Lokakarya Ekowisata di Ba' Kelalan dengan FORMADAT



Posted on 22 August 2013  |   |  en  |  id
Oleh: Alicia Ng

Sebuah lokakarya ekowisata yang diselenggarakan oleh FORMADAT dan WWF-Malaysia diadakan di Gedung Serbaguna Buduk Nur, Ba' Kelalan pada 7 Agustus 2013. Acara ini dihadiri oleh 21 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemandu wisata lokal, porter dan pemilik homestay dari semua desa di Ba' Kelalan. Lokakarya tersebut difasilitasi oleh Staff Komunikasi WWF-Malaysia, Alicia Ng, bekerjasama dengan perwakilan dari FORMADAT Sarawak, Paulus Padan.
 
Ba' Kelalan diidentifikasi sebagai daerah pertama yang berfokus pada strategi ekowisata FORMADAT dan WWF-Malaysia. Lokakarya ini diselenggarakan untuk memetakan potensi ekowisata yang ada di desa-desa, tantangan yang dihadapi dan mencari solusi untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan ekowisata yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
 
Selama lokakarya, semua peserta sepakat bahwa fasilitas ekowisata seperti jalur trekking dan musim semi garam perlu ditingkatkan. Mereka juga sepakat bahwa harus ada lebih banyak keterlibatan dengan para pelaku pariwisata dan mitra potensial lainnya yang akan mampu mempromosikan dan menarik minat pengunjung ke Ba' Kelalan.
 
Dalam sebuah wawancara terpisah, Ketua Asosiasi Pemandu Wisata di Ba' Kelalan, Kading Sultan, berbagi pandangannya tentang kesenjangan ekowisata disana. Beliau berkata, “Dengan kondisi jalan membaik sejak tahun lalu, bepergian ke Ba' Kelalan dari Lawas melalui jalur darat dapat ditempuh selama empat jam. Transportasi bagi pengunjung untuk datang ke Ba 'Kelalan tidak lagi menjadi tantangan besar. Namun, apa yang kita perlukan adalah publisitas dan promosi yang baik serta pendekatan pemasaran yang efektif bagi pengunjung untuk mengetahui bagaimana mengunjungi daerah ini selain dengan penerbangan yang hanya tersedia tiga kali seminggu dan biasanya selalu penuh”.
 
Kading menambahkan, "Ada banyak rute di Ba' Kelalan yang digunakan oleh penduduk setempat untuk berburu, mengumpulkan hasil hutan, mengunjungi situs-situs budaya, mandi di air terjun dan bahkan bepergian ke Indonesia. Hal ini diperlukan bagi kita untuk mendapatkan dukungan dari pelaku pariwisata untuk mempromosikan jalur yang paling menarik serta mengkategorikan perjalanan tersebut ke dalam kategori mudah, menengah dan sulit bagi para petualang. Selain itu, kami juga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki dan meningkatkan fasilitas bagi kenyamanan tamu kami”.
 
Hasil dari lokakarya ini adalah untuk meyakinkan masyarakat di Ba' Kelalan dalam merencanakan strategi dan tindakan peningkatan visibilitas bagi pengunjung Ba’ Kelalan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang serta meningkatkan fasilitas dan tempat-tempat menarik yang ada melalui bantuan dan dukungan dari FORMADAT bersama-sama dengan WWF-Malaysia.
 
Ba' Kelalan terletak di tepi timur laut Sarawak dan terletak di dalam lembah sempit yang dikelilingi oleh pegunungan tinggi. Ba’ Kelalan berbatasan dengan Sabah di bagian utara dan Kalimantan-Indonesia di bagian timur. Sedangkan di daerah selatan dan barat serluruhnya merupakan bagian dari Sarawak. Barisan pegunungan ini merupakan sumber sungai besar yang mengalir di tengah-tengah Borneo. Ba' Kelalan merupakan bagian dari FORMADAT Malaysia yang terdiri dari Bario, Long Semadoh, dan Ulu Padas.
 
FORMADAT adalah forum lintas batas ataupun inisiatif akar rumput yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang masyarakat di dataran tinggi, menjaga tradisi budaya, membangun kapasitas lokal, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Heart of Borneo tanpa risiko mendegradasi kualitas lingkungan sosial dan alam. Organisasi ini terdiri dari FORMADAT Malaysia dan FORMADAT Indonesia yang meliputi Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan. WWF (WWF-Indonesia dan WWF-Malaysia) adalah salah satu mitra dalam konservasi dan inisiatif pembangunan berkelanjutan sejak FORMADAT dibentuk.
Alicia Ng, Heart of Borneo, HoB, WWF Malaysia, Ba'Kelalan, Lokakarya, FORMADAT
Para peserta lokakarya ekowisata Ba'Kelalan
© WWF-Malaysia/Alicia Ng Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus