Survey camera trap yang dimulai oleh WWF- Proyek Riau pada akhir Desember 2005 bertujuan untuk mempelajari ekologi harimau dan mangsanya. Hasil yang telah dicapai berupa beberapa photo harimau dan binatang liar lainnya. Salah satu kamera DeerCam yang dipasang di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo berhasil mendapatkan gambar seekor harimau dengan beberapa pose mengesankan. Seekor harimau berhasil dibidik berkali-kali karena berada pada zona deteksi kamera. Gaya harimau didepan kamera tersebut sangat mengagumkan tim survey, dan rasanya dia mengetahui bagaimana harus berpose seperti lazimnya seekor harimau model.
 |
Karena tertarik dengan kilatan lampu kamera, dia membalik dan beranjak mendekati kamera untuk mengetahui apa yang terjadi. Beberapa kali kilatan lampu membuatnya merasa terancam, dan oleh karenannya dia berjaga-jaga dengan membungkukkan badan siap menyerang. Setelah berhasil mendekati kamera, dia mencoba menggigitnya untuk meyakinkan apakah itu seekor binatang mangsa. Keadaan ini bisa dilihat pada gambar 3 dimana terdapat gambar menyerupai taring harimau.
Seorang ahli biologi dari tim survei mengirimkan gambar harimau kepada staf di lingkungan WWF guna mendapatkan komentar mereka. Kebanyakan dari mereka yakin bahwa harimau itu adalah harimau yang sama sebagaimana berhasil terbidik oleh kamera terdahulu. Perkiraan ini didasarkan pada pola garis-garis/loreng. Dia juga menunjukkan adanya bekas luka pada kulit harimau yang mungkin disebabkan goresan ranting pohon yang tajam ketika harimau itu meloncat atau karena serangan balik binatang mangsa dalam usaha melepaskan terkaman.
 |
Selain harimau, binatang lainnya seperti kijang, beruang dan lain-lain telah terbidik oleh kamera DeerCam. Binatang ini termasuk mangsa harimau yang juga merupakan bagian penting untuk mengetahui status populasi harimau. Penelitian terdahulu oleh the Center for Biodiversity Management dan Lembaga Penelitian Indonesia/LIPI telah mendokumentasikan kekayaan keragaman hayati di Tesso Nilo termasuk flora dan fauna. Dengan demikian, gambar-gambar binatang dari pemasangan camera trap memperkuat bukti temuan tersebut.
Proyek memandang penting untuk menyampaikan gambar-gambar tersebut kepada KSDA Riau dan Dinas Kehutanan Riau sebagai bukti otentik keberadaan harimau di kawasan Tesso Nilo. Selain itu akan melengkapi data pada lembaga pemerintah terkait, sehingga akan mendorong mereka untuk melakukan monitoring secara efektif terhadap spesies ini. Ternyata mereka menanggapi secara antusias dan akan bekerja sama lebih dekat dengan WWF berkaitan dengan isu-isu harimau. Mereka sedang merencanakan untuk memperbaiki strategi dalam merespon ancaman terhadap harimau melalui penanda tanganan nota kesepakatan kerja sama antara WWF dengan lembaga terkait.