Mengubah Sampah Jadi Tempat Sampah | WWF Indonesia

Mengubah Sampah Jadi Tempat Sampah



Posted on 19 May 2017   |  
Panda Mobile di Semut Semut Natural School Depok (05/05/2017).
Panda Mobile di Semut Semut Natural School Depok (05/05/2017).
© WWF-Indonesia
Oleh: Dimas Prasetya Haryanto (Volunteer Panda Mobile) & Natalia Trita Agnika
 
Biasanya kita melihat orang membuang sampah botol plastik ke tong sampah. Namun, dalam kegiatan Panda Mobile WWF-Indonesia pada Jumat (05/05) yang lalu, alih-alih dibuang ke tong sampah, botol-botol plastik tersebut malah diubah menjadi tempat sampah yang bermanfaat. Kegiatan yang berlangsung di Semut-Semut Natural School Depok, Jawa Barat, tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan Panda Mobile dengan tema Earth Day.
 
[Baca juga: Cara Mengundang Panda Mobile]
 
Dalam Pos 3R (Reduce, Reuse, Recycle), botol-botol plastik bekas yang sudah dibawa oleh para siswa disusun sedemikian rupa sehingga menjadi kubus. Supaya tidak berantakan, susunan botol plastik itu diikat dengan tali. Bagian bawahnya dialasi dengan kardus yang sudah dilapisi plastik. Tempat sampah kreasi para siswa dan volunteer Panda Mobile tersebut dapat diletakkan di luar kelas dan digunakan  untuk menampung sampah basah.
 
Pada saat yang bersamaan, kelompok lain membuat tempat sampah yang terbuat dari kardus bekas. Bentuk segi enam mereka pilih supaya makin menarik. Tempat sampah dari kardus bekas itu nantinya digunakan untuk membuang sampah kering dan diletakkan di depan ruang kelas. Kegiatan pemanfaatan sampah menjadi salah satu cara bagi tim Panda Mobile untuk menanamkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup kepada anak-anak.
 
[Baca juga: Panda Mobile Ajak Siswa Saint John School untuk Cintai Bumi]
 
Selain kegiatan bertema 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Panda Mobile WWF-Indonesia juga menyuguhkan storytelling yang disampaikan oleh Kak Ryan. Cerita yang dibawakan berjudul “Pohon yang Sebatang Kara dan Teman-Teman Satwa”. Para siswa kelas 1-3 SD mendengarkan dengan antusias, terlebih ketika Kak Ryan mengeluarkan boneka-boneka satwa yang cukup banyak dengan diiringi gitar kesayangannya.
 
Para volunteer Panda Mobile juga menjelaskan tentang WWF dan enam satwa payung yang menjadi fokus upaya konservasi WWF-Indonesia. Keenam satwa payung tersebut adalah Badak Jawa, Orangutan, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, penyu, dan hiu paus. Untuk mendukung penjelasan dari para volunteer Panda Mobile, para siswa diajak menonton film “Quartet of the Crossroads”, “100% Renewable Energy”, dan “How Your T-Shirt Can Make a Difference”.
 
Kecintaan para siswa terhadap lingkungan makin didukung dengan pengetahuan tentang kualitas air. Dengan menggunakan fasilitas laboratorium air Panda Mobile, mereka menguji kualitas air. Keberadaan mikroba dalam air dideteksi melalui mikroskop, sedangkan sifat keasaman air diuji dengan menggunakan kertas lakmus.
 
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 500 peserta tersebut dilakukan dengan penuh keceriaan. Saat semua kegiatan selesai dilaksanakan, para guru mengungkapkan kegembiraan akan kehadiran tim Panda Mobile WWF-Indonesia. Mereka beranggapan bahwa kegiatan yang sudah dijalankan sangat bermanfaat karena bisa memberikan pelajaran sekaligus pengalaman tentang lingkungan hidup dengan cara yang menyenangkan. 
 
Panda Mobile di Semut Semut Natural School Depok (05/05/2017).
Panda Mobile di Semut Semut Natural School Depok (05/05/2017).
© WWF-Indonesia Enlarge
Panda Mobile di Semut Semut Natural School Depok (05/05/2017).
Panda Mobile di Semut Semut Natural School Depok (05/05/2017).
© WWF-Indonesia Enlarge
Panda Mobile di Semut Semut Natural School Depok (05/05/2017).
Panda Mobile di Semut Semut Natural School Depok (05/05/2017).
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus