Tesso Nilo, Salah satu hutan terkaya di dunia yang segera menjadi Kawasan Lindung



Posted on 05 June 2004  |   |  en  |  id

Tesso Nilo adalah hutan dataran rendah yang terletak di Provinsi Riau, Indonesia, dan merupakan salah satu dari 200 Ecoregion WWF Global. WWF berjuang untuk melestarikan Hutan Tesso Nilo dan menjadikannya sebagai contoh bentang alam hutan dataran rendah Sumatra yang luas.

Visi WWF di Tesso Nilo adalah untuk menghubungkan hutan-hutan yang terdapat di antara ke lima kawasan lindung di Tesso Nilo-Bukit Tigapuluh (TNBT) Landscape (termasuk Kawasan Konservasi Tesso Nilo yang sedang diusulkan) untuk menyediakan habitat yang layak bagi gajah dan harimau sehingga juga menjadikan area tersebut menjadi kawasan yang aman bagi spesies-spesies lain yang langka dan terancam punah.

WWF berusaha mencegah pembunuhan harimau dan gajah dengan cara mengurangi perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi dan memperkecil konflik manusia-satwa liar.

WWF mendukung kegiatan sosial, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan di lanskap TNBT melalui kerjasama yang erat dengan masyarakat dan industri setempat, serta dengan lembaga pemerintah di semua tingkat.

Apa Yang Dimiliki Tesso Nilo

Gajah-gajah yang terancam
Gajah Sumatra adalah salah satu sub-spesies yang paling terancam di dunia. Survey yang dilakukan olek BKSDA dan WWF menunjukkan bahwa terdapat kira-kira 350 ekor gajah yang masih tersisa di Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150-180 ekor berada di Tesso Nilo Bukit Tigapuluh landscape, dan sebanyak 60-80 ekor berada di Tesso Nilo:

Tesso Nilo merupakan blok habitat gajah terpenting yang masih ada di Riau!
Apakah kita bisa melindungi tempat tinggal mereka?

Pemecah Rekor Keanekaragaman Tanaman
Pusat Pengelolaan Keanekaragaman Hayati telah melakukan survey lebih dari 1800 plot hutan-hutan tropis di seluruh dunia. Tidak ada plot lain yang telah disurvey memiliki jumlah tanaman sebanyak yang ada di tesso Nilo. LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) telah melakukan penelitian di seluruh hutan-hutan Sumatra dan menyimpulkan bahwa Tesso Nilo memiliki jumlah spesies yang terbanyak:

Tesso Nilo merupakan salah satu hutan yang paling beragam di dunia.
Apakah kita akan dapat memperlihatkannya kepada anak-anak kita?

Hutan Alam
Survey keanekaragaman hayati di Tesso Nilo menunjukkan bahwa kawasan tersebut menyimpan hanya beberapa pohon besar yang masih tersisa. Kebanyakan sudah ditebang oleh para penebang legal maupun penebang liar. Tapi survey tersebut juga menunjukkan bahwa anak-anakan pohon-pohon besar dan tua tersebut masih hidup dan dalam keadaan baik. Komposisi spesies di Tesso Nilo mempunyai kemiripan dengan dengan hutan yang bisa disebut dengan hutan dewasa:

Tesso Nilo memiliki segala kemungkinan bagi hutan untuk tumbuh kembali sebagaimana keadaan aslinya.
Dapatkah kita memberi waktu yang dibutuhkan olehnya?

dan bagaimana itu semua hilang:


Dulu adalah hutan dataran rendah yang lebat yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dan tempat tinggal gajah dan harimau Sayangnya bagi konservasi alam, ia juga memiliki potensi besar bagi produksi kayu komersial dan perkebunan
Pembukaan lahan dibutuhkan untuk penggunaan komersial, dan pohon-pohon pun ditebangi dan hutan-hutan diiris menjadi bagian-bagian untuk industri skala besar
Karena hutan dataran rendah adalah wilayah yang paling mudah dicapai, bagian-bagian besar hutan-hutan tersebut dijadikan kawasan-kawasan perkebunan. beberapa daerah sudah kehilangan tutupan hutannya, apakah kita masih bisa menunggu sampai semua gajah kehilangan tempat tinggalnya?

Untuk mencegah kehilangan lebih banyak lagi WWF Indonesia Program Badak dan Gajah Asia di Riau bekerja sama dengan:

Industri
Konversi hutan adalah satu-satunya ancaman terbesar bagi hutan bernilai konservasi tinggi di Indonesia atau High Conservation Value Forest (HCVF) di Indonesia. WWF mengusahakan dialog dengan industri-industri bubur kertas dan kertas, dan kelapa sawit untuk mendorong cara-cara pengelolaan yang baik, atau yang populer dikenal sebagai Best Management Practices. WWF meminta kedua industri tersebut untuk menghormati blok-blok HCVF yang masih tersisa dan tidak mengkonversinya. WWF juga bekerja dengan mitra-mitra industrinya untuk memerangi kejahatan hutan dengan cara membatasi akses ke blok-blok hutan tersebut, dan menutup celah-celah bagi pasokan kayu-kayu hasil penebangan liar.

Pemerintah
WWF mendukung perencanaan tata ruang wilayah bagi Provinsi dan kabupaten-kabupaten di Riau. WWF dan Kementerian Kehutanan memperkenalkan nilai-nilai pelestarian lingkungan seperti perlindungan daerah-daerah resapan air dan koridor-koridor satwa liar. WWF bekerja dengan badan-badan pemerintah untuk memerangi kejahatan hutan melalui penyelidikan, patroli-patroli anti pemburu liar, pelatihan dan bantuan hukum. WWF membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi konflik manusia-satwa liar.

MasyarakatWWF membantu pembentukan ""Forum Masyarakat Tesso Nilo"" pada bulan Januari 2004. Sejumlah dua puluh satu desa di kawasan penyangga Tesso Nilo akan menjadi mitra dalam sebuah skema pengelolaan bersama bagi kawasan lindung usulan. Keberkelanjutan sosial, lingkungan, dan ekonomi adalah tiang-tiang penyangga kerjasama ini.

Comms Tesso Nilo

Comments

blog comments powered by Disqus