Market Transformation Initiative Indonesia | WWF Indonesia

Market Transformation Initiative Indonesia



 rel=
Sustainable Oil
© Video Sustainable Palm Oil

Tantangan Global

Saat ini manusia menggunakan sumber daya alam dengan laju yang melebihi daya dukung bumi. Sekitar 92% dari penggunaan air tawar di dunia diperuntukkan untuk produksi pertanian dan perkebunan, sementara sekitar 40% dari kawasan yang dapat ditinggali dipergunakan untuk produksi komoditas yang kita konsumsi. Dan setiap tahunnya, daerah produksi tersebut terus meluas ke habitat alami yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa adanya perubahan pola produksi dan konsumsi dunia, bumi tidak akan mampu lagi menopang hidup kita.

Tim Kami

Irwan Gunawan
Deputy Director MTI Indonesia
igunawan@wwf.or.id
 

Annisa Ruzuar
Communication Coordinator MTI Indonesia
asruzuar@wwf.or.id
 

Rizkiasari Yudawinata
Market Transformation Officer for Private Sector Policy
rjoedawinata@wwf.or.id

 

Komoditas Prioritas

Komoditas yang menjadi prioritas MTI-Indonesia mencakup kelapa sawit, kertas dan bubur kertas, produk kehutanan, produk perikanan, kopi, coklat dan komoditas pertambangan (terutama batubara).

Selain menjadi andalan Indonesia, komoditas tersebut menjadi penting karena dampaknya bagi keragaman hayati, cadangan air dan iklim. Produksi secara tidak lestari akan berimbas pada laju deforestasi, emisi gas rumah kaca dan menipisnya hasil laut Indonesia.

MTI Indonesia

WWF-Indonesia melalui program Market Transformation Initiative (MTI/Inisiatif Transformasi Pasar) melihat pentingnya transformasi pada pola produksi dan konsumsi komoditas yang berdampak penting bagi kelestarian bumi dan isinya. Dengan pola produksi yang lebih efisien dan bertanggung jawab, serta dengan adanya permintaan yang signifikan untuk produk ramah lingkungan, pasar dapat bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan.

Indonesia menjadi negara yang penting bagi perubahan pola produksi dan konsumsi dunia. Indonesia adalah negara penghasil komoditas primer dengan produk andalan di bidang pertanian, kehutanan, perikanan dan pertambangan . Berdasarkan laporan the World Economic Forum, Indonesia termasuk ke dalam 17 besar perekenomian dunia dan merupakan 6 besar di antara negara berkembang lainnya. Pertumbuhan ekonomi terbilang dinamis dengan rata-rata pertumbuhan 5% antara 2001-2010 dan potensi pasar domestik yang sangat besar. Pasar domestik Indonesia menduduki peringkat 15 dengan pertumbuhan kelas menengah yang sangat signifikan. Dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa, pola konsumsi Indonesia akan berpengaruh pada pola produksi dan ketersediaan sumber daya dunia.

Strategi MTI Indonesia

MTI-Indonesia menggunakan pendekatan strategis dalam melakukan perubahan pasar. Riset yang dilakukan oleh jaringan MTI menunjukkan dengan mengubah 20% permintaan ke arah yang lebih lestari, 50% produksi juga dapat bertransformasi menjadi lebih lestari. Karena itu MTI Indonesia memfokuskan kerja pada kelompok perusahaan besar yang sangat mempengaruhi permintaan komoditas.

Secara garis besar, MTI-Indonesia melakukan pendekatan melalui tiga strategi:

  • Kerjasama multi-pihak, melalui skema sertifikasi pihak ketiga yang kredibel dan independen. Skema ini menyatukan para pihak dari sisi produksi dan konsumsi dengan pemangku kepentingan lainnya. Saat ini, MTI-Indonesia telah meningkatkan kerjasama dengan RSPO, FSC, MSC dan ASC.
  • Kerjasama dengan perusahaan. MTI bekerjasama secara langsung dengan perusahaan strategis untuk memperbaiki kegiatan dan rantai produksi, serta mengurangi dampak lingkungan mereka. 
  • Kerjasama dengan institusi finansial dan pemerintah, untuk mempengaruhi investasi dan kebijakan insentif yang mempengaruhi rantai perdagangan domestik dan global.
  • Melakukan kampanye publik untuk meningkatkan kepedulian dan mengubah perilaku masyarakat agar peduli dengan dampak konsumsi tidak lestari serta jejak ekologis  yang ditimbulkannya.