Solusi

 / ©: WWF-Indonesia
HoB Biodiversity
© WWF-Indonesia

Solusi Potensial untuk Heart of Borneo

Kolaborasi Lintas Batas

Salah satu prinsip fundamental dari program Heart of Borneo adalah bahwa tiga negara bekerja bersama dapat mencapai lebih banyak untuk konservasi bagi kawasan ini daripada tiga negara tersebut bekerja secara sendiri-sendiri.

Kawasan Lindung

Kawasan lindung yang dikelola dengan baik merupakan inti program Heart of Borneo. Dengan terbentuknya jaringan antara kawasan lindung yang berfungsi dengan baik dan kawasan budidaya yang dikelola secara bertanggung jawab, Heart of Borneo akan dapat menjawab kebutuhan ekologi dan ekonomi secara berimbang.


Perangkat Ekonomi

Pasar Baru untuk Jasa Lingkungan

Komitmen politik tingkat tinggi sangat penting untuk dapat mewujudkan kesepakatan konservasi lintas batas. Di tingkat implementasi, insentif dibutuhkan untuk menempatkan kesepakatan ini pada tatanan praktis. Pembayaran atas jasa lingkungan merupakan suatu cara untuk mendorong masyarakat lokal melindungi dan mendapat keuntungan dari upaya mereka menjaga sumberdaya alam seperti hutan hujan tropis Heart of Borneo.

Ekosistem alamiah menjadi sumber beragam jasa lingkungan. Ini termasuk hutan penyerap karbon, tata kualitas dan kuantitas air, nilai estetik dan keanekaragaman hayati. Namun karena kita biasa menerima jasa lingkungan ini secara gratis, maka masih sedikit insentif yang diberikan untuk dapat menjaga keberlanjutan jasa lingkungan ini secara efektif.

Prinsip dasar dari pembayaran atas jasa lingkungan adalah siapapun yang menjaga potensi keberlanjutan jasa lingkungan berhak untuk mendapatkan keuntungan atas upaya tersebut. Ini berarti perlu ada mekanisme imbal dari pihak yang menerima jasa lingkungan kepada pihak yang menjaga sumber jasa lingkungan. Jasa Lingkungan Heart of Borneo bisa berbentuk ekowisata, REDD, penyediaan air bersih, dll.

Kabupaten Konservasi

Konservasi merepresentasikan tata kelola pemerintahan

Di Kalimantan (Borneo Indonesia), ada dua kabupaten konservasi yang termasuk dalam kawasan Heart of Borneo yaitu Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, dideklarasikan pada tanggal 1 Oktober 2003 dan Kabupaten Malinau di Kalimantan Timur, dideklarasikan pada tanggal 5 Juli 2005.

Kabupaten Konservasi merupakan unit administrasi yang berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan: perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati, pemanfaatan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

Kriteria:

  • Bagian wilayah administrasinya termasuk dalam kawasan konservasi yang ditetapkan,
  • Memberi batasan tertentu untuk aktivitas pembangunan,
  • Memiliki misi yang berdasarkan prinsip konservasi,
  • Menunjukkan komitmen politik untuk mengimplementasikan pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan,
  • Mendapat manfaat dan dukungan dari insitusi pengelola lingkungan yang kompeten

Di Tangan Pemerintah Daerah

Dalam konteks Heart of Borneo, kabupaten konservasi merupakan perangkat konservasi inovatif yang menempatkan aspek pembangunan berkelanjutan di ranah pemerintah daerah. Ini juga dipandang sebagai sebuah upaya pembangunan logis untuk menghindari terkorbankannya habitat alami akibat pembangunan ekonomi yang tidak terencana.

Perencanaan kabupaten konservasi dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Namun demikian otoritas pengelola, institusi akademis/penelitian, LSM ikut terlibat dan membantu pemerintah daerah dalam upaya membangun kabupaten konservasi. Pada tingkat yang lebih tinggi pemerintah daerah pun membutuhkan kerja sama dengan pemerintah pusat untuk mempersiapkan perencanaan pembangunan jangka panjang yang selaras dengan rencana pembangunan nasional.

Industri Kehutanan dan Pertambangan

Program Heart of Borneo bermaksud untuk mempersatukan para pihak dari berbagai sektor yang beroperasi di kawasan Heart of Borneo dengan satu tujuan: mengupayakan pembangunan berkelanjutan yang bersesuaian dengan konservasi alam.

Inisiatif Heart of Borneo membutuhkan komitmen dari sektor industri untuk menerapkan standar praktik terbaik yang selaras dengan pengelolaan sumberdaya alam dalam jangka panjang. WWF akan terus bekerja di tingkat lokal sambil terus memanfaatkan kemitraan globalnya untuk memastikan dukungan konsumen, pasar dan investor yang nyata bagi Heart of Borneo.

Keterlibatan dengan Perusahaan

WWF akan melakukan kajian terhadap perusahaan yang beroperasi di kawasan Heart of Borneo berdasarkan parameter-parameter tertentu dan akan membangun hubungan dengan beberapa perusahaan ini untuk menentukan sejauh mana praktik pengelolaan yang dilaksanakan telah mengadopsi panduan konservasi dan pembangunan berkelanjutan di sektor mereka.

Upaya WWF di Heart of Borneo untuk:

 

 / ©: WWF-Indonesia
Logo of HoB
© WWF-Indonesia