Panduan Identifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi di Indonesia
Revisi Toolkit tersebut dimaksudkan untuk memberikan penjelasan yang lebih terstruktur, logis dan rinci mengenai konsep dan metodologi HCV, definisi dan istilah yang digunakan, tahap-tahap dalam proses identifikasi HCV, serta hak dan kewajiban para pihak yang terlibat, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
- mengakomodasikan secara eksplisit konsep HCV / NKT dalam sektor-sektor yang berbeda (disamping pengelolaan hutan produksi) yang memungkinkan aplikasinya secara umum
- melakukan proses revisi dalam Bahasa Indonesia untuk menghindari kesalahpahaman dan ketidakjelasan serta mendorong keterlibatan yang lebih aktif dari para pihak yang relevan
- melakukan revisi secara transparan dan melibatkan para pemangku kepentingan seluas-luasnya untuk mendapatkan dukungan, komitmen, dan pengakuan secara penuh dalam seluruh proses HCV mulai dari penilaian, sampai pengelolaan dan pemantauan
Revisi ini dilakukan secara partisipatif dengan berbagai cara, baik melalui pertemuan-pertemuan multipihak secara rutin (bulanan) dalam dua kelompok kerja serta serta pertemuan-pertemuan stakeholder umum di tingkat pusat (Jakarta) dan di daerah (Sumatra, Kalimantan dan Papua), maupun melalui diskusi-diskusi berbasis internet.
Selengkapnya....


Comments
blog comments powered by Disqus