site

Kayan Mentarang

Others within Kalimantan

Kayan Mentarang

WWF-Indonesia sudah bekerja di Taman Nasional Kayan Mentarang sejak tahun 1990an. Di awal proyek, pekerjaan yang dilakukan lebih focus pada identifikasi, berupa riset-riset ilmiah, dari mulai tema yang terkait dengan keanekaragaman hayati, upaya pengelolaan konservasi maupun tema-tema sosial budaya dan kemasyarakatan. Hasil dari beberapa riset partisipatif yang dilakukan mengarahkan WWF-Indonesia untuk memfasilitasi berbagai pihak dalam menghadapi tantangan praktis mengenai model pengelolaan kawasan konservasi dengan berbasiskan masyarakat. Kompilasi hasil dari program tersebut kemudian disusun dan dibukukan menjadi Rencana Pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang dalam jangka panjang (25 tahun) yang kemudia ditetapkan melalui SK Menteri Kehutanan no 1213/kpts-II/2002 tentang Rencana Pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang (RPTNKM).

Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) terbentang di sepanjang perbatasan Propinsi Kalimantan Timur dengan wilayah negara bagian Sabah dan Sarawak, Malaysia, dengan luas sekitar 1,35 juta hektra. Sudah sejak ratusan tahun yang lalu dihuni oleh masyarakat suku Dayak dengan beranekaragam kelompok etnis bahasa. TNKM merupakan salah satu pusat utama keanekaragaman hayati dunia. Beragam vegetasi dapat ditemui, mulai dari hutan dataran rendah, pegunungan rendah, pegunungan kapur, dan padang rumput dalam suatu habitat yang majemuk. Sedikitnya 150 jenis mamalia diperkirakan terdapat di kawasan ini, 300 jenis burung sudah diamati atau dilaporkan keberadaannya, begitu pula halnya dengan reptile, amfibi dan serangga.

Visi WWF-Indonesia di TNKM sebagai bagian integral dari gugus hutan dataran tinggi dan pegunungan di jantung Kalimantan adalah untuk membantu mewujudkan pengelolaan secara kolaboratif dan efektif dengan mengedepankan integritas keanekaragaman hayati dan fungsi lingkungan hidup untuk menopang pembangunan berkelanjutan yang menguntungkan bagi masyarakat lokal   dan pemerintah daerah.

Mitra-mitra WWF-Indonesia yang pernah dan sedang mendukung kegiatan di TNKM sejak awal adalah Ford Foundation, Total Foundation, WWF Germany, DANIDA, ITTO dan DFID.

Target penting yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan WWF-Indonesia di TNKM dapat dikelompokkan dalam dua fase:

  1. Fase Perencanaan Pengelolaan: dimulai sekitar tahun 1996 ketika terjadi perubahan status Cagar Alam menjadi Taman Nasional Kayan Mentarang. Disusunlah buku Rencana Pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang (RPTNKM) selama 25 tahun, yang kemudian disahkan oleh SK Menteri Kehutanan no 1213/kpts-II/2002 tentang Rencana Pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang. Perjuangan masyarakat adat yang menginginkan agar dalam pengelolaan kawasan taman nasional bias melibatkan masyarakat mulai dari proses pembuatan kebijakan hingga pelaksanaan menemukan titik terang dengan dikeluarkannya SK Menteri Kehutanan no 1214/kpts-II/2002 tentang Pengelolaan Kolaboratif TMKN. Sementara untuk mengawal proses penyelenggaraan pengelolaan kolaboratif tersebut maka ditetapkan pula SK Menteri Kehutanan no 1215/kpts-II/2002 tentang Pembentukan Dewan Penentu Kebijakan (DPK) TNKM.
  2. Fase Implementasi Rencana Pengelolaan: selama kuang lebih 4 tahun fase implementasi rencana pengelolaan, beberapa target yang telah dicapai adalah sebagai berikut:
    • pengembangan kelembagaan dan fasilitas pendukung pengelolaan TNKM
    • peningkatan kualitas pemanfaatan sosial-ekonomi TNKM bagi masyarakat sekitar
    • penelitian dan pengembangan
    • pendidikan dan penyadartahuan
    • perlindungan, pengamanan dan monev kawasan.

Hingga tahun 2006, WWF-Indonesia didukung pendanaan dari DANIDA, GTZ dan WWF Germany untuk mencapai beberapa target penting yang terkait dengan:

  • memfasilitasi terbentuknya lembaga pengelola TNKM yang kolaboratif
  • memfasilitasi proses penetapan definitif batas kawasan TNKM
  • memfasilitasi peningkatan kualitas pemanfaatan sosial-ekonomi TNKM bagi masyarakat sekitar

melalui pengelolaan efektif, penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) serta pembangunan berkelanjutan.