Spesies | WWF Indonesia

Spesies



Meskipun daratan Indonesia hanya menutupi 1,3% dari permukaan Planet Bumi, secara global negara kita merupakan rumah bagi 12% mamalia, 16% reptil dan amfibi, 17% burung, 10% tanaman berbunga, serta 25% spesies ikan.

WWF Indonesia berupaya melindungi spesies terancam punah yang penting bagi ekosistem, dan juga merupakan ...
  • spesies yang berperan penting dalam rantai makanan
  • spesies yang berkontribusi menjaga stabilitas ekosistem dan regenerasi habitat
  • spesies yang mewakili kebutuhan konservasi dalam skala luas
... selain juga bernilai penting bagi manusia, seperti ...
  • spesies yang mempunyai nilai budaya bagi masyarakat
  • spesies yang dieksploitasi berlebihan secara komersil

Ada dua kelompok spesies yang menjadi fokus kerja kami
, yaitu:
  1. Flagship species – atau spesies kunci, yaitu satwa yang menjadi ikon: Keberadaannya mampu menggalang aksi, meningkatkan kesadartahuan dan dukungan bagi upaya konservasi dalam skala luas. Misalnya, harimau, gajah, badak, penyu dan orangutan. 
  2. Foot print impacted spesies – atau spesies yang populasinya terancam akibat konsumsi yang tidak berkelanjutan, seperti eksploitasi, perburuan atau penangkapan berlebih. Contohnya adalah hiu dan kayu ramin.
Dengan memfokuskan upaya konservasi pada kelompok spesies tersebut, baik flora maupun fauna, akan secara langsung melindungi spesies penting lain, baik yang hidup pada habitat yang sama maupun yang mengalami ancaman serupa.

TAHUKAH KAMU?

Saat ini, sekitar 23% jenis mamalia dan 12% jenis burung masuk dalam kategori terancam punah dalam Daftar Merah IUCN. Gaya hidup konsumtif yang tidak ramah lingkungan juga berkontribusi terhadap kepunahan spesies
Masalah dan ancaman utama kepunahan spesies

Secara umum penyebab utama penurunan populasi spesies adalah aktivitas manusia. Disadari atau tidak, lahan yang kita tempati, makanan, pakaian, bahan bakar, dan barang-barang yang kita beli, serta sampah yang kita hasilkan –berkontribusi menjadi penyebab punah atau berkurangnya populasi spesies
  • kerusakan habitat hutan
  • konflik manusia dan satwa
  • perdagangan, perburuan dan penangkapan berlebih
  • tangkapan samping (by catch)
  • perubahan iklim
  • spesies invasif
  • polusi
Rusaknya hutan menyebabkan satwa liar kehilangan sumber makanan, habitat tempat tinggal, dan ruang jelajah untuk berkembang biak. Satwa liar yang habitatnya terganggu menjelajah perkebunan atau kawasan tempat tinggal manusia, sehingga terjadi perebutan ruang atau konflik antara satwa liar dan manusia yang kerap berakhir dengan kematian satwa karena ditangkap paksa atau diracun.

Perdagangan, perburuan dan penangkapan satwa liar secara berlebihan juga menjadi pemicu kepunahan spesies tersebut. Begitu juga tangkapan samping atau bycatch – dimana satwa dilindungi mati tertangkap tanpa sengaja, misalnya akibat praktik perikanan yang tidak berkelanjutan.

Perubahan iklim, polusi, dan invasif spesies berdampak pada habitat dan ekosistem serta kemampuan spesies bertahan hidup dan berkembang biak.

Spesies kunci
•    Badak Jawa
•    Badak Sumatera
•    Harimau Sumatera
•    Orangutan Sumatera
•    Gajah Sumatera
•    Gajah Kalimantan
•    Orangutan Kalimantan
•    Penyu
•    Kangguru pohon

Spesies yang terancam eksploitasi / penangkapan berlebih
•    Ramin
•    Hiu
•    Terumbu Karang
•    Tuna

Dengan melindungi spesies kunci dan spesies yang terancam eksploitasi berlebih, spesies penting lain juga terlindungi
•    Bekantan
•    Burung Rangkong
•    Beruang Madu
•    Macan Dahan
•    Kucing Emas
•    Kucing Congkok
•    Kambing hutan
•    Kelinci sumatera
•    Pesut Air Tawar
•    Hiu Paus
•    Raflessia
•    Amorphopallus
•    Anggrek Hitam