Upaya Konservasi

Rhinocare Program / ©: WWF-Indonesia
Rhinocare Program
© WWF-Indonesia

Upaya Konservasi Berkelanjutan

Meskipun dapat dikatakan telah sukses mempertahankan kelangsungan hidup populasi Badak Jawa di TN Ujung Kulon, namun WWF menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk menjamin kelestarian mereka. Oleh karena itu sangat penting dilakukan upaya kerjasama dari semua mitra lembaga masyarakat untuk fokus pada konservasi jangka panjang satwa langka ini.


Adanya temuan foto pada Juli 2006 yang menggambarkan induk badak bersama anaknya memberikan harapan bahwa populasinya masih terus berkembang. Gambar-gambar tersebut tertangkap oleh salah satu kamera intai dari total 26 kamera intai yang dipasang di TN Ujung Kulon. Temuan gambar anak Badak Jawa tersebut - didentifikasi dari foto kamera intai dan ukuran jejak kaki - memberikan harapan baru dan dorongan untuk upaya konservasi bagi mamalia besar ini. Kita meyakini bahwa ini waktu yang tepat untuk menggiatkan kembali upaya-upaya kita untuk menyelamatkan masa depan Badak Jawa.


Walaupun telah berhasil mengumpulkan informasi dari beberapa penelitian, namun masih dibutuhkan lebih banyak informasi untuk mengelola kehidupan satwa liar tersebut.


WWF-Indonesia telah membuat rencana kegiatan penelitian untuk jangka 10 tahun mendatang, yaitu:


1. Memantau pola pergerakan, distribusi dan daerah jelajah untuk induk badak dan anaknya. Penelitian ini bermanfaat memberikan informasi penting tentang siklus reproduksi, periode menyapih dan perilaku kawin betina dewasa. Hasil tersebut dapat diperoleh menggunakan (kamera intai) otomatis (camera trapping)


2. Melakukan analisis genetik dengan metode uji DNA guna menentukan tingkat kelangsungan hidup setiap individu badak dan potensi keberhasilan reproduksinya.


3. Melakukan persiapan agar terciptanya habitat kedua untuk Badak Jawa di luar TN Ujung Kulon. Saat ini populasi Badak Jawa terkonsentrasi secara ekslusif hanya di Taman Nasional Ujung Kulon sehingga rentan terhadap bencana alam, penyakit endemik dan ancaman lainnya yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. WWF meyakini perlunya identifikasi habitat kedua yang cocok dan sesuai secara ekologis bagi Badak Jawa untuk memastikan gen yang unggul tetap bertahan. Saat ini penelitian awal sedang dilakukan untuk mengidentifikasi dan menetapkan habitat kedua yang sesuai dan aman bagi Badak Jawa. Salah satu alternatif habitat kedua yang sedang diidentifikasi adalah Taman National Halimun Salak, yang lokasinya relatif dekat dengan Taman Nasional Ujung Kulon.
 

  / ©: WWF-Indonesia
© WWF-Indonesia