Kampanye M3

Kampanye M3 untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam di Sulawesi

Indonesia, dalam masa transisinya menuju demokrasi, menghadapi berbagai peluang dan tantangan yang datang bersamaan dengan proses desentralisasi yang memberi meningkatkan kekuatan pemerintah propinsi dan lokal. Pada waktu yang bersamaan, Indonesia menghadapi isu-isu lingkungan besar yang disebabkan oleh pengelolaan lingkungan yang buruk dan kerangka kebijakan sumber daya alam yang tidak konsisten. Masyarakat Indonesia memmiliki masalah juga dengan akses pada informasi yang berkualitas dan kesempatan untuk terlibat dengan pemerintah untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan berkelanjutan yang setara dan berwawasan lingkungan.

Terdapat kesenjangan yang serius antara reportase investigasi yang independen dan analitis terhadap isu-isu lingkungan dengan bagaimana sumber daya alam dikelola untuk keuntungan atau kerugian masyarakat yang ada di Indonesia. Sedangkan LSM, praktisi sumber daya alam dan masyarakat mungkin dapat menjadi sumber pemberitaan dan pesan-pesan yang baik, yang justru seringkali kurang memiliki akses pada media. Hal ini benar-benar terjadi khususnya dalam upaya-upaya mereka untuk mengkampanyekan pengelolaan sumber daya alam yang transparan, partisipatif dan akuntabel.

Kampanye Multi Media
Visi proyek ini adalah menjadi katalisator perubahan dan mempengaruhi perilaku pengambil kebijakan dalam memberi dukungan pada ketertarikan publik berupa keputusan-keputusan dan praktek-praktek yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, dengan cara menyampaikan informasi dan argumentasi-argumentasi yang berwawasan ilmiah, hukum dan sesuai moral.

Proyek ini akan mempromosikan konstituen-konstituen yang lebih kuat di tingkat lokal, tingkat distrik dan tingkat propinsi yang melakukan advokasi untuk pendekatan-pendekatan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi yang tepat dan berkelanjutan, termasuk keanekaragaman hayati laut dan darat dan kawasan-kawasan konservasi. Pada akhirnya, hal ini akan mengarah pada peningkatan dan penguatan kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di propinsi-propinsi di Sulawesi, dengan dukungan partisipasi publik yang kuat dan media setempat.

Untuk mencapai hal ini, WWF-Indonesia dan Yayasan Lestari telah membentuk kemitraan yang akan menggunakan metode komunikasi multi media sebagai alat advokasi untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam pada tingkat propinsi, distrik dan lokal. Pendekatan kampanye komunikasi multi media (cetak, radio dan TV) akan menyediakan informasi yang obyektif dan kredibel untuk pihak-pihak terkait pada skala luas dan akan meningkatkan kesadartahuan mereka akan kebijakan dan perubahan perilaku yang diperlukan untuk mencapai pembangunan keberlanjutan.

WWF-Indonesia dan Lestari akan juga menggunakan media secara strategis untuk menstimulasi, memperluas dan memperdalam pemahaman isu-isu lingkungan sebagai dasar untuk dialog partisipatif publik yang meluas melalui talk show di radio dan TV, juga melalui website, jaringan dan kampanye di tingkat kampung. Proses pengelolaan sumber daya alam secara keseluruhan akan diperkuat dengan cara membantu institusi-institusi pemerintahan lokal dan organisasi-organisasi masyarakat sipil untuk melakukan public hearing dan proses-proses konsultatif lainnya pada isu-isu utama.

Jaringan Komunikasi Lingkungan Sulawesi

Proyek ini akan berbasis di Sulawesi. Upaya kampanye multi media akan dimulai di Sulawesi Utara, dibangun diatas landasan yang sudah dibuat oleh Yayasan Lestari. Upaya komunikasi lingkungan ini akan dilanjutkan untuk memiliki ikatan-ikatan yang kuat dengan upaya konservasi dan pariwisata di Taman Nasional Bunaken, dimana WWF diasumsikan memiliki peran besar dalam pengelolaan.

Pada tahun pertama, kampanye multi media akan direplikasi ke Sulawesi Tenggara, dibangun sejalan dengan program dan mitra-mitra WWF-Indonesia di Taman Nasional Kelautan Wakatobi.

Pada tahun kedua, pendekatan komunikasi multi media akan dikembangkan ke satu propinsi tambahan, dan dengan tambahan dua propinsi, kelima lokasi akan menjadi tunas-tunas utama dari sebuah jaringan implementasi mitra-mitra, disebut Sulawesi Environmental Communications Network.

Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Isu-Isu Lingkungan
Kampanye ini akan menyampaikan pendidikan informal kepada khalayak sasaran yang luas dan beragam, sementara untuk pendidikan formal, inisiatif ini berfokus pada pengembangan kurikulum lingkungan untuk sekolah-sekolah di kawasan ini.

Walau pun sudah tersedia kurikulum nasional, penyampaian jasa pendidikan didesentralisasikan pada tingkat distrik dalam bentuk 'muatan lokal' yang menyediakan ruang bagi pemerintah lokal untuk memperkenalkan isu-isu spesifik yang menjadi perhatian lokal. Dalam inisiatif ini, isu-isu tersebut adalah isu-isu pengelolaan sumber daya alam, dan akan didasarkan pada isu-isu, habitat-habitat dan gejala-gejala yang dapat ditemukan oleh siswa di lingkungan sekitarnya.

Wanita dan LIngkungan
Kapasitas wanita untuk berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam dibatasi oleh persepsi umum mengenai kurangnya kemampuan kepemimpinan para wanita untuk menduduki posisi-posisi yang memiliki otoritas di kampung mereka. Dalam beberapa kasus, kurangnya kemampuan kepemimpinan atau kepercayaan diri menjadi hal utama yang diinginkan masyarakat dan sudah diidentifikasi sebagai suatu kebutuhan.

Dalam konteks situasi ini, inisiatif ini akan menjawab ketidaksetaraan gender dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang semakin maju. Proyek ini akan menjamin bahwa kedua belah pihak, pria dan wanita, akan memiliki akses yang sama terhadap informasi dalam kampanye edukasi informal di tingkat kampung.

Pembangunan Kapasitas
Proyek ini diharapkan akan memiliki dampak positif dalam hal:

  • Meningkatnya peliputan media mengenai pengelolaan sumber daya alam dan isu-isu lingkungan
  • Meningkatnya kapasitas mitra dalam mengembangkan kesadartahuan dan partisipasi publik dalam proses pengelolaan sumber daya alam
  • Meningkatnya pengetahuan mengenai isu-isu lingkungan termasuk dimensi gender
  • Penguatan mekanisme-mekanisme dan proses-proses yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk menyatu dalam jaringan komunikasi lingkungan yang produktif dan bersemangat yang memungkinkan peningkatan partisipasi.

 

Canada Word Mark / ©:
Canada Word Mark
©
Logo Lestari / ©:
Logo Lestari
©
 / ©: WWF-Indonesia
m3cycle
© WWF-Indonesia