Sustainable Finance | WWF Indonesia


 
	© shuttestock / Leung Cho Pan / WWF

Sustainable Finance

Pilot Project

 
	© Shutterstock / isak55 / WWF
To be a sustainable banking in Indonesia
© Shutterstock / isak55 / WWF
Langkah pertama menjadi perbankan berkelanjutan

Selama 18 bulan terhitung dari Januari 2016, para bank peserta akan didampingi oleh OJK dan WWF Indonesia untuk mulai menerapkan keuangan berkelanjutan yang terdiri dari pengembangan kerangka kerja integrasi aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (LST), antara lain sebagai berikut: 

  • Identifikasi tingkat penerapan keuangan berkelanjutan bank saat ini,
  • Menentukan target bank dalam meningkatkan integrasi keuangan berkelanjutan,
  • Pengembangan dan penetapan kerangka kebijakan keuangan berkelanjutan di level korporasi,
  • Penyempurnaan dan penetapan kebijakan sektoral pembiayaan untuk industri kelapa sawit, dimana industri ini akan menjadi contoh penerapan di dalam pilot project ini.
     
 
	© WWF-Indonesia
Sustainable finance in Singapore, Malaysia and Indonesia: an overview of financiers´s ESG practices, disclosure standards and regulations.
© WWF-Indonesia

Dengan komitmen bank dalam mengelola dan menerapkan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola, bank turut mengambil peran untuk meningkatkan profil kinerja perusahaan di Indonesia.

Efransjah - CEO WWF-Indonesia

 
	© WWF-Indonesia
Efransjah - CEO WWF-Indonesia
© WWF-Indonesia

Delapan Bank Terbesar Berkomitmen Terapkan Keuangan Berkelanjutan

 
	© WWF-Indonesia / Novita Eka Syaputri
CEOs from first movers on Sustainable Banking
© WWF-Indonesia / Novita Eka Syaputri
Delapan bank dengan aset terbesar berkomitmen menjadi perintis untuk perbankan yang berkelanjutan

Komitmen tersebut dituangkan melalui Proyek Percontohan (Pilot Project) kerjasama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan WWF-Indonesia yang bertajuk “Langkah Pertama untuk Menjadi Bank yang Berkelanjutan”. Kedelapan bank tersebut adalah, Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, Bank Muamalat, BRISyariah, Bank bjb dan Bank Artha Graha Internasional.
 
Komitmen ini merupakan langkah besar yang diambil para bank tersebut, hanya kurang dari setahun setelah diluncurkannya  Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan oleh OJK pada 5 Desember 2014.
 
Proyek percontohan ini bertujuan  mendukung penyiapan kompetensi bank menyangkut sasaran dalam Peta Jalan  Keuangan Berkelanjutan di Indonesia periode 2014-2019. Kompetensi yang disasar secara khusus adalah kemampuan organisasi dalam mengelola aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (LST) dalam keputusan bisnisnya. Juga untuk meningkatkan porsi pembiayaan ke kegiatan bisnis yang dilakukan secara berkelanjutan. Continue Reading 

 
	© WWF-Indonesia
Sustainable finance in Singapore, Malaysia and Indonesia: an overview of financiers´s ESG practices, disclosure standards and regulations.
© WWF-Indonesia

Langkah besar yang diambil oleh delapan bank yang mewakili 46% aset perbankan nasional ini diharapkan mendorong bank dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya mengikuti jejak mereka untuk mulai menerapkan keuangan berkelanjutan di Indonesia

Muliaman D Hadad - Ketua Dewan Komisioner OJK

 
	© OJK
Muliaman D Hadad - Dewan Komisioner OJK
© OJK

RUANG DIALOG perbankan berkelanjutan (roundtable on sustainable banking)

 
	© WWF-Indonesia
Roundtable dialouge
© WWF-Indonesia
Proyek percontohan ini sebagai wadah ruang dialog (roundtable dialogue) diantara para ahli dan praktisi perbankan, dan sektor industri tertentu untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Diharapkan roundtable dialogue ini menghasilkan peluang bisnis seputar keberlanjutan serta terobosan-terobosan terkait praktik perbankan yang berkelanjutan. Serta Menciptakan kesempatan dan kompetensi yang setara bagi bank pada umumnya dalam menerapkan perbankan yang berkelanjutan di Indonesia.

 
	© WWF-Indonesia
The crities 2050
© WWF-Indonesia