Program Restorasi Hutan di Cagar Alam Bukit Piton (Kelas I), Sabah, Malaysia



Posted on 21 August 2013  |   |  en  |  id
Cagar Alam Bukit Piton (Kelas I) atau sebelumnya diketahui dengan nama Ulu Segama Utara (NUS) yang merupakan bagian dari Cagar Alam Ulu Segama Malua di Jantung Borneo (HoB) adalah salah satu kawasan hutan yang ditebang secara membabi buta di Sabah. Buruknya teknik penanaman  di masa lalu dan kebakaran hutan telah menurunkan kualitas dan nilai hutan disini, membuatnya berubah menjadi lahan pertanian serta perkebunan kelapa sawit. Sekali terjadi perubahan, seluruh keanekaragaman hayati akan hilang dan prospek untuk pemulihan akan hilang selamanya. Karena sebagian besar Orangutan liar yang ada di Borneo hidup di Cagar Alam Bukit Piton dan biasanya  mereka berada di luar hutan lindung. Hal ini juga sebuah ancaman bagi kelangsungan hidup mereka serta dapat menyebabkan kemungkinan kepunahan dalam jangka panjang jika tidak ada upaya yang dilakukan untuk mengembalikan dan melestarikan habitat mereka.
 
Oleh karena itu WWF-Malaysia melalui Sabah dan program Heart of Borneo telah merestorasi dan merehabilitasi hutan yang ada di Sabah dengan tujuan utama meningkatkan habitat Orangutan dan untuk melindungi keanekaragaman hayati hutan lainnya. Riset udara yang dilakukan pada tahun 2007 menunjukkan tingginya tingkat populasi pada spesies Orangutan (Pongo pygmaeus morio) (yang  menurut IUCN sejak tahun 2000 mereka terancam punah), terkonsentrasi di daerah ini yang sebagian besar dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit. Oleh karena itu, WWF-Malaysia memfokuskan pada daerah ini untuk restorasi yang bertujuan untuk meningkatkan tutupan hutan dan dengan demikian reproduksi dan kelangsungan hidup orangutan dapat terus berjalan.
 
Peningkatan nilai hutan terdegradasi

Melalui restorasi hutan, WWF Malaysia bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan fungsi ekologis kawasan hutan terdegradasi menjadi:
 
- Mencegah permintaan perubahan lahan menjadi lahan pertanian komersil; 
 
- Meningkatkan kapasitas hutan dalam mendukung populasi Orangutan;
 
- Memberikan bukti bahwa restorasi hutan dapat membawa kembali kesehatan yang baik di hutan cadangan komersial yang rusak parah di Sabah;
 
- Membuat laporan mengenai semua kawasan hutan yang dikenal di Sabah (terutama daerah penting bagi habitat Orangutan dan spesies lain yang terancam punah) yang membutuhkan restorasi - bagian dari program ini adalah usulan kepada pemerintah Sabah untuk melaksanakan restorasi hutan yang ada di negara bagian. 
 
Menghijaukan kembali hutan

Bekerja bersama dengan Kementrian Kehutanan Sabah, daerah yang terbuka ditanam dengan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat misalnya Binuang (Octameles sumatrana) dan Laran (Neolamarckia cadamba). Di daerah yang tertutup kanopi hutan, pohon-pohon rindang ditanam, sebagian besar merupakan jenis dipterokarp. Jenis pohon yang ditanam merupakan jenis yang dapat menghasilkan buah yang dapat dimakan oleh Orangutan seperti Sengkuang (Dracontomelon dao), Terap (Arthocarpus sp) dan Figs (Ficus sp).
 
2.400 hektar yang dihijaukan kembali oleh WWF terletak di tepi utara Sungai Segama yang merupakan sungai terpanjang kedua di Sabah. Cagar Alam Bukit Piton merupakan salah satu dari tiga area (dua lainnya adalah Cagar Alam Malua dan Ulu Sungai Danum) serta Cagar Alam Ulu Segama Malua yang memenuhi syarat untuk mengikuti program penghijauan kembali.
 
Hasil yang dicapai
 
- Hingga saat ini, dari 2.400 ha yang direncanakan untuk dipulihkan oleh WWF-Malaysia dan Kementrian Kehutanan Sabah, sekitar 2.058 ha telah memperoleh dukungan dana. Pada Juni 2013, dari 2.058 ha ini, 1.710 ha telah sepenuhnya dihijaukan kembali.
 
- Survei lapangan telah menunjukkan bahwa Orangutan telah memperluas daerah hidup mereka seiring meningkatnya kawasan hutan yang telah dipulihkan, sehingga hal tersebut menunjukkan manfaat restorasi hutan bagi Orangutan.
 
- Program restorasi hutan di Cagar Alam Bukit Piton/Ulu Segama Utara telah memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal di daerah (khususnya di Kampung Segama, Tampenau dan Silam) untuk mempromosikan restorasi hutan dan rehabilitasi habitat Orangutan dengan berpartisipasi dalam program Kementrian Kehutanan Sabah , yang mendorong masyarakat lokal untuk menanam pohon sendiri sebagai persediaan bagi program restorasi hutan di Cagar Alam Bukit Piton. Masyarakat setempat kemudian akan mampu menjual bibit pohon matang kepada kontraktor penanaman pohon di Cagar Alam Bukit Piton.
 
- Penelitian pada perilaku makan, rumah dan rentang wilayah Orangutan telah dilakukan, memberikan data dasar untuk rencana studi banding di masa depan ketika habitat hutan sepenuhnya pulih dan berfungsi secara alami;
 
- Bekerja dengan mitra proyek antara lain, Departemen Kehutanan Sabah dan Yayasan Sabah, untuk meningkatkan keterampilan kolektif restorasi hutan, menggunakan teknik restorasi hutan.
 
- Pada bulan Agustus 2012, Ulu Segama Utara telah direklasifikasi dari Kelas II komersial menjadi Cagar Alam Kelas I oleh Pemerintah Negara Bagian Sabah, dan diubah namanya menjadi Cagar Alam Bukit Piton. Cadangan hutan kelas I memiliki kategori tertinggi perlindungan bagi keanekaragaman hayati dan ekosistem layanan di bawah Pengesahan Undang-Undang Negara (1984). Ini berarti bahwa area tersebut harus dilindungi oleh hukum dari segala bentuk konversi lahan, eksploitasi kayu atau ekstraksi dari setiap produk hutan. Kegiatan yang diijinkan adalah hanya bagi perlindungan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.

*Disadur dari Factsheet Heart of Borneo 2012
Heart of Borneo, Alain Compost, Bornean Orangutan
Bornean Orangutan
© Alain Compost / WWF Canon Enlarge
Bukit Piton, SM Sung Siew, Sandakan, Heart of Borneo, Malaysia, Sabah, HoB
Program Restorasi di Cagar Alam Bukit Piton
© SM Sung Siew, Sandakan Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus