Pengenalan Lingkungan dari Sektor Pendidikan Melalui PLH



Posted on 08 October 2009  |   |  en  |  id

Untuk disiarkan segera 8 Oktober 2009

Kasongan (08/10)–Konsultasi Publik kurikulum muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup  ini mempertemukan berbagai institusi seperti Dinas Pendidikan, Badan Lingkungan Hidup, Pendidik (Guru dan Kepala Sekolah di Katingan), dan praktisi lainnya. Bupati Katingan, Drs. Duwel Rawing akan membuka acara tersebut sekaligus menjadi keynote speaker di Aula Bappeda Kabupaten Katingan.

Guna menunjang visi dan misi Pemerintah Daerah dalam menyampaikan nilai-nilai lingkungan melalui sektor pendidikan, WWF Indonesia Kalimantan Tengah telah melakukan rangkaian kegiatan penyusunan muatan lokal dengan topik lingkungan bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Katingan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Katingan dan juga Badan Lingkungan Hidup Katingan.  Acara yang dihadiri guru-guru tingkat sekolah dasar dan menengah  ini merupakan puncak kegiatan dari Tim Penyusun yang nantinya akan mempresentasikan tahapan penyusunan, isi dan cara menggunakan mulok (muatan lokal) setelah dua hari sebelumnya (06-07 Oktober 2009) dilakukan Lokalatih untuk para Guru Tim Penyusun Kurikulum Muatan Lokal Kabupaten Katingan.

Rosenda Chandra Kasih, Site Coordinator WWF-Indonesia Kalimantan Tengah menuturkan, ”Sebagai mitra pemerintah daerah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, kami berinisiatif dan mengambil peran dalam upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan melalui kegiatan konservasi. Salah satu upaya kegiatan mendorong prinsip dimaksud adalah melalui pengenalan lingkungan dari sektor pendidikan mulai dari tingkat pemula atau anak-anak”.  Peran pendidikan lingkungan memiliki arti penting untuk meningkatkan kesadaran, membangun individu dan masyarakat, yang mampu merawat dan mengembangkan lingkungan yang berkualitas dan mencegah permasalahan lingkungan di masa depan.

Diharapkan kedepan WWF Indonesia bersama Pemda Kabupaten Katingan dapat memasuki tahapan pendampingan untuk sekolah percontohan yang berbudaya lingkungan atau hijau (Green School). ”Sebelum sampai pada proses itu, maka buku muatan lokal yang telah disusun oleh para guru di Kabupaten Katingan ini harus diperkenalkan dan dilakukan konsultasi publik terlebih dahulu. Semacam pembahasan secara mendalam dengan menghadirkan beberapa orang guru dan praktisi guna melakukan bedah buku, dimana sebagai narasumbernya adalah Tim Penyusun Buku tersebut”, lanjut Rosenda Chandra Kasih.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Drs. Hariadi T. Samat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan

Rosenda Chandra Kasih, Site Coordinator, WWF-Indonesia, Kalimantan Tengah
email: rkasih@wwf.or.id, hp: 0811529533
Rini Andriani, Environmental Education, WWF-Indonesia
email: randriani@wwf.or.id, hp: 0812 9187775

Catatan untuk Redaksi:

Tentang Environmental Education
EE atau PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat yang mendorong masyarakat untuk mencari, mengajukan pertanyaan dan meneliti masalah lingkungan serta mencari cara-cara pemecahan masalah lingkungan dan sosial yang saling berkaitan (NAAEE–North American Association for Environmental Education).

Pendidikan lingkungan hidup bertujuan untuk membantu mengembangkan kemampuan, baik masyarakat maupun individu sehingga mereka dapat berperan serta secara aktif dalam mencapai misi tersebut. Unit EE (Environmental Education) menjadi salah satu program kerja WWF-Indonesia sejak tahun 1995. EE merupakan bagian dari kegiatan komunikasi di WWF - Indonesia.

EE menjadi salah satu tombak kegiatan di Komunikasi karena EE meningkatkan kesadartahuan kepada masyarakat dan pengetahuan tentang permasalahan lingkungan. Pada akhirnya, masyarakat diharapkan akan mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan untuk membuat keputusan dan mengambil bagian dalam aksi menyelamatkan bumi.

Awal dari kegiatan EE adalah awareness melalui media elektronik dan cetak. Kemudian berlanjut ke pembentukan perilaku masyarakat yang sadar akan menjaga bumi secara berkelanjutan melalui pendidikan secara formal dan informal melalui sekolah dan kelompok masyarakat.

Tentang WWF
WWF adalah organisasi konservasi global yang mandiri dan didirikan pada tahun 1961 di Swiss, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jaringan yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 25 wilayah kerja lapangan dan 17 provinsi. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak ekologis aktivitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan.

Selebihnya tentang WWF-Indonesia, silakan kunjungi website utama organisasi ini di http://www.panda.org/; situs lokal di http://www.wwf.or.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://www.supporterwwf.org/.

WWF-Indonesia dan Heart of Borneo: http://www.wwf.or.id/HeartofBorneo  atau http://www.wwf.or.id/JantungKalimantan

***
© WWF-Indonesia/Tira Maya Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus