Upaya Kami

  / ©: WWF-Indonesia/Ridha Hakim
© WWF-Indonesia/Ridha Hakim
Upaya konservasi yang dilakukan Program Forest-Species WWF-Indonesia bertujuan untuk melindungi hutan bernilai konservasi tinggi, mendorong upaya pengelolaan hutan dan sumberdaya alam hayati secara berkelanjutan serta merestorasi hutan, dan menghentikan konversi lahan yang tidak bertanggungjawab untuk kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan datang.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, WWF-Indonesia menerapkan empat pendekatan dalam program kerjanya:

  1. Manajemen konservasi
    Pendekatan ini meliputi seluruh aktivitas yang dilakukan di dalam dan sekitar wilayah konservasi terestrial, upaya konservasi spesies, pengelolaan daerah tangkapan air yang melibatkan komunitas lokal di dalam dan sekitar wilayah konservasi dimana WWF bekerja.

    Apa yang kita upayakan di lapangan terkait dengan program Forest-Species adalah:

    • Efektivitas pengelolaan jaringan di wilayah konservasi terestrial (misalnya taman nasional dan wilayah yang dilindungi secara adat).
      • Mengembangkan dan mengimplementasikan kriteria dan indikator suksesnya konservasi beserta  strategi eksekusinya.
      •  Membangun jaringan wilayah konservasi, termasuk zona penyangga (buffer zone) dan koridor yang berbasis pada data-data ilmiah.
      • Memfasilitasi pengakuan hokum terkait status wilayah konservasi dan penetapan batasnya, termasuk wilayah konservasi masyarakat (Community Conserved Areas).
      • Mendukung rencana pengelolaan yang meliputi penetapan zona taman nasional dan penandaan zona aktual di lapangan. (Rencana tersebut didasarkan pada hasil konsultasi yang transparan dan aspiratif dengan pemangku kepentingan setempat dan pihak terkait lainnya).
      • Mendorong sistem pengamanan wilayah konservasi (sistem patroli) serta upaya mitigasi perambahan dan pembalakan liar dengan melibatkan partisipasi masyarakat lokal.
      • Mengamankan mata pencaharian yang berkelanjutan dan akses masyarakat lokal dan adat di dalam dan sekitar wilayah konservasi terhadap sumber daya alam.
      • Mendorong aplikasi skema pengelolaan kolaboratif dan prinsip tata kelola yang baik dalam pengelolaan wilayah konservasi.
      • Mengembangkan dan mendorong implementasi kriteria dan indikator Better management practices dengan menerapkan metode standar seperti METT (Management Effectiveness Tracking Tool/ Perangkat Pemantau Efektivitas Pengelolaan)
      • Memfasilitasi upaya restorasi habitat dan reforestasi, misalnya melalui program NEWTrees dan My Baby Tree
      • Mengembangkan dan mendorong implementasi pengelolaan DAS terpadu di sejumlah wilayah prioritas di Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua.
      • Mengembangkan proyek percontohan REDD (Reduced Emission from Deforestation and Forest Degradation).
      • Mendorong pengelolaan zona penyangga (buffer zones) dan koridor.
    • Menjaga eksistensi populasi spesies-species
      • Mengurangi dan memitigasi konflik manusia-satwa liar dengan menggunakan panduan standar. Kunjungi laman Elephant Flying Squad dan Tiger Conflict Mitigation
      • Memonitor populasi species kunci dan mangsanya
      • Menginisiasi dan mendorong relokasi dan reintroduksi species.
      • Memfasilitasi upaya penguatan hukum melalui pengoperasian patroli untuk mengawasi perburuan.
      • Memonitor perdagangan spesies langka dan dilindungi.
      • Menggalakkan kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap praktik tradisional non-lestari seperti mengkonsumsi hewan tertentu atau organ tubuhnya untuk pengobatan.

  2. Penggunaan sumber daya alam, pemanfaatan lahan, dan seascape planning yang berkelanjutan.

    WWF menginisiasi dan memfasilitasi pemanfaatan lahan berskala besar, bahkan lintas negara dan rencana penggunaan sumber daya alam. Upaya ini bertujuan untuk menjamin akses dan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan oleh masyarakat lokal dan adat di sekitar wilayah konservasi.

    Berikut adalah beberapa aktivitas yang kami lakukan di lapangan:

    • Mendorong pengembangan visi kenakeragaman hayati dan sosial budaya di Papua untuk mengadopsi kebutuhan para pemangku kepentingan setempat dan pihak terkait lainnya.
    • Mendorong pengembangan visi keanekaragaman hayati spesies-spesies kunci (Badak Sumatera, orangutan, harimau, dan gajah) di Sumatera seperti yang telah diadopsi oleh dokumen pemerintah; Peta Jalan Penyelamatan Ekosistem Sumatera-Visi 2010 (Sumatra Road Map – Vision 2010).
    • Mendorong implementasi rencana aksi Heart of Borneo dan mengamankan representasi yang berkeadilan bagi kepentingan masyarakat lokal.
    • Memfasilitasi pengembangan rencana aksi untuk kabupaten-kabupaten konservasi.

  3. Reformasi Sektor
    Pendekatan ini bertujuan untuk mereformasi bisnis-bisnis penting yang berbasis sumber daya alam di Indonesia (misalnya: kehutanan, kelapa sawit, serta pulp & paper) untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Better Management Practices.

    Intervensi sektoral yang kami lakukan meliputi:

    Pulp and paper:
    • Mendorong penggunaan serat lestari dalam produksi bubur kertas (pulp)
    • Mengajak konsumen untuk menggunakan kertas ramah lingkungan.

    Kayu dan produk hasil/jasa hutan:
    • Membangun komitmen masal dan partisipasi para pelaku industri kayu untuk mengimplementasikan skema sertifikasi hutan yang bertanggung jawab. Kunjungi laman Global Forest Trade Network (GFTN) Indonesia.
    • Mengembangkan pengelolaan sumber daya hutan berbasis masyarakat.
    • Memonitor Better Management Practices (BMPs) di sejumlah konsesi sebagai upaya mengurangi pembalakan liar.
    • Mengembangkan inisiatif karbon hutan menggunakan mekanisme REDD dan mekanisme lainnya.

    Kelapa sawit dan komoditas pertanian lainnya:
    • Membangun komitmen masal dan partisipasi para pelaku bisnis kelapa sawit dalam mengimplementasikan kirteria dan prinsip RSPO termasuk zero-burning policy. Kunjungi laman Forest Conversion Program
    • Memberikan pendampingan kepada perusahaan-perusahaan dalam mengimplementasikan kriteria dan prinsip RSPO.
    • Memberikan pendampingan dalam proses sertifikasi kelapa sawit.
    • Menjalin kemitraan dengan perusahaan kopi di seluruh dunia untuk mengembangkan produksi kopi yang adil dan berkelanjutan di luar wilayah konservasi.

  4. Pendanaan konservasi yang berkelanjutan.
    Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan alternatif pendanaan yang berkelanjutan untuk pengelolaan konservasi dan aplikasi Better Management Practices dalam skala besar. Upaya kami memfokuskan pada pengembangan mekanisme pendanaan yang  sesuai, mekanisma tata kelola yang transparan, identifikasi sumber pendanaan, dan pendampingan dalam pengembangan program kerja (Heart Of Borneo, Save Sumatra, dan REDD) yang berbasis keadilan ekonomi dan sosial serta pengakuan hak masyarakat adat terhadap wilayahnya.

    Upaya-upaya WWF bertujuan untuk:
    • Mengembangkan inisiatif berskala besar dan jaringan wilayah konservasi serta sejumlah sumber pendanaan misalnya anggaran pemerintah daerah (kabupaten) dan anggaran nasional, Debt for Nature Swap (DNS), Corporate Social Responsibility (CSR), REDD (Reduced Emission from Deforestation and Degradation), serta kerjasama dengan Asian Development Bank.
    • Mendorong pengembangan DAS dan wilayah konservasi melalui beberapa sumber pendanaan diantaranya Debt for Nature Swap (DNS), Trust Fund, Payment for Environmental Services (PES), dana adaptasi iklim untuk negara-negara berkembang dan inisiatif pendanaan iklim  lainnya, Corporate Social Responsibility (CSR), serta anggaran pemerintah daerah.
 / ©: WWF-Indonesia/Supriyanto
Tim Elephant Patrol
© WWF-Indonesia/Supriyanto