Penabatan Saluran Air/Kanal (canal blocking)
Kegiatan penabatan saluran/parit dimulai sejak tahun 2005 dengan tujuan untuk memperbaiki fungsi hidrologis hutan rawa gambut Taman Nasional Sebangau. Penabatan diawali dengan penyusunan pedoman tata kelola air. Sebagai pilot percontohan dipilih saluran/kanal milik eks HPH Sanitra Sebangau Indah (SSI). Saluran ini mempunyai panjang 24 km, lebar 9 m dan kedalaman 4-5 m. Kanal ini dibangun pada tahun 1998 digunakan sebagai jalan bagi perusahaan untuk mengeluarkan kayu-kayu hasil tebangan untuk tujuan komersial/diperdagangkan. Tabat/kanal dibuat tidak hanya untuk mengontrol arus air keluar, tetapi juga memberi manfaat bagi nelayan untuk mencari ikan. Sekarang, lebih dari 70 tabat (canal blocking) sudah dibangun di lebih dari 60 kanal/saluran air di kawasan Sebangau. More...
Manajemen Kolaboratif di Taman Nasional Sebangau
Sesuai kapasitasnya sebagai lembaga yang punya kepedulian terhadap konservasi, WWF berperan sebagai inisiator dan fasilitator demi kelestarian Sebangau dan bukan sebagai ‘pemilik’ kawasan. Pada kawasan Taman Nasional Sebangau akan dikembangkan konsep pengelolaan kolaboratif (Collaborative Management) antara Balai Taman Nasional Sebangau dengan para pihak seperti pemerintah setempat, dinas/instansi terkait, lembaga non pemerintah, masyarakat lokal, forum masyarakat, lembaga peneliti dan swasta. More...
Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan yang berhubungan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan upaya penghasilan alternatif. More...
Jaringan dan Kampanye
Dalam rangka membangun jaringan, kerjasama dan di dalamnya untuk mensinergikan visi konservasi, Balai Taman Nasional Sebangau bersama WWF-Indonesia secara aktif bergerak bersama organisasi/aktivis lingkungan hidup lainnya di Kalimantan Tengah khususnya di Palangka Raya, diantaranya melaksanakan kegiatan bersama memperingati Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup sedunia setiap tahunnya, kampanye isu lingkungan secara teratur menyelenggarakan roadshow ke sekolah dalam upaya pendidikan lingkungan hidup, sarana media massa melalui kerjasama dengan radio Evella, RRI, Radio CKPP, Kalteng Pos dan TVRI, pembuatan film dokumenter, promosi melalu pameran tahunan, media lini bawah berupa poster, banner, stiker serta pembentukan jaringan supporter WWF Indonesia Kalimantan Tengah. More...