WWF-Indonesia Luncurkan Buku Tumbang Taberau Mengukir Harapan | WWF Indonesia

WWF-Indonesia Luncurkan Buku Tumbang Taberau Mengukir Harapan



Posted on 17 March 2017   |  
Para pemateri mengupas tentang cerita Buku Tumbang Taberau Mengukir Harapan yang digelar di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah.
© WWF-Indonesia/Jojon Surianata
Oleh: Davit Purwodesrantau

PALANGKA RAYA – WWF-Indonesia didukung Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan buku populer di Palangka Raya, Rabu (15/3/2017). Buku berjudul Tumbang Taberau Mengukir Harapan yang ditulis Martin Siregar ini, melukiskan kisah sebuah desa di sekitar konsesi.

Hal ini diilhami dari kerja sama WWF-Indonesia dengan PT Sari Bumi Kusuma (SBK) dalam konteks perlindungan kawasan hutan Kalimantan melalui pembangunan sosial. Salah satunya, cerita tentang pembangunan sosial ekonomi masyarakat desa hutan di Tumbang Taberau, Kecamatan Seruyan, Kalimantan Tengah. Pengelolaan program tersebut bersifat lintas sektoral dengan Kalimantan Barat.

WWF-Indonesia dan PT SBK sudah melakukan berbagai kerja sama program. Terutama dalam memperkuat kawasan konsesi melalui pendekatan Sustainable Forest Management (SFM) atau Pengelolaan Hutan Lestari (PHL).

Pendekatan ini membidik tiga aspek, yaitu pengembangan alternatif sumber penghidupan masyarakat di kawasan konsesi PT SBK, mengurangi tingkat perburuan satwa liar di kawasan konsesi PT SBK, dan mengurangi perambahan hutan melalui rehabilitasi kawasan non-produktif. Fokus program mencakup tiga desa.
Pelaksanaan seminar sehari dan peluncuran buku ini ditujukan sebagai bentuk diseminasi tentang inisiatif kerja sama berbagai pihak. Mereka adalah WWF-Indonesia, PT SBK, dan masyarakat, serta program pembangunan sosial yang sudah atau sedang dilaksanakan di Kalimantan Tengah.

Kalimantan Regional Leader WWF-Indonesia M Hermayani Putera mengatakan buku ini dihadirkan untuk memperkuat pendekatan terhadap program yang selama ini sudah berjalan. “Salah satunya melalui pendokumentasian dan mekanisme berbagi pengetahuan kepada para pihak,” katanya, Rabu (15/3/17).

Menurut Hermayani, ada beberapa kegiatan terkait penguatan kapasitas masyarakat di tiga desa di wilayah PT SBK. Kegiatan itu dilakukan melalui program Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) . Mulai dari tahap penilaian, distribusi saprodi (sarana produksi), serial peningkatan kapasitas masyarakat, fasilitasi pemasaran hasil produksi pertanian, hingga rehabilitasi lahan non-produktif.

Dalam prosesnya, jelas Hermayani, masing-masing desa yang telah dinilai, memiliki potensi sosial ekonomi yang beragam. Mulai dari potensi kapasitas berkebun sayur di Desa Tumbang Taberau, perikanan di Desa Kiham Batang, dan rotan di Desa Tumbang Kajamei.

Namun hal tersebut belum diikat dalam program berkelanjutan dan terstruktur. Untuk memperkuat kebutuhan tersebut, maka dibutuhkan transformasi program di tingkat masyarakat ke dalam program desa. Tumbang Taberau kemudian dipilih menjadi objek penulisan. Pertimbangannya, selain tergolong desa baru dan lokasinya juga terpencil membuat ketergantungan masyarakat desa terhadap PT SBK sangat tinggi.

Melalui program pendampingan yang intensif, ketergantungan itu diharapkan dapat berubah menjadi kemandirian. Terutama bagi pemerintah desa dan masyarakat. “Nilai-nilai dalam pengelolaan pengetahuan dan pengalaman di Tumbang Taberau inilah yang ingin kita bagikan kepada para pihak,” kata Hermayani.

Buku tentang Desa Tumbang Taberau ini diharapkan dapat memperkuat analisis sosial dalam program pendampingan desa. Bisa pula dikembangkan pada program pendampingan masyarakat di desa lain, di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami berharap para mitra strategis dan para pihak dapat menangkap substansi dari cerita tentang Desa Tumbang Taberau. Semoga kita semua dapat menambah literasi dan menangkap pembelajaran dari kerja-kerja WWF-Indonesia Program Kalimantan Tengah. Sejatinya program ini dapat menjadi inspirasi dalam mereplikasi program berbasis masyarakat dan konservasi,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Sipet Hermanto.
                                                                     -0-

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi:

Jelfi | Communication Coordinator WWF-Indonesia Program Kalimantan Tengah
JL. Krakatau, No. 12, Palangka, Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah 74874
HP: +6282274756620 | Email: jelfi@wwf.id

Dedi Wahyudy | Community Enterprise Development Coordinator
WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat
Jl. Y.C. Oevang Oeray, Baning Kota – Sintang
HP: +62 812-5728-740 | Email: dwahyudy@wwf.id
Para pemateri mengupas tentang cerita Buku Tumbang Taberau Mengukir Harapan yang digelar di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah.
© WWF-Indonesia/Jojon Surianata Enlarge
Dari kiri ke kanan, Jelfi (WWF ID Kalteng), Oscar (tokoh Masyarakat), Ir Sapta Wartono (Kabid Penyuluhan Pemberdayaan Masyarakat, dan hutan adat Dishut Prov. Kalteng), Dedy Wahyudy (WWF ID Sintang), dan Martin Siregar (Penulis) berfoto bersama dalam acara Launching Buku Tumbang Taberau Mengukir Harapan, di Aula Dishut Provinsi Kalimantan Tengah.
© WWF-Indonesia/Jojon Surianata Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus