Catatan dari Leader WWF HoB Global Initiative Juni 2013



Posted on 21 June 2013  |   |  en  |  id
Oleh: Dr. Tom Maddox

Catatan dari Leader WWF HoB Global Initiative kali ini terinspirasi dari pegunungan Teton di Wyoming, USA yang tengah tertutup salju. Mungkin bukanlah tempat yang pas untuk mengurusi Heart of Borneo jika Anda tidak mengetahui bahwa inilah lokasi berlangsungnya Pertemuan Tahun WWF tahun 2013 dimana para CEO WWF dan manajer program dari masing-masing negara berkumpul dan membuat perencanaan WWF ke depan. Meski pertemuan WWF ini diadakan di belahan dunia yang lain, tentunya ada dampak yang signifikan terhadap program Borneo.
 
Salah satu kesan pertama yang saya rasakan ketika saya bergabung dengan WWF dan berangkat dari pengalaman saya yang pernah bekerja di LSM yang lebih kecil adalah kekuatan dan potensi jejaring yang dimiliki oleh WWF. Dengan kantor yang tersebar di ratusan negara di seluruh dunia, adalah sesuatu yang sangat mungkin bila ada seseorang di tempat lain yang sedang menangani isu yang memiliki kemiripan dengan yang tengah Anda tangani, dan berbagai keahlian secara teoritis, sebagai referensi, yang dapat dengan mudah didapatkan. Tetapi sebagaimana organisasi global lainnya, WWF juga berjuang untuk memanfaatkan potensi ini secara maksimal. Apalagi bila terkait dengan isu perubahan iklim, deforestasi dan hilangnya spesies, bekerja tidak maksimum jelas bukan sebuah pilihan yang baik. Konferensi Wyoming menandai sebuah titik penting dari upaya WWF mengatasi persoalan ini, dimana WWF Assembly (Majelis WWF) mendiskusikan berbagai usulan/proposal dan memilih yang terbaik mengenai bagaimana WWF sebagai sebuah kesatuan akan bergerak di masa depan. ‘Truly Global’ menjadi sebuah pilihan yang disepakati dan WWF kini akan memulai sebuah cara baru untuk memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk misi konservasinya.
 
Jadi apa maknanya hal ini bagi Heart of Borneo? Pertama ini berarti kantor WWF di Indonesia dan Malaysia seyogyanya semakin diperkuat dalam beberapa tahun ke depan. WWF sebagai sebuah jejaring memahami bahwa salah satu cara terbaik untuk membawa perubahan di kawasan adalah melalui penguatan kantor-kantor kerja WWF di tingkat negara, pengguliran sumber daya yang signifikan, dan meningkatkan kapasitas dalam bekerja sama dengan pemerintah, bisnis dan masyarakat sipil. Pada program Heart of Borneo yang bergantung pada kantor nasional WWF-Indonesia dan WWF-Malaysia dalam rangka mewujudkan sebagian besar tujuan programnya, hal ini tentu merupakan dukungan yang sangat berarti. Kedua, ini berarti bahwa mekanisme pendanaan akan berubah dari yang sifatnya untuk operasional berbasis project jangka waktu pendek menjadi berbasis program jangka panjang yang berfokus pada kawasan-kawasan prioritas, seperti hutan Borneo. Ini merupakan kunci berbagai pencapaian perubahan transformasional yang dibutuhkan oleh Heart of Borneo, seperti misalnya mengupayakan terjadinya perubahan kebijakan dan peraturan, yang umumnya jarang dapat direalisasikan hanya dalam jangka waktu satu tahun. Ketiga, tuntunan akuntabilitas terhadap operasional di lapangan menjadi lebih besar. Kantor-kantor donor akan mengalokasikan pendanaan yang lebih besar untuk jangka waktu yang lebih panjang, tetapi tentu mengharapkan pemanfaatan yang jauh lebih maksimal. Pengukuran kinerja dan perkembangan secara tepat waktu dan transparan akan menjadi komponen utama dalam semua aktivitas ke depan. Jika langkah-langkah reformasi ini dijalankan di WWF, maka WWF memiliki kekuatan untuk mendayagunakan semua potensi yang ada, seperti yang menjadi kesan pertama saya dulu.
 
Tentu saja masih sebuah perjalanan panjang untuk dapat menerjemahkan diskusi tingkat tinggi ini agar memiliki dampak-dampak konservasi di lapangan, dan tentu saja meski WWF mengeluarkan kekuatan penuh, ini hanyalah satu bagian dari sebuah gambar besar Heart of Borneo. Tetapi usulan di Wyoming telah menjadi perkembangan yang besar bagi WWF dan menjadi sebuah keuntungan bagi Heart of Borneo di masa datang. Misi keterlibatan saya dalam konferensi tersebut untuk mendapatkan peluang agar bisa bekerja sama dengan donor Heart of Borneo dan mitra program, tetapi saya menyadari semakin banyak juga yang harus dilakukan di Borneo. Saya kembali ke Heart of Borneo dengan penuh inspirasi, dan saya tahu ada dukungan yang besar dari Konferensi Wyoming.
Dr. Tom Maddox, HoB Global Initiative Leader
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus