Seminar Jantung Borneo: Khazanah Kehidupan di Sarawak



Posted on 16 August 2013  |   |  en  |  id
Oleh: Jane Spence

Departemen Kehutanan Sarawak mengadakan seminar pada tanggal 26-27 Juni 2013 di Kuching dengan tema "HoB – Khazanah Kehidupan di Sarawak". Sekitar 150 peneliti dan ilmuwan yang hadir berasal dari sektor swasta, organisasi non-pemerintah , universitas serta lembaga kepemerintahan.
 
Seminar dua hari ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemerintah negara bagian di Sarawak namun juga untuk berbagi hasil penelitian dan peluang ekowisata yang ada di Jantung Borneo serta membangun dukungan terhadap pengembangan kapasitas diantara para ilmuwan dan peneliti.
 
Dalam acara ini juga diluncurkan buku “Heart of Borneo Series: Paya Maga Dataran Tinggi Alami di Sarawak” oleh Departemen Kehutanan Sarawak.
 
Hadir di seminar tersebut, Menteri Tugas Khusus Tan Sri Datuk Amar Adenan Satem mengatakan bahwa kontribusi Sarawak bagi Jantung Borneo akan berfokus pada konservasi dan pembangunan berkelanjutan melalui kebijakan tentang Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (SFM), konservasi alam melalui Area yang Dilindungi (TPA) dan Area Konservasi Lintas Batas (TBCAs), serta serangkaian rancangan pembangunan sosial-ekonomi yang akan menguntungkan masyarakat pedesaan.
 
Adenan menyoroti pembangunan pedesaan dan potensi ekowisata di daerah serta menyatakan bahwa "ekowisata merupakan potensi yang menjanjikan  untuk meningkatkan perekonomian lokal dengan memberdayakan aset daerah ditambah dengan manajemen berbasis masyarakat kawasan lindung." Lebih lanjut beliau berpendapat bahwa sangat penting melibatkan masyarakat dalam pengelolaan konservasi kawasan lindung.
 
Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (SFM) merupakan fokus utama yang lain. Pemerintah negara bagian telah menyerukan area konsesi dalam Jantung Borneo untuk memperoleh sertifikasi SFM pada 2017.
 
"Kami berharap dapat membantu dan mendorong pelaku industri kayu utama untuk memiliki konsesi hutan yang bersertifikat,” kata Adenan.
 
Presentasi mengenai flora dan fauna, pengembangan masyarakat dan ekowisata di daerah menyoroti beragamnya kekayaan Jantung Borneo serta peluang pembangunan berkelanjutan dan potensi daerah sebagai ekowisata.
 
Hampir semua paparan berfokus pada Taman Nasional Gunung Mulu dan Dataran Tinggi Paya Maga. Temuan awal yang ada di Taman Nasional Gunung Mulu termasuk habitat dan distribusi Orangutan serta menghasilkan peluang ekowisata, keragaman jenis burung yang ada di hutan tropis dan juga hutan dataran rendah dipterocarp serta ditemukannya spesies baru kupu-kupu. Penemuan awal di Paya Maga termasuk di dalamnya informasi mengenai amfibi karena sebelumnya tidak ada informasi yang tercatat, beragam jenis burung termasuk jenis yang langka dan endemik serta kajian pemanfaatan tumbuhan lokal dengan masyarakat Lun Bawang.
 
Paparan tersebut akan digunakan untuk lebih memahami keanekaragaman hayati di Sarawak yang terletak di Jantung Borneo dan mendukung gerakan menuju pembangunan berkelanjutan bagi daerah setempat.
 
Sekitar 65 persen dari Sarawak masih ditutupi hutan meskipun disana terdapat pula aktivitas manusia selama 50 tahun terakhir. Manajemen hutan berkelanjutan di Sarawak mengartikan bahwa beberapa hutan produksi telah diperuntukkan sebagai Hutan Permanen (PFE) bagi produksi kayu yang berkesinambungan dan beberapa hutan telah menjadi Area yang Dilindungi (TPA) yang terdiri dari taman nasional, suaka margasatwa dan cagar alam. Sekitar seperempat area dari kawasan HoB di Sarawak adalah Area yang Dilindungi (TPA) dan Hutan Permanen, sementara sisanya merupakan perkebunan, pertanian, hak-hak asli adat (NCR) dan tanah terasing.
 
Banyak kawasan konservasi yang penting dalam HoB di Sarawak, termasuk Cagar Alam Lanjak Entimau, Taman Nasional Gunung Mulu, Pulong Tau dan Taman Nasional Batang Ai yang menawarkan potensi ekowisata yang beragam dan menarik. Pengunjung yang datang ke sana dapat menikmati alam serta mendukung konservasi dengan berbagi manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat setempat.
 
Salah satu tujuan dari HoB adalah untuk memajukan kesejahteraan rakyat melalui manajemen yang efektif dari jaringan kawasan lindung, hutan produksi dan pertanian.
Sarawak Seminar, Kuching, Heart of Borneo, HoB, Malaysia, Borneo Post
Adenan (kanan ketiga) meluncurkan buku 'Heart of Borneo Seri: Paya Maga Dataran Tinggi Alami di Sarawak' pada Seminar Sarawak 2013
© The Borneo Post Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus