Dari Australia untuk Heart of Borneo: Kampanye WWF



Posted on 19 December 2013  | 
Bagaimana jika wilayah Heart of Borneo yang ukuran pulaunya sama dengan negara bagian Victoria di daratan Australia, benar-benar memiliki dampak ke seluruh Australia? Apakah orang-orang sadar bahwa konsumsi sehari-hari mereka, seperti lipstik, kertas dan furniture rumah mungkin berasal dari hutan hujan Borneo? Apakah mereka sadar bahwa investasi asing di negara mereka di Borneo mungkin menderita masyarakat lokal dan hutan hujan?
 
Semua ini mempertemukan banyak latar belakang mengapa WWF-Australia meluncurkan kampanye publik mereka untuk inisiatif Heart of Borneo, dengan halaman baru khusus Borneo di web (wwf.org.au/borneo) dan Heart of Borneo appeal (wwf.org.au/borneoappeal), bertujuan untuk mempromosikan konservasi orangutan, pengelolaan hutan dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan di kawasan HoB.
 
"Rencana strategis kami saat ini telah mengidentifikasi enam kawasan di mana kami ingin memiliki dampak besar bagi Australia dan kawasan Asia-Pasifik , kita menyebutnya Inisiatif Berdampak Tinggi. Salah satunya adalah Heart of Borneo," ujar Paul Toni, Manajer Sains, Kebijakan dan Kemitraan Pemerintah WWF – Australia.
 
Selama bertahun-tahun WWF-Australia telah mendukung inisiatif HoB dan sekarang hal ini menjadi semakin mendesak untuk mempromosikan konservasi dan pembangunan berkelanjutan daerah tersebut untuk masyarakat Australia. Lembaga pendidikan Australia, industri dan konsumen - melalui pilihan konsumen mereka-memiliki hubungan dengan dan pengaruh ke Borneo. Kayu, minyak kelapa sawit, batu bara dan mineral yang ada di Borneo merupakan komoditas penting bagi Australia. Sebuah perusahaan pertambangan besar dan lembaga keuangan di Australia memiliki kepentingan yang kuat dalam sumber daya Borneo.
 
"Kami sedang bekerja untuk mendukung inisiatif HoB dengan tiga cara, yakni: memastikan investasi Pemerintah Australia yang kuat di Borneo untuk memfasilitasi adaptasi iklim dan program mitigasi; memastikan bisnis dan keterlibatan industri Australia merupakan suatu hal yang berkelanjutan, serta mendukung program pemulihan spesies," tambah Paul.
 
Melestarikan hutan yang sehat di Borneo memiliki banyak manfaat. Ini membantu untuk memastikan bahwa hutan-hutan disana terus berkembang sebagai tempat penyimpanan karbon, regulator iklim dan gudang genetik, dan bahwa mereka menyediakan habitat bagi satwa liar serta mata pencaharian bagi masyarakat lokal untuk masa depan.
 
"Saya baru saja kembali dari kawasan Heart of Borneo... Kehancuran yang ditimbulkan pada kawasan indah tersebut hanya menghancurkan - dan kadang-kadang cukup membuat sedih. Tidak hanya untuk lingkungan dan satwa disana, namun juga bagi masyarakat setempat yang mengandalkan tanah disana untuk bertahan hidup ... Namun, saya tetap optimis. Menurut saya kita bisa membuat perbedaan." ujar Dermot O'Gorman, CEO WWF Australia menyatakan dalam salah satu video kampanye.
 
Perlindungan bagi HoB memiliki dampak terhadap iklim Australia, terumbu karang dan keanekaragaman hayati, bahkan lebih besar lagi alasan-alasan ilmiah... jika hasil hutan Borneo bukan dari hasil hutan yang berkelanjutan, maka akan segera habis di pasaran dan tentu saja harga menjadi tidak terjangkau.
 
Banyak tindakan positif yang Australia lakukan untuk mendukung inisiatif HoB. Anda dapat mendorong teman-teman dan keluarga Anda untuk membeli produk kayu bersertifikat FSC, mencari di toko di sekitar anda ketika membeli kertas atau perabotan rumah. Sebagian besar supermarket sekarang membawa produk yang dibuat dengan minyak sawit bersertifikat RSPO, pastikan untuk menggunakan minyak goreng yang diolah dengan sistem berkelanjutan di dapur anda. Setiap orang dapat membuat perbedaan dan tindakan individu yang dilakukan dapat menghasilkan perubahan yang positif dan lebih besar dari yang kita harapkan terjadi di kawasan Heart of Borneo.
Dermot O'Gorman, CEO of WWF Australia saat berada di kawasan Heart of Borneo
Dermot O'Gorman, CEO of WWF Australia saat berada di kawasan Heart of Borneo
© WWF-Australia Enlarge
Orang-utan (Pongo pygmaeus) Nyaru Menteng. Kalimantan Tengah, Indonesia. Borneo
Orang-utan (Pongo pygmaeus) Nyaru Menteng. Kalimantan Tengah, Indonesia. Borneo
© Alain Compost/WWF-Canon Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus