Membangun Sabah secara berkelanjutan melalui modal alam HoB



Posted on 19 December 2013  |   |  en  |  id
Sabah memiliki daratan sekitar 7,4 juta hektar. Lebih dari setengah luasan tersebut merupakan lansekap HoB seluas lebih dari 4 juta hektar. Sebuah array yang menakjubkan dari pemandangan alam, habitat dan spesies  adalah kekayaan alam Sabah. Wilayah hutannya di pantai timur dan hutan interiornya merupakan habitat kunci bagi orangutan, gajah pygmy Borneo dan badak Sumatera. Sungai dan daerah aliran sungai (DAS) di Sabah menyediakan jasa ekosistem penting untuk sektor ekonomi mereka dan bahkan ke negara-negara tetangga. Sabah menyumbang nilai ekonomi nasional, dulunya dari industri kayu, namun karena tingkat penebangan kayu menurun, maka beralih menjadi dari industri lainnya seperti kelapa sawit dan pariwisata.

Mengungkap Potensi Modal Alam HoB

Sebagai bentuk keseriusan terhadap Inisiatif HoB, Departemen Kehutanan Sabah secara berkala menyelenggarakan konferensi internasional HoB untuk memfasilitasi diskusi para pemangku kepentingan dalam rangka menuju ekonomi hijau. Konferensi yang baru-baru ini diselenggarakan adalah “Modal Alam HoB: Mengungkap Potensinya untuk Pembangunan Berkelanjutan” (Heart of Borneo’s Natural Capital: Unleashing their Potential for Sustainable Growth) di Kota Kinabalu, pertengahan November, diikuti oleh sekitar 1.000 peserta termasuk 750 undangan.

Konferensi HoB 2013 ini menyoroti modal alam HoB, dan upaya-upaya untuk lebih mengungkap potensinya, termasuk memfokuskan pada mendorong aktivitas ekonomi yang dapat secara berkelanjutan dihasilkan dari modal alam. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan inovasi-inovasi dengan pendanaan yang bertanggung jawab, yang dapat menjadi nilai tambah bagi nilai ekonomi dan ekologi HoB.

Menteri Sumber Asli dan Alam Sekitar Datuk Seri G. Palanivel menyatakan bahwa modal alam merupakan fondasi bagi seluruh aktivitas ekonomi dan sangat penting bahwa pendekatan pembangunan ekonomi menyeimbangkan dengan pemanfaatan modal alam secara berkelanjutan.

Konferensi dua hari tersebut menjadi sebuah wadah bagi berlanjutnya dukungan dari pemerintah, ilmuwan, masyarakat adat dan masyarakat sipil terhadap inisiatif lintas batas dan berskala lansekap yang membutuhkan pendekatan multi sektoral. Inisiatif HoB merupakan platform internasional sekaligus regional yang merangkum Sabah di dalamnya dan Inisiatif Forever Sabah menjadi kendaraan untuk aksi-aksi nyata di tingkat lokal, semua menuju pembangunan Sabah yang berkelanjutan.

Pembahasan mengenai masa depan HoB meliputi fokus pada REDD+, perencanaan tata ruang untuk meningkatkan upaya konservasi, peran LSM, pelatihan dan peningkatan kapasitas, kebutuhan penelitian dan komunikasi.

Pembahasan mengenai Forever Sabah berkisar pada tujuh aspek utama yaitu hutan, DAS dan masyarakat, energi terbarukan, pertanian dan pangan berkelanjutan, limbah air dan tanah; masyarakat wisata serta institusi Forever Sabah. Forever Sabah adalah solusi berjangka 25 tahun untuk mendukung transisi Sabah menuju diversifikasi ekonomi hijau yang berkeadilan melalui perubahan institusional dan peningkatan kapasitas. Pemerintah Sabah telah menjadikan Forever Sabah sebagai prioritas ekonomi hijau.

Mengungkap Dukungan untuk HoB

Pemerintah mengungkapkan keinginan politik untuk terus mendukung Sabah dan juga Sarawak, dalam mengimplementasi proyek dan aktivitas di bawah Inisiatif HoB. Palanivel menjelaskan bahwa Malaysia telah berkomitmen bahwa konservasi keanekaragaman hayati merupakan prioritas utama Malaysia dalam mengupayakan diri menjadi negara maju pada tahun 2020.

Pada tingkat nasional, pemerintah Malaysia telah mengungkap kondisi pemungkin bagi berbagai inisiatif tersebut dengan mendorong agar Dewan Nasional Keanekaragaman Hayati (The National Council on Biodiversity) sesegera mungkin membentuk Pusat Keanekaragaman Hayati Nasional (The National Biodiversity Centre) yang berfungsi sebagai think-tank dan memfasilitasi serta mendukung berbagai program terkait keanekaragaman hayati dan kehutanan termasuk Inisiatif HoB.

Lebih lanjut lagi dalam kaitannya dengan Pasca 2015 Millenium Development Goals, Inisiatif HoB beririsan dalam maksud maupun tujuannya. Keduanya memperjuangkan pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan keberlanjutan lingkungan, hal ini menjadi penekanan bagi upaya perlindungan modal alam Borneo, terutama di Sabah.

Melalui Inisiatif HoB, Sabah telah memperluas kawasan Totally Protected Areas menjadi 1,3 hektar atau sekitar 18% dari luasan Sabah, melebihi target IUCN yaitu 10%. Keterhubungan antara kawasan-kawasan lindung telah ditingkatkan, terutama koridor yang menghubungkan Maliau Basin, Imbak Canyon dan Danum Valley ke dalam Ulu Segama Malua, yang dinamakan “Green Heart of Sabah”. Restorasi hutan berbasis masyarakat telah berhasil menghijaukan sekitar 470.000 hektar wilayah di dalam area HoB, dan sekitar 1.400 guru dan siswa dari berbagai sekolah di Sabah terlibat secara aktif di dalam program Pendidikan Lingkungan Hidup.

Sungai Kinabatangan, Sabah-Malaysia, Alain Compost, 2013
Sungai Kinabatangan, Sabah-Malaysia
© Alain Compost/WWF-Canon Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus