Indonesia Menuju COP 21 Paris | WWF Indonesia

Indonesia Menuju COP 21 Paris

Membawa komitmen Indonesia dalam Perjanjian Iklim global 2015

#perubahaniklim #COP21
©: WWF / Richard Stonehouse
©: Rosa Merk / WWF-Germany

Apa COP 21?

COP (Conference of the Parties) 21 adalah pertemuan tahunan Para Pihak yang ke-21 dalam membahas pelaksanaan dari Konvensi PBB Kerangka Kerja Perubahan Iklim (UNFCCC).

COP 21 yang dilangsungkan di Paris bertujuan untuk melahirkan perjanjian global perubahan iklim sebagai kerangka transisi menuju ekonomi dan masyarakat rendah karbon yang memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim.

Pelajari lebih lanjut

Beberapa tahun belakangan ini semakin banyak terjadi fenomena perubahan iklim yang cukup signifikan di Indonesia seperti, musim kering berkepanjangan, curah hujan yang tinggi dan tidak menentu, kenaikan muka air laut, perubahan pola angin dan lainnya.

Fenomena perubahan iklim atau cuaca ekstrim ini memberikan dampak bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya di muka bumi.

Perubahan iklim bukan hanya karena fenomena alam tetapi juga akibat kegiatan manusia di muka bumi yang memicu penipisan lapisan ozon di atmosfer bumi dan pemanasan bumi secara global, misalnya: penebangan hutan dan deforestasi, penggunaan bahan bakar kotor yang bersumber dari energi fosil seperti minyak bumi, gas bumi dan batubara, pembakaran sampah, pembukaan lahan gambut dll.

"Dibandingkan dengan Kyoto dan proses sebelumnya, Paris memberikan sinyal harapan untuk kesepakatan yang lebih berdampak, meskipun lebih banyak kemajuan politik yang dibutuhkan." – Rachmat Witoelar

© WWF Intl. / Woohae Cho / The Stand

Dampak Perubahan Iklim Global bagi Indonesia

  • Naiknya permukaan air laut

  • Cuaca ekstrim

  • ​Meningkatnya wabah penyakit

  • Ancaman ketahanan pangan akibat gagal panen

  • Berkurangnya ketersediaan air bersih

  • ​Meningkatnya suhu air laut menyebabkan kerusakan ekosistem

©: WWF-Indonesia
© naturepl.com / Tim Laman / WWF

Upaya Adaptasi Perubahan Iklim

  • Siaga bencana, sistem peringatan dini dan strategi penanganan lokal

  • Pembangunan infrastruktur penyimpanan air, seperti waduk

  • Mengurangi tekanan terhadap terumbu karang

  • Pemeliharaan dan restorasi pantai dan ekosistem

Komitmen Indonesia Tahun 2009


Presiden Yudhoyono pertama kali menyampaikan komitmen sukarela Indonesia mengurangi emisi sebesar 26% dengan usaha sendiri dan mencapai 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2020 pada G20 Summit di Pittsburg. Komitmen ini kembali ditegaskan oleh Presiden Yudhoyono dalam COP 15 di Copenhagen.

Cari tahu lebih lanjut

Komitmen Indonesia Tahun 2010


Bulan Mei 2010, Pemerintah RI dan Pemerintah Kerajaan Norwegia menandatangani Letter of Intent (Surat Pernyataan Kehendak) tentang Kerja Sama dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan. Dalam kerangka kerja sama berbasis kinerja ini, Norwegia berkomitmen menyediakan pendanaan hingga 1 miliar USD.

Cari tahu lebih lanjut

Komitmen Indonesia Tahun 2011


Melalui Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011, Pemerintah mengesahkan Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN GRK) sebagai dokumen rencana kerja pelaksanaan kegiatan penurunan emisi GRK. RAN GRK meliputi bidang: pertanian, kehutanan & lahan gambut, energi & transportasi, industri, pengelolaan limbah dan kegiatan pendukung lain.

Cari tahu lebih lanjut

Komitmen Indonesia Tahun 2014


Bappenas menerbitkan Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN API) yang merupakan dokumen kebijakan yang bersifat lintas bidang, untuk jangka pendek dan jangka menengah serta arahan adaptasi untuk jangka panjang.

Cari tahu lebih lanjut

Komitmen Indonesia Tahun 2015


Pada tanggal 24 September, secara resmi Pemerintah Indonesia mengirimkan  Intended Nationally Determined Contribution (INDC) sebagai salah satu langkah menuju COP 21 di Paris. Dalam dokumen ini, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK melalui usaha sendiri sebesar 29% pada tahun 2030.

Cari tahu lebih lanjut

TEKNOLOGI KITA MILIKI.
ORANG-ORANG SUDAH SIAP. ILMUWAN TELAH BERBICARA.
BISNIS BERGERAK MAJU MENUJU ARAH KEBERLANJUTAN.
SEKARANG KITA PERLU PEMERINTAH UNTUK AMBIL TINDAKAN!