Relawan Pemantau Hutan Kalimantan Ragukan Komitmen APP pada Konservasi Hutan



Posted on 28 March 2013  | 
Alat berat PT Daya Tani Kalbar menebangi hutan alam
© Relawan Pemantau Hutan Kalimantan Enlarge
PONTIANAK, 25 Maret 2013. Relawan Pemantau Hutan Kalimantan (RPHK) di Kalimantan Barat menyampaikan keberatan terhadap Kebijakan Konservasi Hutan yang diumumkan oleh Asia Pulp & Paper (APP) pada Februari 2013. RPHK menemukan dua pemasok independen APP di Kalimantan Barat, PT Asia Tani Persada (ATP) dan PT Daya Tani Kalbar (DTK), masih melakukan penebangan hutan alam, pembersihan lahan, dan penggalian kanal pada gambut dalam. Aktivitas ini merupakan pelanggaran yang nyata terhadap Komitmen Kebijakan Konservasi Hutan APP yang diumumkan pada 5 Februari 2013.

Dokumen Protokol Moratorium Clearance butir 1 berbunyi "Penebangan dan pembukaan lahan dihentikan paling lambat tanggal 31 Januari 2013. Baik di areal tegakan hutan alam maupun di areal Lahan Terbuka (LT) dan Belukar Muda (BM) sampai adanya verifikasi". Soal pengelolaan lahan gambut, ditegaskan pula, ”Tidak ada kegiatan pembuatan kanal dan kegiatan infrastruktur lainnya di konsesi pemasok APP setelah kegiatan penilaian HCVF oleh penilai independen selesai dilaksanakan serta mendapatkan masukan dari ahli." Sedangkan Protokol Moratorium Clearance butir 2 menyatakan bahwa "Semua unit alat-alat berat (A2B) yang dipergunakan untuk kegiatan penebangan, pembukaan lahan, pembuatan jalan dan kanal (sesuai dengan daftar yang diserahkan) disimpan di tempat yang ditetapkan."
 
Pada Maret 2013 RPHK melakukan pemantauan terhadap 3 perusahaan pemasok APP di Kalbar, menemukan 2 perusahaan di antaranya masih menjalankan aktivitas penebangan hutan maupun pembukaan kanal baru pada lahan gambut. Temuan ini  terekam jelas dalam video dan foto bagaimana alat-alat berat masih beroperasi di areal konsesi perusahaan.
 
“Kami prihatin melihat bagaimana alat-alat berat masih menebangi hutan alam, menggali kanal gambut dan pembukaan lahan di dua konsesi pemasok APP," tegas Baruni Hendri, juru bicara RPHK. “Temuan kami menunjukan ketidakseriusan APP dalam menjalankan Kebijakan Konservasi Hutan, sehingga RPHK sebagai bagian dari masyarakat sipil meragukan keseriusan pelaksanaan komitmen tersebut,” tambahnya.
 
“Kami mengimbau pembeli pulp dan kertas di dunia untuk bersikap skeptis dan menunggu update terbaru dari hasil verifikasi LSM independen terhadap implementasi lapangan yang terpercaya terkait dengan komitmen Kebijakan Konservasi Hutan APP sebelum membuat keputusan pembelian yang baru. Kegiatan penebangan hutan lanjutan dan pembukaan kanal gambut oleh pemasok APP tanpa kajian HCV, HCS dan gambut  merupakan sinyal buruk dalam implementasi komitmen APP terhadap konservasi yang sudah disiarkan ke seluruh dunia,” ujar Anton P. Wijaya Ekskutif Daerah WALHI Kalimantan Barat.

RPHK menegaskan akan terus memantau dari dekat kinerja APP, dan akan terus memberikan perkembangan terbaru kepada publik.


 
Catatan untuk Editor:

Foto-foto dan video indikasi pelanggaran komitmen Kebijakan Konservasi Hutan APP di konsesi PT Asia Tani Persada dan PT Daya Tani Kalbar bisa dilihat di:
RELAWAN PEMANTAU HUTAN KALIMANTAN, terdiri dari :

AKAR
adalah jaringan pemantau peredaran satwa liar secara illegal di Kalimantan, juga aktif dalam kegiatan penyadartahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan satwa liar serta habitatnya.
Informasi kontak: MS. Wahyu Putra, Koordinator, HP. 085252555432

JPIK Kalimantan Barat adalah Jaringan masyarakat sipil yang fokus pada upaya pemantauan pengelolaan hutan secara lestari (sustainable forest management) pada Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK).
Informasi kontak: Rangga Irawan, focalpoint JPIK Kalimantan Barat, HP. 081352500083

Link-AR Borneo (Lingkaran Advokasi dan Riset) adalah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada advokasi berbasis pada riset ataupun investigasi terkait dengan perampasan tanah, perusakan sumber daya alam serta melakukan pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat korban.
Informasi kontak: Ahmad Asmungin, email: linkarborneoa@gmail.com, www.linkarborneo.com, HP. 085245547486
 
Perkumpulan SaMPan Kalimantan (Sahabat Masyarakat Pantai) merupakan organisasi masyarakat sipil yang fokus bergerak pada advokasi masyarakat pesisir dan masyarakat daerah aliran sungai. Fokus programnya terdiri dari Promosi Pesisir Lestari (PESIAR), Pemberdayaan Ekonomi Nelayan (PEKAN) dan Pusat Belajar Masyarakat (PULSA).
Informasi kontak: Baruni Hendry, email: perkumpulansampan@gmail.com, www.sampankalimantan.org, HP. 085252130044

LEMBAH adalah Lembaga yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan sosial dan ekonomi yang berbasis sumber daya alam dan lingkungan hidup di Kabupaten Bengkayang.
Informasi kontak: Sumantri (Direktur Lembah), HP: 081345043059

TITIAN adalah lembaga yang aktif pada konservasi keanekaragaman hayati yang ditujukan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan guna pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal di Kalimantan Barat.
Informasi kontak: Sulhani (Direktur Titian), Telp. 0561.6589198
 
WWF-Indonesia merupakan salah satu organisasi konservasi independen yang didukung oleh 5 juta suporter di seluruh dunia dan jaringan kerja di lebih dari 100 negara. Di Indonesia WWF bekerja di 17 propinsi pada 28 kantor lapangan dari Aceh hingga Papua. Misi WWF adalah menghentikan degradasi lingkungan alam di bumi dan membangun masa depan di mana manusia dapat hidup berdampingan dengan harmonis bersama alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati dunia dan memastikan penggunaan sumber daya alam terbarukan secara berkelanjutan serta mempromosikan pengurangan polusi dan konsumsi yang berlebihan. Dapatkan informasi lebih banyak mengenai program-program kami di www.wwf.or.id.
Informasi kontak: Ian Hilman, email: ihilman@wwf.or.id, HP: 082121868624
Alat berat PT Daya Tani Kalbar menebangi hutan alam
© Relawan Pemantau Hutan Kalimantan Enlarge
-
© Relawan Pemantau Hutan Kalimantan Enlarge
Aktivitas pembersihan lahan, penebangan, dan pembuatan kanal gambut di PT Asia Tani Persada
© Relawan Pemantau Hutan Kalimantan Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus