WWF memfokuskan kerjanya dalam sejumlah spesies prioritas yang memiliki signifikansi khusus pada lingkungannya, yang dinilai berdasarkan aspek-aspek berikut: signifikansi spesies tersebut pada ekosistem, statusnya sebagai komponen penting pada rantai makanan, kontribusinya pada stabilitias atau regenerasi habitat, nilai pentingnya pada kemakmuran masyarakat lokal, serta spesies yang memiliki peranan sebagai ikon budaya.
Secara khusus, program Kehutanan, Air Tawar dan Spesies WWF-Indonesia memfokuskan kerja konservasinya pada beberapa satwa kunci—hewan ikon yang dipilih sebagai fokus kegiatan karena kemampuannya untuk meningkatkan kesadartahuan, menimbulkan aksi dan pendanaan bagi upaya konservasi secara umum—seperti harimau, orangutan, gajah dan badak, agar populasinya dapat bertahan di alam liar.
Badak memiliki posisi penting dalam sejarah WWF-Indonesia. Kegiatan konservasi pertama yang dilakukan WWF di Indonesia ditargetkan pada spesies langka Badak Jawa di Ujung Kulon, sejak tahun 1962. Program ini telah berhasil meningkatkan jumlah populasi Badak Jawa terakhir di dunia—populasi yang ada di Vietnam telah dinyatakan punah pada 2011—pada angka stabil 50 individu di alam.
Dengan secara strategis memfokuskan upaya konservasi pada spesies ini akan secara langsung membantu konservasi spesies penting lainnya yang hidup di habitat yang sama dan menghadapi ancaman yang sama bagi kelestariannya.
