Pertemuan tahunan ketujuh Inisiatif Heart of Borneo



Posted on 24 October 2013  |   |  en  |  id
Mengawali minggu pertama September, di Brunei diselenggarakan Pertemuan Heart of Borneo (HoB) yang ketujuh atau T7 yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tiga menteri yang bertanggung jawab terhadap isu Inisiatif HoB. 
 
"Adalah tanggung jawab kita untuk memastikan jantungnya terus berdetak," demikian ujar Hajah Normah S. H. Jamil, dari Kementerian Perindustrian dan Sumber-sumber Utama Brunei Darussalam, saat secara resmi membuka pertemuan tersebut.
 
Pertemuan dua hari T7 dari tanggal 4-5 September menghasilkan beberapa keputusan penting. Pertama, pertemuan menandai sebuah kesepakatan antara tiga negara untuk melakukan tinjauan kerja sama lima tahun. Tinjauan tersebut, yang akan siap untuk pertemuan tahunan HoB selanjutnya di Indonesia, akan secara formal melakukan penilaian kemajuan terhadap Deklarasi dan Rencana Aksi Tiga Negara (Strategic Plan of Action - SPA) yang disusun pada tahun 2008 dan membuat rekomendasi-rekomendasi perbaikan. Diharapkan tinjauan tersebut akan memperbaharui rencana strategis pemerintah HoB. 
 
Ketiga negara juga menyepakati definisi pendekatan mereka terhadap Inisiatif HoB, serta menyetujui dokumen 'Sebuah Pendekatan Ekonomi Hijau untuk Pembangunan Berkelanjutan di Heart of Borneo' sebagai referensi resmi bagi Brunei, Indonesia dan Malaysia.
 
Dalam semangat kerja sama lintas batas, pertemuan menyatakan perlu adanya penetapan contoh-contoh kerja sama yang dapat dilakukan. Brunei mengusulkan beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk kerja sama tersebut, meski akhirnya diputuskan untuk ditunda hingga ada klarifikasi lebih lanjut. 
 
Hal penting lainnya yang perlu disoroti adalah salah satu pemangku kepentingan HoB, yaitu masyarakat lokal. Untuk pertama kalinya masyarakat lokal, yang diwakili oleh Forum Masyarakat Adat Dataran Tinggi Borneo (FORMADAT), diundang secara resmi untuk mengikuti pertemuan. Mereka menyatakan kesediaan untuk terlibat dalam Inisiatif HoB dan Indonesia mengusulkan beberapa inisiatif lokal secara lintas batas maupun di wilayah hulu di pedalaman HoB untuk difasilitasi dan didukung sebagai bagian dari Inisiatif HoB. Usulan tersebut disepakati untuk diterima secara umum. 
 
Tidak kalah pentingnya dengan pertemuan T7 adalah pertemuan khusus para menteri yang diselenggarakan dua hari setelah T7, ini merupakan pertemuan yang pertama kalinya sejak Deklarasi HoB. Dua menteri dan satu wakil menteri yang bertanggung jawab dengan Inisiatif HoB bertemu dan menyatakan komitmen melalui Pernyataan Bersama Bandar Seri Begawan (Bandar Seri Begawan Joint Statement).
 
Secara keseluruhan pertemuan T7 menunjukkan bahwa keinginan pemerintah untuk keberhasilan HoB cukup kuat. Tantangan selanjutnya adalah untuk menjaga momentum dan komitmen ini terus terjaga hingga pertemuan tiga negara selanjutnya di tahun 2014.
dede hendra setiawan, Heart of Borneo, HoB, Trilateral meeting ke 7,
Para delegasi dari Pemerintah negara Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia berfoto bersama pada Pertemuan Trilateral (4 September 2013)
© WWF-Indonesia/Dede Hendra Setiawan Enlarge
Heart of Borneo, Dede Hendra Setiawan, HoB, Trilateral Meeting yang ke 7, Brunei Darussalam
Para delegasi dari ketiga negara dalam pertemuan trilateral HoB yang ke tujuh di Bandar Seri Begawan
© WWF-Indonesia/Dede Hendra Setiawan Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus