Community Engagement

Pemberdayaan Masyarakat

Masyarakat memainkan peranan penting dalam pengolaan Tesso Nilo. Tiga kelompok suku yang terdiri dari Petalangan, Logas Tanah Darat dan Gunung Sahilan mempunyai klaim adat terhadap sumber daya alam di kawasan ini.

Masyarakat memainkan peranan penting dalam pengolaan Tesso Nilo. Tiga kelompok suku yang terdiri dari Petalangan, Logas Tanah Darat dan Gunung Sahilan mempunyai klaim adat terhadap sumber daya alam di kawasan ini. Walaupun pemukiman mereka berada di luar usulan kawasan Tesso Nilo, tetapi mereka berinteraksi langsung dengan kawasan usulan kawasan ini.

Kelompok suku-suku dan pemukim transmigrasi yang menempati 22 desa, 8 kecamatan dan 4 kabupaten berjumlah 44.000 jiwa. Tingkat melek huruf tinggi, meskipun rata-rata pendidikan masih pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan tingkat pertama.

Konflik dengan gajah merupakan masalah mendasar bagi mereka. Gajah dinilai sebagai hama. Gajah menyerang tanaman padi ladang, kebun karet dan kebun kelapa sawit. Bahkan, serangan gajah dapat menyebabkan kematian penduduk setempat. Cara-cara tradisional seperti penggunaan meriam bambu dan menjaga tanaman pada malam hari tidak cukup lagi sebagai penangkal serangan gajah.

Tandan Buah Sawit (Elaesis guineensis), Tesso Nilo, Riau, Sumatera, Indonesia
©WWF-Canon/WWF-Germany/M. Radday
Mata pencarian penting masyarakat bersumber pada pertanian padi ladang, karet dan perikanan sungai. Sebagian besar tanah dan sumber daya alam mereka sudah dikonversi kedalam hutan tanaman industri akasia dan perkebunan kelapa sawit. Pengharapan masyarakat untuk memperbaiki ekonomi mereka melalui budidaya tanaman kelapa sawit tinggi. Pada saat ini sebagian masyarakat terlibat dalam penebangan kayu dalam kawasan usulan Tesso Nilo. Mata pencarian yang bersumber dari hasil hutan ikutan seperti getah hutan, madu hutan, rotan dan sebagainya menurun peranannya.

Strategi pemberdayaan masyarakat di Tesso Nilo diarahkan kepada fasilitasi pemandirian masyarakat dalam perlindungan sumber daya alam, pengelolaan sumber daya alam dan penguatan keorganisasian masyarakat. Program perlindungan sumber daya alam diarahkan melalui partisipasi masyarakat dalam berbagai bentuk kajian, persetujuan dan kebijakan masyarakat dalam perlindungan sumber daya alam.

Madu "Sialang" Tesso Nilo
©WWF-Indonesia/Desmarita Murni
Program pengelolaan sumber daya alam diarahkan kepada kajian dan kerja nyata dalam pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Program penguatan organisasi masyarakat diarahkan kepada berbagai bentuk kegiatan penguatan adat, desa dan organisasi swadaya yang dapat menyuarakan kebutuhan mereka pada perlindungan, pengelolaan dan keselarasan hubungan dengan kelompok kepentingan lainnya.