Kondisi habitat gajah Sumatera di Riau sekarang semakin terfragmentasi akibat perubahan penggunaan lahan untuk peruntukan lain. Konflik gajah dan manusia semakin besar.
Kondisi habitat gajah Sumatera di Riau sekarang semakin terfragmentasi akibat perubahan penggunaan lahan untuk peruntukan lain. Konflik gajah dan manusia semakin besar. Konflik selain merugikan masyarakat juga mengancam gajah itu sendiri karena penanganan yang dilakukan cenderung mencelakai gajah. Faktanya sekarang, populasi gajah liar di alam terus turun, apalagi diduga adanya ancaman perburuan untuk mendapatkan gading gajah.
 |
Evakuasi gajah yang hampir mati akibat konflik dengan manusia.
© WWF-Indonesia/Miko Setiawan |
Berdasarkan situasi ini WWF Indonesia - Riau Elephant Conservation (WWFID - REC) di Riau, membuat strategi penyelamatan gajah ke depan. Strategi ini adalah segala tindakan yang akan dilakukan untuk membuat gajah aman hidup di habitatnya. Ruang lingkupnya mulai dari (a) pengelolaan habitat gajah; (b) Pengurangan konflik gajah dan manusia serta aksi untuk penanganan insiden-insiden yang mencelakai gajah di habitatnya; (c) penglolaan pusat konservasi gajah. Strategi ini merupakan satu rangkaian kegiatan yang saling terkait serta saling mendukung. Kita tidak bisa fokus melihat persoalan hanya untuk pengelolaan habitat atau bagaimana mengurangi konflik saja, tapi juga harus memperhatikan pengelolaan di Pusat Konservasi Gajah (PKG).
 |
Gajah latih yang bertugas mengurangi konflik manusia - gajah.
© WWF-Indonesia/Dani Rahadian |
Khusus untuk pengurangan HEC harus dilakukan secara sistematis dan bukan secara adhoc. WWF Riau
Elephant Conservation Program merekomendasikan 4 (empat) hal untuk mengurangi
Human Elephant Conflict (HEC): (1) Secara jangka panjang perencanaan perubahan penggunaan lahan harus mengakomodasi kepentingan gajah dan dapat mengurangi HEC. (2) Melakukan berbagai penanganan konflik langsung dilapangan dengan prinsip tanpa mencelakai gajah. (3) Peningkatan pemahaman masyarakat untuk menangani konflik secara swadaya dengan tidak harus mencelakai gajah, berupa training kepada masyarakat mengenai teknik-teknik praktis mengatasi konflik di lapangan. (4) Kompensasi kepada masyarakat yang langsung menerima akibat konflik dengan kondisi khusus.
 |
| © WWF-Indonesia/Tesso Nilo |
Implementasi dari strategi diatas, sekarang difokuskan pada usulan kawasan konservasi Tesso Nilo. Dalam pelaksanaannya WWF Riau
Elephant Conservation Program bekerjasama dengan berbagai
stakeholder seperti KSDA provinsi Riau, Pemda Provinsi Riau dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Pemda Kabupaten dalam hal ini Dinas Kehutanan Kabupaten, masyarakat setempat dan berbagai perusahaan yang beroperasi di daerah terkait.