Capaian Kami
Memandikan Gajah. Roji memotret mahout-mahout Flying Squad sedang memandikan gajah-gajahnya di sebuah sungai kecil di hutan Tesso Nilo. Sebelum mereka berpatroli, gajah-gajah tersebut harus dimandikan agar mereka terhindar dari gigitan agas¸sejenis lalat yang selalu mengintai di atas tubuh mereka.
Sepanjang tahun 2003-2008, WWF-Indonesia mencatat berbagai pencapaian dan target yang berhasil diraih program Forest-Species Program diantaranya:
- WWF-Indonesia memfasilitasi disepakatinya visi konservasi Heart of Borneo (HoB) oleh pemerintah tiga negara Brunei, Malaysia dan Indonesia dalam pertemuan "ASEAN Heads of State summit" pada Desember 2005 dan disampaikan kembali dalam CBD COP 8 di Brazil 2006. Komitmen pemerintah dari tiga Negara tersebut kemudian diformalkan dengan ditandatanganinya deklarasi bersama pada Februari 2007.
- 2004, WWF-Indonesia memfasilitasi pemerintah Indonesia pada COP VII CBD di Kuala Lumpur dalam deklarasi penetapan 12 kawasan lindung baru, tiga diantaranya adalah lokasi dimana WWF bekerja yaitu Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah, Tesso Nilo di Riau, dan Jamursbamedi di Papua.
- Terlibat secara aktif dalam penyusunan Rencana Aksi dan Strategi Nasional Konservasi Orangutan, badak, gajah dan harimau Sumatera serta implementasinya di lapangan.
- Secara konsisten mendukung pemerintah dalam pengelolaan secara efektif kawasan-kawasan konservasi di Kayan Mentarang, Betung Kerihun, Sebangau, Bukit Barisan Selatan, Tesso Nilo, Ujung Kulon, Rinjani, Wasur, dan Lorentz.
- WWF-Indonesia secara konsisten membantu memperkuat lembaga-lembaga lokal dan kelompok-kelompok masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi (seperti YWL, YBAW, Yayasan Silo, FoMMA, FORMADAT, FORMAS, Forum Masyarakat Tesso Nilo) agar dapat secara efektif terlibat dalam pengelolaan sumberdaya alam dan pengembangan sumber-sumber pendapatan masyarakat yang berkelanjutan.
- 2006, monitoring populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon dan orangutan Kalimantan di Taman Nasional Betung Kerihun berhasil dilakukan sebagai basis strategi konservasi satwa tersebut. Survei orangutan di Betung Kerihun berhasil mengidentifikasi dua habitat penting serta koridor penghubung ke taman nasional Danau Sentarum disebelahnya. Program penanaman kembali kawasan kritis tersebut juga telah dilakukan, dengan menanam jenis pohon makanan orangutan dimana proses penanamannya didukung penuh oleh masyarakat setempat.
- 2008, WWF memfasilitasi disahkannya Kesepakatan Bersama 10 Gubernur Sumatera untuk Penyelamatan Ekosistem Sumatera pada 18 September 2008, yang juga didukung oleh menteri terkait yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Kehutanan. Kesepakatan tersebut juga diumumkan dalam side event Kongres Konservasi Dunia (World Conservation Congress) IUCN di Barcelona Spanyol, Oktober 2008.
