Pentingnya posisi kawasan Hutan Tesso Nilo sebagai salah satu hutan dataran rendah terluas yang masih tersisa di Pulau Sumatera serta pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus pelestarian habitat gajah dan harimau Sumatera di kawasan Tesso Nilo adalah alasan utama yang melatarbelakangi pelaksanaan program pemberantasan praktik pembalakan liar dan kejahatan kehutanan pada umumnya di Lansekap Tesso Nilo.
 |
Sebuah lokasi penebangan ilegal di Tesso Nilo
©WWF-Indonesia |
Pentingnya posisi kawasan Hutan Tesso Nilo sebagai salah satu hutan dataran rendah terluas yang masih tersisa di Pulau Sumatera serta pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus pelestarian habitat gajah dan harimau Sumatera di kawasan Tesso Nilo adalah alasan utama yang melatarbelakangi pelaksanaan program pemberantasan
illegal logging dan kejahatan kehutanan pada umumnya di Lansekap Tesso Nilo.
Dengan banyaknya berdiri industri sawmill di sekitar Tesso Nilo dan tuntutan bahan baku industri plywood dan pulp & paper di Provinsi Riau, kawasan hutan Tesso Nilo saat ini menjadi incaran para pelaku kejahatan kehutanan dan pembalak liar. Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai detik ini kedua perusahaan pulp and paper tersebut masih memasok sebagian besar bahan bakunya dari kayu alam.
 |
Truk pengangkut kayu keluar dari Tesso Nilo
©WWF-Indonesia |
Program pemberantasan kejahatan kehutanan (
Forest Crime) di Lansekap Tesso Nilo dimaksudkan untuk memperkecil ancaman tersebut sampai tingkat yang seminimal mungkin. Selain melakukan monitoring rutin aktivitas pembalakan liar, memantau pergerakan kayu ilegal, mengawasi pasokan bahan baku industri kayu (
pulp and paper,
sawmill dan
plywood), pelaksanaan program juga ditujukan untuk mendukung dan memfasilitasi penegakan hukum kasus-kasus kejahatan kehutanan, khususnya
illegal logging.
 |
Deforested area in Tesso Nilo
©WWF-Indonesia |
Pada bagian lain program juga diarahkan untuk mendukung usaha-usaha masyarakat dalam berperan serta memberantas kejahatan kehutanan, dengan melakukan penguatan berupa pelatihan dan menjadi fasilitator kelompok kerja dan usaha bersama dalam menanggulangi kejahatan kehutanan. Dengan demikian kampanye anti kejahatan kehutanan akan menjadi perhatian tidak hanya ditingkat lokal dan nasional tetapi sekaligus menjadi perhatian dunia Internasional, khususnya terhadap pelaku usaha dunia yang membeli kayu dari Riau.
Dengan dukungan dari WWF US dan Sall Foundation, program ini telah dilakukan sejak pertengahan 2002 dan masih berlangsung sampai sekarang.