Riau's Elephants: The 2006 Tragedy
Habitat Loss and Lack of Conflict Mitigation Are Leading to the Extinction of Central Sumatra's Elephants
Habitat Loss and Lack of Conflict Mitigation Are Leading to the Extinction of Central Sumatra's Elephants
Oleh: Syamsidar
Riau (29/03)-Dua ekor bangkai gajah ditemukan di Taman Nasional Tesso Nilo pada Minggu, 28 Maret 2010. Laporan ditemukannya satu ekor gajah jantan mati pertama kali diterima dari masyarakat oleh Tim Flying Squad dan Balai TNTN pada Sabtu sore. Tim kemudian menyusuri lokasi kejadian dan pada malam harinya menemukan seekor bangkai gajah jantan. Ketika dilakukan penyusuran di tempat kejadian perkara, satu ekor bangkai gajah jantan lain ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Gading sebelah kiri bangkai gajah pertama sudah tidak ada lagi karena dipotong, sementara gading pada bangkai gajah kedua masih utuh.
Pekanbaru- Pada tanggal 14 Mei lalu, delapan ekor gajah tangkapan dari Balai dilepaskan di Hutan Tesso Nilo. Pelepasan tersebut dilakukan setelah selama lebih dari tujuh pekan, gajah-gajah liar tersebut mendapatkan perawatan intensive akibat luka-luka pasca penangkapan yang dialaminya.
Balai Raja, Duri--Salah satu dari 10 gajah tangkapan Dinas Kehutanan Riau kemarin (11 April) rebah ke tanah tak berdaya. Meski masih hidup, satwa malang ini berada dalam kondisi yang sangat kritis, diperkirakan karena tetanus akibat penangkapan yang tidak professional.
Pada tanggal 21 Maret 2006 pkl 15.30 WIB, WWF menemukan 10 ekor gajah yang ditangkap secara diam-diam oleh Dinas Kehutanan Riau dalam kondisi mengkhawatirkan terikat dipohon tanpa makanan dan minuman yang memadai, maupun perawatan medis.
Enam ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan telah menjadi bangkai di pinggiran hutan Mahato, perbatasan antara Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Matinya Satwa dilindungi ini diduga keras akibat diracun.
Jakarta – Dengan perubahan dinamika pasar dan perubahan iklim global tahun 2010 adalah momentum bagi pelaku bisnis untuk memberikan menjadi bagian dari solusi dan memberikan dukungan nyata bagi upaya pelestarian lingkungan hidup.
SIARAN PERS - Untuk disiarkan Senin, 13 Maret 2006, 12.00 WIB
JAKARTA—WWF-Indonesia menyerukan agar Dinas Kehutanan Provinsi Riau tidak melakukan penangkapan dan pemindahan gajah-gajah liar dari Desa Balai Raja, Kabupaten Bengkalis ke Taman Nasional Tesso Nilo. WWF meyakini bahwa alternatif penggiringan gajah liar ke lokasi terdekat di blok hutan Libo –yang merupakan habitat asalnya - masih bisa dilakukan dengan dukungan kerjasama dari berbagai pihak terkait.
JAKARTA-Sebagai upaya pemecahan masalah konflik antara gajah dan manusia yang akhir-akhir ini marak terjadi di Provinsi Riau, Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) dengan bantuan WWF-Indonesia akan segera memberlakukan usulan Protokol Mitigasi Konflik Gajah yang telah lama dipersiapkan di Riau.