuah movement yang dipilih oleh Komunitas Earth Hour Indonesia untuk merayakan Earth Hour tahun ini. Gerakan #SejutaAksi mengajak satu juta individu (atau kelompok) untuk membuat dan mendonasikan kaus bekas untuk dijadikan tas belanja (reusable shopping bag) dalam upaya mengurangi penggunaan kantong plastik. Aksi ini akan berlangsung selama satu tahun hingga Maret 2018 mendatang. Tas belanja tersebut nantinya akan didonasikan ke supermarket dan pasar tradisional untuk menggantikan penggunaan kantong plastik.

Konferensi pers tersebut juga turut menghadirkan dukungan dari sektor bisnis, yaitu Shangri-La Hotel Jakarta. Bintari Rarastiwi, CSR Manager Shangri-La Hotel Jakarta menjelaskan bahwa dukungan terhadap Earth Hour tahun ini lebih istimewa. “Kami akan melangsungkannya dua hari, tidak hanya selama 60 menit. Tanggal 25 Maret kita mengikuti program internasional meminimalkan pemakaian lampu selama satu jam dan ada satu restoran yang kita khususkan untuk menyajikan menu Earth Hour dengan pilihan makanan organik,” tuturnya.

Pada malam switch-off, Shangri-La Hotel Jakarta juga akan mengajak tamunya ke area kebun untuk menyalakan lilin yang terbuat dari minyak goreng bekas yang diletakkan di batok kelapa. “Keesokan harinya, pada Minggu (26/03), Shangri-La Hotel Jakarta akan menyelenggarakan Sunday Earth Market yang menyediakan produk makanan lokal organik, seperti sayuran dan buah segar, susu almond, dan minuman sehat beras hitam. Ada pula presentasi oleh petani lokal tentang produk mereka,” tambah Bintari.

Dalam konferensi pers tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungannya terhadap gerakan Earth Hour. “Kalau bagi kami, mematikan lampu merupakan hal yang situasional. Yang lebih penting dari itu adalah langkah-langkah lanjutannya,” ungkap Oswar Mungkasa, Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta. Lebih lanjut Oswar memaparkan beberapa hal yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya gaya hidup hijau, diantaranya menginstruksikan semua gedung-gedung tinggi di Jakarta dengan ketinggian lebih dari delapan lantai untuk mengurangi 30% penggunaan energinya, menggalakkan urban farming, serta mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik supaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. “Kami berharap supaya gedung-gedung tinggi di Jakarta mematikan lampunya pada saat switch-off Earth Hour,” pesan Oswar.

[Baca juga: EARTH HOUR 2016 di Situs Warisan Dunia: Menjaga “Pinjaman” dari Generasi Penerus]

Earth Hour tahun ini merupakan tahun kolaborAKSI antara Earth Hour Indonesia dan Earth Hour Singapura melalui program Earth Hour Buddies. Pada Sabtu (25/03) malam, individu yang berada di Singapura akan melakukan aksi kegiatan lari 5K di SunDown Marathon, Singapura, untuk sebuah aksi nyata yang akan dilakukan di Indonesia. Publik yang ingin bergabung dalam Earth Hour Buddies dapat mendaftarkan aksinya melalui www.earthhourbuddies.com.

Sejumlah figur publik yang berperan sebagai Ambassador Earth Hour juga turut menghadiri konferensi pers Earth Hour.  Mereka adalah Arifin Putra, Jessica Mila, Davina Veronica, Michelle Joan, dan Sogi Indra Dhuaja. Dukungan mereka sangat penting dalam menyebarkan pesan mengenai gerakan #SejutaAksi kepada publik melalui media sosial. Anda juga dapat turut menyebarkan gerakan peduli lingkungan tersebut melalui media sosial dengan sign up di laman www.changeclimatechange.org.
 
Dukung Gerakan #SejutaAksi Earth Hour 2017.
Dukung Gerakan #SejutaAksi Earth Hour 2017.
© WWF-Indonesia/ Sani FIRMANSYAH Enlarge
Konferensi pers Earth Hour 2017 di Shangri-La Hotel Jakarta (16/03/2017).
Konferensi pers Earth Hour 2017 di Shangri-La Hotel Jakarta (16/03/2017).
© WWF-Indonesia/ Sani FIRMANSYAH Enlarge
Konferensi pers Earth Hour 2017 di Shangri-La Hotel Jakarta (16/03/2017).
Konferensi pers Earth Hour 2017 di Shangri-La Hotel Jakarta (16/03/2017).
© WWF-Indonesia/ Sani FIRMANSYAH Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus