Riset Keanekaragaman Hayati di Sungei Ingei



Posted on 15 August 2013  |   |  en  |  id
Terdapat banyak kekurangan informasi mengenai kehidupan alam liar yang ada di Brunei – bahkan mungkin saja ada banyak spesies yang belum ditemukan dan merupakan hal baru bagi ilmu pengetahuan. Spesies tersebut saat ini mungkin terancam punah, membutuhkan pengelolaan khusus, serta sangat penting bagi ilmu pengetahuan, ekowisata ataupun signifikansi ekonomi lainnya.
 
Untuk mengatasi masalah ini, tim dari Fakultas Biologi Universiti Brunei Darussalam mengadakan sebuah ekspedisi untuk meriset apa yang tampaknya menjadi salah satu situs yang paling banyak keanekaragaman hayatinya di Kalimantan – Perlindungan Hutan Sungai Ingei.
 
Sekitar 18.491 ha area di selatan Brunei Darussalam merupakan mosaik spektakuler dari tiga jenis hutan – hutan campuran dipterokarpa murni, kawasan padang rumput yang berada di dataran tinggi dan rawa-rawa air tawar – dengan fauna yang sangat beranekaragam terutama di dataran rendah lembah aluvial. Sangat sedikit informasi yang diketahui tentang kehidupan liar di hutan ini, namun lokasinya yang dekat dengan Situs Warisan Dunia Mulu yang hanya diseberang perbatasan di Sarawak menggarisbawahi pentingnya konservasi lintas batas dan potensi ekowisata.

Apa yang ingin dicapai dari Riset Keanekaragaman Hayati di Sungei Ingei?
 
Informasi dasar dan informasi ilmiah lainnya merupakan kebutuhan yang mutlak untuk pengelolaan berkelanjutan dari setiap sumber daya alam. Brunei Darussalam adalah rumah bagi beberapa penghuni hutan yang paling beranekaragam hayatinya di dunia dan di Kalimantan secara keseluruhan, itu terdiri dari area utama bagi keanekaragaman hayati secara global. Habitat alam Brunei di dunia membutuhkan pengelolaan konservasi yang tepat untuk saat ini dan dalam jangka waktu yang panjang, namun informasi ilmiah yang diperlukan sejauh ini cukup memadai.
 
Selama periode 2009-2012, dengan dukungan dari WWF, yang disponsori oleh Standard Chartered Bank, terdapat beragam fauna vertebrata dan invertebrata yang diriset dengan tujuan sebagai berikut:
 
• Untuk mengidentifikasi spesies yang ada melalui laporan serta makalah ilmiah yang komprehensif, sehingga hasil yang ada dapat diketahui oleh masyarakat Brunei itu sendiri dan di tempat lain melalui media dan sarana pendidikan;
 
• Untuk mengidentifikasi kebutuhan pengelolaan konservasi kawasan, dengan mempertimbangkan nilai-nilai tradisional dan penggunaan hutan oleh masyarakat lokal ataupun masyarakat yang tinggal di rumah panjang;
 
• Untuk memberikan informasi mengenai potensi Sungei Ingei bagi kebutuhan pariwisata dan penelitian ilmiah jangka panjang;
 
• Untuk memberikan informasi yang akan membantu untuk menguraikan potensi Sungei Ingei/Mulu sebagai kawasan konservasi lintas batas.
 
Pencapaian yang diperoleh
 
• Sedangkan data yang dikumpulkan saat ini belum lengkap atau sepenuhnya dianalisis, catatan yang muncul dari riset terhadap jumlah fauna yang ada menunjukkan bahwa satwa liar hidup dalam keragaman yang luar biasa dari berbagai jenis hutan. Hal ini sudah jelas bahwa ada spesies baru di Brunei dan mungkin juga baru bagi Pulau Kalimantan itu sendiri;
 
• Sebuah gambar dari kamera perangkap telah menghasilkan bukti fotografi pertama bahwa ada bentuk melanistik (hitam) dari macan dahan yang tinggal di Ingei. Hal ini menggambarkan bahwa habitat karnivora terbesar di pulau itu tidak sepenuhnya diketahui dan menggarisbawahi bahwa betapa banyak upaya yang diperlukan untuk mendokumentasikan kekayaan hutan hujan di daerah ini;
 
• Sebuah daerah dengan rasa kekeluargaan yang tinggi telah menunjukkan bahwa dibutuhkan rencana pengelolaan, ditambah perlindungan total bagi wilayah inti yang sangat berharga dan rentan terhadap perusakan. Tim juga telah melibatkan masyarakat setempat untuk mencakupi kebutuhan pengelolaan perlindungan dan juga dalam merumuskan ide-ide untuk mengembangkan ekowisata di zona penyangga.

*Diambil dari Heart of Borneo Factsheet 2012 dengan judul "Sungei Ingei Faunal Biodiversity Survey"
 
Sungei Ingei, Faunal Biodiversity Survey, Brunei Darussalam, Heart of Borneo, HoB, Kalimantan, Survey
Sungei Ingei Faunal Biodiversity Survey
© The Sg. Ingei Faunal Biodiversity Enlarge
Macan Dahan, Sungei Ingei, Brunei Darussalam, Survey, Kamera perangkap
Macan Dahan Sunda yang tertangkap kamera perangkap
© The Sg. Ingei Faunal Biodiversity Enlarge
macan dahan melanistik hitam, kamera perangkap, sungei ingei, brunei darussalam
Macan Dahan Melanistik (Hitam) yang tertangkap kamera perangkap di Sungei Ingei
© The Sg. Ingei Faunal Biodiversity Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus