Dua Perusahaan Besar Ikut Perbaiki Pengelolaan Perikanan



Posted on 28 March 2013  | 

oleh Margareth Meutia

 Inisiatif bisnis perikanan berkelanjutan di Indonesia yang dibidani oleh WWF-Indonesia, Seafood Savers, kembali melakukan rapat tahunan dalam rangka memperkuat konsolidasi dan koordinasi dengan para anggota. Sampai tulisan ini diturunkan, Seafood Savers telah mengayomi 8 produsen dan 1 perusahaan ritel yang merupakan kandidat maupun anggota. Pertemuan yang digelar untuk kali ketiga tersebut dihadiri oleh perwakilan 7 perusahaan serta pengamat perikanan yang menyampaikan bahwa peluang pasar bagi upaya perikanan yang berkelanjutan sangat terbuka lebar.

Pertemuan tersebut dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun di mana perusahaan-perusahaan kandidat dan anggota Seafood Savers berkoordinasi dan bertukar informasi perihal upaya perbaikan perikanan menuju implementasi bisnis dan praktik perikanan yang lestari. Dalam pertemuan tahunan 2013 yang berlangsung di Jakarta pada 13 & 14 Maret 2013, kandidat dan anggota Seafood Savers menyaksikan pengesahan keanggotaan dua perusahaan kandidat, yaitu UD. Pulau Mas dan PT Arta Mina Tama.

“Permintaan ekspor terhadap ikan kerapu hidup dari Indonesia cenderung meningkat. Hal ini mendorong terjadinya persaingan tidak sehat antara pemain di industri tersebut hingga melakukan praktik-praktik perikanan yang merusak, yaitu pembiusan dengan menggunakan potas. Jika hal ini terus terjadi, dalam lima tahun ke depan mungkin tidak akan ada lagi ikan kerapu atau jenis-jenis ikan karang lainnya yang dapat diberdayakan. Anak cucu kita pun bahkan tidak akan sempat mengetahui seperti apa bentuk ikan kerapu karena populasinya sudah habis dibius," jelas Heru Purnomo, pemilik UD. Pulau Mas yang mewakili perusahaannya langsung untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan WWF-Indonesia.

PT Arta Mina Tama (AMT) merupakan perusahaan penangkap ikan tuna yang berpusat di Muara Baru, Jakarta. AMT mengikutsertakan produk tuna sirip kuning atau Yellowfin tuna (Thunnus albacares) dalam program perbaikan perikanan yang dijalankan Seafood Savers. Dalam komentar yang disampaikan di 
sela-sela Konferensi Pers yang diadakan untuk meresmikan keanggotaan perusahaan-perusahaan ini, Gunawan, Direktur sekaligus pemilik AMT menyatakan puas atas keanggotaannya yang akhirnya diresmikan dalam program Seafood Savers ini. “Namun, pekerjaan penuh tantangan menanti di depan. AMT meyakini bersama WWF-Indonesia dapat melalui tantangan-tantangan tersebut untuk mewujudkan bisnis perikanan tuna yang berkelanjutan sekaligus menguntungkan," lanjut Gunawan.

Kedua perusahaan produsen seafood ini menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan WWF-Indonesia dan menerima Sertifikat Keanggotaan yang dikeluarkan oleh Sekretariat Seafood Savers. Dengan menandatangani perjanjian tersebut, kedua perusahaan menyepakati Rencana Kerja Program Perbaikan Perikanan yang telah disusun bersama-sama dengan Tim Perikanan WWF-Indonesia. Rencana Kerja berisi rincian sejumlah aktivitas yang harus dilakukan perusahaan untuk memperbaiki praktik dan bisnis perikanannya berdasarkan prinsip dan standar perikanan berkelanjutan yang ditetapkan oleh sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC).

Baik UD. Pulau Mas dan AMT sama-sama memperoleh masa keanggotaan selama 5 tahun yang juga merupakan periode waktu yang diperkirakan untuk memenuhi seluruh isi Rencana Kerja. Selama upaya pemenuhannya, UD. Pulau Mas dan AMT akan dievaluasi per enam bulanan untuk mengetahui kemajuan 
perbaikan perikanan mereka. Di tahun keempat keanggotaan, UD. Pulau Mas dan AMT akan melanjutkan upaya-upaya perbaikan ini dengan mendaftarkan komoditi perikanannya untuk mendapat sertifikasi MSC.


Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan Seafood Savers, silakan menghubungi:

Margareth Meutia, Seafood Savers Senior Officer,
Email: mmeutia@wwf.or.id.

Wiro Wirandi, Seafood Savers Officer,
Email: wwirandi@wwf.or.id

Peluang produk perikanan yang dihasilkan dari cara-cara berkelanjutan sangat terbuka lebar. Konsumen dewasa ini semakin paham pentingnya mendapatkan produk berkualitas dan tersertifikasi.
© WWF-Indonesia/Irza Rinaldi Enlarge
Sesi foto bersama setelah penyerahan sertifikat
© WWF-Indonesia/Achmad MUSTOFA Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus