Upaya Konservasi

Program Iklim & Energi

 / ©: WWF-Indonesia / PRIMAYUNTA
Kincir Angin
© WWF-Indonesia / PRIMAYUNTA
Iklim menggerakkan musim dan mengatur pola cuaca. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa iklim berubah. Akibat perubahan iklim lebih sering terjadi pemutihan (bleaching) pada terumbu karang yang mengancam kehidupan masyarakat di wilayah pesisir; meningkatnya kebakaran; curah hujan yang meningkat, perubahan habitat dan banyak dampak lainnya. Kini ada kesepakatan bahwa manusia lah yang memegang peran penting dalam perubahan ini. Artinya juga, manusia dapat membantu memperlambat proses ini, membantu alam dan komunitas untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. (Selengkapnya...)

Program Kehutanan-Spesies

  / ©: WWF-Indonesia
© WWF-Indonesia
Dalam 50 tahun terakhir, penggundulan dan kerusakan hutan tropis terjadi dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, juga di Indonesia. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), rata-rata 14,6 juta hektar hilang setiap tahunnya. Sering terjadi wilayah hutan ditebang habis, diubah menjadi lahan pertanian atau perkebunan. Tetapi kebanyakan kandungan hara dalam tanah sangat rendah keberlanjutannya tidak terjamin. Akhirnya kualitas tanah terus menurun untuk dapat menunjang kehidupan, melestarikan keanekaragaman hayati atau pun mengembangkan perekonomian. WWF-Indonesia bekerja untuk melindungi perbatasan terakhir dari hutan alam Indonesia, menjamin dilakukan pengelolaan produk-produk hutan yang berkelanjutan, dan menyembuhkan hutan yang rusak. (Selengkapnya...)

Program Kelautan-Spesies

 / ©: WWF-Indonesia
© WWF-Indonesia
Sektor perikanan laut Indonesia menghadapi risiko serius karena eksploitasi yang berlebihan. Hidup jutaan masyarakat miskin di wilayah pesisir bergantung pada sektor perikanan berskala kecil untuk memenuhi kebutuhan protein dan mendapatkan uang untuk hidup. Kini, sebagian besar komunitas nelayan menangkap lebih sedikit ikan dengan ukuran yang lebih kecil. Dari seluruh ikan hasil tangkapan nelayan kecil di wilayah pesisir, 70-90 persen merupakan ikan yang hidup di terumbu karang. Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan, hanya 6% terumbu karang di Indonesia dengan kondisi yang baik. WWF-Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan jaringan Wilayah Perlindungan Laut. Dalam program ini komunitas terlibat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan memperoleh keuntungan darinya. (Selengkapnya...)