Suatu Hari di Kehidupan...... Fredinand P. Lobinsu, Staff Restorasi Hutan, WWF Malaysia, Sabah



Posted on 30 September 2013  |   |  en  |  id
Oleh: Fredinand P. Lobinsu
 
"Permohonan Anda menjadi Asisten Program di bawah pengawasan Rehabilitasi Hutan di Wilayah Proyek Matarop di Kinabatangan, diterima. Selamat!"
 
Bulan Juni 2005 menjadi saat paling bahagia dalam hidup saya. Saya diterima bekerja dengan WWF-Malaysia, setelah enam bulan berjuang mencari pekerjaan sejak lulus kuliah.
 
Saya dibesarkan di daerah dataran tinggi. Saya terbiasa dengan air terjun, sungai kecil, peternakan buah-buahan, perbukitan, dan bahasa daerah. Perasaan saya campur aduk, antara gugup, senang, dan sedih; sebabnya, saya akan berada di lingkungan orang-orang dan harapan yang berbeda. Hal ini menandai awal dari kehidupan saya sebagai pelestari lingkungan.
 
Pada Oktober 2005, saya melakukan perjalanan lapangan pertama saya. Sebuah perjalanan dua jam dengan mobil melewati jalanan rusak. Atasan saya terus-menerus berbagi cerita tentang harimau, lintah, buaya, "jamban atas air", serta mengenai banjir di Kinabatangan. Kami akhirnya mencapai salah satu desa di Kinabatangan pada pukul 10 malam. Saya sangat lelah dan bertanya pada diri sendiri, "Apa yang sudah saya dapat?"
 
Namun, pertanyaan saya terjawab di pagi berikutnya. Sangat menakjubkan! Suara satwa liar, burung, siamang Kalimantan, kera, serangga, serta gajah dan orangutan yang membuat saya merasa begitu terhubung dengan mereka. Saya sangat kagum dengan pemandangan dan suara alam yang menawan hati. "Saya menyukai tempat ini,” kata saya dalam hati.
 
Sungai Kinabatangan terletak di Sabah, Malaysia Timur. Merupakan sungai terpanjang kedua di Malaysia, yakni 560 km dari hulu di pegunungan barat daya Sabah, dan bermuara di Laut Sulu, Sandakan Timur.
 
Kinabatangan dikenal sebagai tempat satwa liar dan habitat yang luar biasa menarik, seperti gua kapur dan hutan batu kapur, hutan rawa air tawar, Danau Oxbow dan hutan bakau yang asin, serta hutan rawa dekat pantai.
 
Hutan ini juga merupakan rumah bagi lebih dari 250 spesies burung dan satu-satunya tempat bagi 11 primata. Termasuk di antaranya Gajah Kalimantan, macan dahan, dan Badak Sumatera yang langka. Hutan ini memiliki keanekaragaman hayati yang luas dan dikatakan menjadi satu-satunya hutan daerah dataran banjir (hampir seperti Amazon di Brazil!). Selain itu, penduduk yang tinggal di sana memiliki budaya campuran Orang Sungai (River People).
 
Meskipun Kinabatangan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, itu sebenarnya bagian kecil hutan yang telah terfragmentasi karena eksplorasi kawasan pertanian yang menyebabkan kerusakan pada gerakan satwa liar seperti gajah Kalimantan dan terutama orangutan. Fragmentasi hutan juga menyebabkan konflik antara manusia dan satwa liar. Saya pernah menyaksikan gajah memasuki perkebunan kelapa sawit. Tidak bisa dikatakan sebagai kesalahan karena itu merupakan jalur yang diblokir oleh sebuah perkebunan kelapa sawit.
 
Upaya WWF-Malaysia
 
WWF-Malaysia telah memulai program penanaman pohon untuk menghijaukan kembali hutan yang terfragmentasi untuk ruang gerak satwa liar dan untuk meningkatkan kualitas habitat orangutan dan semua satwa liar lain. Selain itu, program ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran bagi masyarakat Kinabatangan bahwa daerah mereka kaya akan  keanekaragaman hayati dan sangat bernilai.
 
Saatnya untuk membalas budi! Untuk menjadi bagian dari tim kami, silakan mendaftar sebagai KAWAN WWF-Malaysia di: www.org.my
 
Fredinand P. Lobinsu adalah Staf Restorasi Hutan WWF-Malaysia (Kantor Sabah)
Fredinand P. Lobinsu, Sabah, Malaysia, Heart of Borneo, HoB, WWF Malaysia
Fredinand P. Lobinsu, Sabah, Malaysia
© WWF-Malaysia Enlarge
Sungai Kinabatangan, Sabah, Malaysia, Fredinand P. Lobinsu, Heart of Borneo, HoB, WWF Malaysia
Sungai Kinabatangan, Sabah, Malaysia
© WWF-Malaysia/Fredinand P. Lobinsu Enlarge
Hutan di Kinabatangan, Sabah, Malaysia, Fredinand P. Lobinsu, WWF Malaysia, Heart of Borneo, HoB
Hutan di Kinabatangan
© WWF-Malaysia/Fredinand P. Lobinsu Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus