Pembahasan Strategi Implementasi Pembangunan di Heart of Borneo Melalui Pendekatan Ekonomi Hijau



Posted on 04 July 2013  | 
Dokumen “Strategi Implementasi Pembangunan di Heart of Borneo Melalui Pendekatan Ekonomi Hijau”
© Pokjanas HoB Enlarge
Oleh: Nancy Ariaini

Sejak Deklarasi Heart of Borneo (HoB) pada tahun 2007, inisiatif HoB telah mencetak banyak kesuksesan. Namun kenyataan sesungguhnya adalah bahwa kesuksesan yang dicapai itu masih belum cukup untuk memastikan perlindungan dalam jangka panjang. Karena itu dibutuhkan strategi baru yang melibatkan para pihak dari berbagai sektor seperti publik, swasta, LSM, masyarakat dan entitas lainnya. Di samping itu sebuah intervensi pada pembangunan berkelanjutan yang sama pentingnya dengan pendekatan tradisional yaitu konservasi hidupan liar dan lahan. Karena itu pengembangan konsep ekonomi hijau HoB di tiga negara merupakan sebuah pendekatan baru yang menyatukan tema konservasi dan pembangunan berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak tersebut secara aktif dalam perancangan dan implementasi program HoB.

Di Indonesia, kawasan HoB ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 tahun 2008. Sebagai KSN, HoB diprioritaskan dalam perencanaan tata ruang nasional. Selanjutnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 3 tahun 2012 mengenai Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan, dimana HoB ditetapkan sebagai bagian dari kawasan paru-paru dunia. Dengan adanya pengakuan atas pentingnya nilai kawasan HoB melalui berbagai regulasi ini, maka kebijakan pembangunan dibutuhkan untuk memandu pemanfaatan lahan secara benar, dan kebijakan ekonomi hijau merupakan panduan yang dibutuhkan untuk pembangunan di KSN HoB.

Kelompok Kerja Nasional (POKJANAS) HoB membentuk tim teknis yang terdiri dari enam pakar dari enam universitas, dimana tiga di antaranya adalah dari Kalimantan, untuk menyusun sebuah kajian mengenai “Strategi Implementasi Pembangunan di Heart of Borneo Melalui Pendekatan Ekonomi Hijau”. Proses penyelesaian kajian ini dilaksanakan dengan menyelenggarakan diskusi di tingkat nasional (Jakarta) dan daerah (di tiga provinsi) dalam rangka mengumpulkan masukan dan saran untuk penyempurnaan dokumen.

Kajian strategi implementasi menyoroti ekonomi hijau sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan berkelanjutan di kawasan HoB dan merekomendasikan beberapa strategi ekonomi hijau seperti misalnya mekanisme insentif dan disinsentif bagi perusahaan dan masyarakat, optimalisasi PAD dari sektor non kehutanan, sinergi antara rencana tata ruang dengan wilayah HoB, tata kelola hutan yang transparan dan bertanggung jawab, serta penguatan kelembagaan.

Implementasi dari strategi yang direkomendasikan tersebut membutuhkan kondisi-kondisi pemungkin, seperti adanya kebijakan dan regulasi pemerintah pusat (misalnya peraturan mengenai jasa lingkungan), kebijakan dan regulasi pemerintah daerah (berupa PERDA), ada sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah, pengembangan indikator ekonomi hijau, serta adaptasi terhadap isu-isu lokal.

Salah satu isu yang muncul dalam diskusi adalah formalisasi strategi Ekonomi Hijau HoB sebagai kebijakan dan regulasi nasional (dalam bentuk Peraturan Presiden). Hal ini penting untuk memastikan pelaksanaan yang efektif di tingkat lapangan. Pertemuan mengusulkan agar Strategi Ekonomi Hijau HoB menjadi bagian dari Perpres KSN HoB, karena dengan demikian implementasi ekonomi hijau menjadi lebih kuat.

Melibatkan Kementerian Keuangan RI menjadi salah satu kunci untuk memastikan mekanisme insentif atau disinsentif ini dapat dilaksanakan melalui berbagai kebijakan atau langkah-langkah khusus untuk mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pertemuan juga merekomendasikan pentingnya revitalisasi hukum adat yang dapat meningkatkan level partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ekonomi hijau.
 
POKJANAS mengembangkan wacana untuk menyelenggarakan seminar nasional mengenai Ekonomi Hijau HoB pada bulan Agustus 2013 dan membawa dokumen kajian strategi implementasi serta rekomendasi nasional Ekonomi Hijau HoB Indonesia ke forum pertemuan tiga negara HoB yang direncanakan pada bulan September 2013 yang akan datang.
Dokumen “Strategi Implementasi Pembangunan di Heart of Borneo Melalui Pendekatan Ekonomi Hijau”
© Pokjanas HoB Enlarge
-
© Arum KINASIH / WWF-Indonesia Enlarge
Pak Prabianto, interim Ketua POKJANAS HoB Indonesia memandu diskusi
© Arum KINASIH / WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus